TRADISI TABUIK DALAM PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KE-ISLAMAN DI PARIAMAN

Muhamad, Syahreza (2025) TRADISI TABUIK DALAM PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KE-ISLAMAN DI PARIAMAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN  - BAB 2 DAN DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN ALHIR.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL M. SYAHREZA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK TRADISI TABUIK DALAM PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KE ISLAMAN DI PARIAMAN Oleh : Muhamad Syahreza Sumatera Barat dengan mayoritas masyarakat suku minang, juga memiliki berbagai macam tradisi misalnya seperti upacara turun mandi, upacara majamba,pacu jawi,batagak pangulu dan upacara tabuik. Tradisi Tabuik merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan setiap tahunnya di Kota Pariaman. Berakar pada nilai-nilai religi untuk mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein. Peringatan ini sejatinya berlang sung setiap tanggal 10 Muharram penanggalan Hijriyah. Masalah dalam penelitian ini dirumuskan menjadi bagaimana penanaman nilai-nilai ke-islaman dalam tradisi tabuik di Pariaman,peran tradisi tabuik dalam sebagai Tradisi Keagamaan dalam Islam,dan peran tradisi tabuik dalam pembentukan identitas ke-Islaman masyarakat Pariaman. Tujuan penelitian yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pembentukan nilai-nilai ke-islaman di Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk memahami bagaimana tradisi Tabuik membentuk cita-cita Islam di Pariaman. Tradisi ini tidak hanya merupakan ritual budaya, tetapi juga sarana penanaman nilai-nilai keislaman, penghormatan kepada Allah SWT, dan peringatan atas perjuangan Sayyidina Hussein dalam Perang Karbala. Melalui wawancara dan dokumentasi, penelitian ini mengkaji fungsi tradisi Tabuik sebagai bentuk ibadah yang menanamkan nilai pengorbanan, kesabaran, keberanian, serta memperkuat spiritualitas masyarakat. Tradisi ini juga menjadi media edukasi moral bagi generasi muda dan memperlihatkan kebersamaan serta kepedulian masyarakat dalam melestarikan adat dan identitas Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Tabuik Pariaman merupakan perpaduan kompleks antara dukungan sosial, ii prinsip agama, dan identitas budaya. Melalui tradisi ini, masyarakat Pariaman memperkuat praktik Islam dalam menghadapi dinamika kontemporer, memahami warisan sejarah, dan mengekspresikan solidaritas. Kepedulian bersama pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian Tradisi Tabuik menunjukkan keinginan bersama untuk melestarikan dan merawat warisan budaya yang kaya ini agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Sebagai tradisi keagamaan, Tabuik juga mempererat ikatan sosial dan memperkenalkan prinsip- prinsip Islam dalam kehidupan sehari-hari, menggabungkan budaya lokal dengan ajaran agama yang memperkaya dan memperkuat keduanya. Pemerintah turut berperan dalam pelestarian tradisi ini, mendukung pelaksanaan dan penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara aktif. Tradisi Tabuik menjadi jembatan antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal, memperkuat identitas keislaman masyarakat Pariaman dan menjaga kelestariannya sebagai warisan budaya yang sarat makna religius. Pemerintah diharapkan terus memfasilitasi dan mendukung pelaksanaan tradisi Tabuik di Kota Pariaman, baik secara moril maupun tenaga, karena keberhasilan tradisi ini dapat menjadi daya tarik wisatawan. Masyarakat juga diharapkan untuk terus melestarikan tradisi ini, bekerja sama dengan pemerintah, serta memperkenalkan kepada generasi muda agar tradisi ini tidak punah. Generasi muda, khususnya di Kota Pariaman dan Sumatera Barat, perlu ikut berperan dalam menjaga adat istiadat ini, sehingga Sumatera Barat tetap dikenal dengan keberagaman budayanya dan tradisi Tabuik terus lestari meskipun zaman terus berkembang. Kata Kunci : Tradisi Tabuik, Nilai-nilai Islam, Tradisi Keagamaan iii ABSTRACT TABUIK TRADITIONS IN THE FORMATION OF ISLAMIC VALUES IN PARIAMAN By: Muhamad Syahreza West Sumatra, with a majority of Minang people, also has various traditions, such as the bathing ceremony, majamba ceremony, pacu jawi, Batagak pangulu and tabuik ceremonies. The Tabuik tradition is one of the activities carried out every year in Pariaman City. Rooted in religious values to commemorate the death of the Prophet Muhammad SAW's grandson, Hussein. This warning actually takes place every 10th of Muharram on the Hijriyah calendar. The problem in this research is formulated as how to instill Islamic values in the tabuik tradition in Pariaman, the role of the tabuik tradition as a religious tradition in Islam, and the role of the tabuik tradition in forming the Islamic identity of the Pariaman community. The expected research objective in this research is to determine and analyze the formation of Islamic values in Pariaman. This research uses a descriptive method with a qualitative approach to understand how the Tabuik tradition shapes Islamic ideals in Pariaman. This tradition is not only a cultural ritual, but also a means of instilling Islamic values, respecting Allah SWT, and commemorating Sayyidina Hussein's struggle in the Karbala War. Through interviews and documentation, this research examines the function of the Tabuik tradition as a form of worship that instills the values of sacrifice, patience, courage, and strengthens people's spirituality. This tradition is also a medium for moral education for the younger generation and shows togetherness and community concern in preserving Islamic customs and identity. The research results show that the Tabuik Pariaman Tradition is a complex combination of social support, religious principles and cultural identity. Through this tradition, the Pariaman community strengthens Islamic practices in facing contemporary dynamics, iv understanding historical heritage, and expressing solidarity. The joint concern of the government and society for the preservation of the Tabuik Tradition shows a shared desire to preserve and care for this rich cultural heritage so that it can be passed on to future generations. As a religious tradition, Tabuik also strengthens social ties and introduces Islamic principles in everyday life, combining local culture with religious teachings that enrich and strengthen both. The government plays a role in preserving this tradition, supporting the implementation and implementation of activities that actively involve the community. The Tabuik tradition is a bridge between Islamic values and local culture, strengthening the Islamic identity of the Pariaman community and maintaining its preservation as a cultural heritage full of religious meaning. The government is expected to continue to facilitate and support the implementation of the Tabuik tradition in Pariaman City, both morally and energetically, because the success of this tradition can attract tourists. The community is also expected to continue to preserve this tradition, work together with the government, and introduce it to the younger generation so that this tradition does not become extinct. The younger generation, especially in Pariaman City and West Sumatra, needs to play a role in maintaining these customs, so that West Sumatra remains known for its cultural diversity and the Tabuik tradition continues to be preserved even though times continue to develop. Keywords: Tabuik Tradition, Islamic Values, Religious Tradition

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 02 Jul 2025 04:02
Last Modified: 02 Jul 2025 04:02
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38850

Actions (login required)

View Item View Item