IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DAN MANDIRI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAN 1 TANGGAMUS

Siti, Ayuna (2025) IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DAN MANDIRI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAN 1 TANGGAMUS. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN BAB1-2, DAFTAR PUSTAKA-LAMPIRAN.pdf] PDF
Download (8MB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL Siti Ayuna.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

ABSTRAK Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal. Melalui pendidikan, diharapkan peserta didik memiliki spiritualitas keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, serta negara. Kurikulum, sebagai elemen utama dalam sistem pendidikan, berfungsi sebagai pedoman dalam proses pembelajaran di berbagai jenjang. Kurikulum Merdeka hadir sebagai kebijakan yang memberikan fleksibilitas bagi sekolah dan pendidik dalam merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Kurikulum Merdeka dalam membentuk karakter religius dan mandiri peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MAN 1 Tanggamus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan data naratif dari sumber primer dan sekunder. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan konsep Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Pendekatan ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh tentang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi implementasi Kurikulum Merdeka dalam membentuk karakter religius dan mandiri peserta didik pada pembelajaran Akidah Akhlak di MAN 1 Tanggamus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MAN 1 Tanggamus mencakup tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, sekolah menyusun perangkat ajar yang fleksibel, termasuk modul ajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah. Modul ini dilengkapi dengan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) sebagai panduan proses belajar-mengajar. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di MAN 1 Tanggamus sudah berjalan selama dua tahun, dimulai pada tahun 2022 untuk kelas X dan XI sementara kelas XII masih menggunakan ii Kurikulum 2013. Untuk mendukung implementasi kurikulum ini, sekolah telah mengadakan pelatihan dan workshop bagi guru, menerapkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta mengembangkan metode pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik. Guru menggunakan berbagai strategi pembelajaran seperti diskusi kelompok, presentasi, kisah inspiratif, serta pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL) guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Evaluasi dalam implementasi Kurikulum Merdeka dilakukan dengan beragam metode guna mengukur pemahaman, sikap, dan keterampilan peserta didik. Evaluasi ini mencakup penilaian formatif yang berlangsung selama proses belajar, penilaian sumatif di akhir pembelajaran, serta penilaian diagnostik yang berfokus pada penerapan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Guru menggunakan berbagai teknik evaluasi, seperti observasi, diskusi, tanya jawab, tes tertulis, hafalan, serta presentasi, untuk menilai perkembangan karakter religius dan kemandirian peserta didik. karakter religius dan mandiri peserta didik di MAN 1 Tanggamus telah diimplementasikan secara efektif melalui berbagai kegiatan pembiasaan keagamaan, metode pembelajaran yang inovatif, dan penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini juga menemukan faktor pendukung dan penghambat implementasi Kurikulum Merdeka. Faktor pendukung mencakup dukungan kepala sekolah dan guru, ketersediaan sumber belajar, serta partisipasi aktif peserta didik. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka secara menyeluruh, keterbatasan waktu dalam pelaksanaan, serta keterbatasan fasilitas pendukung pembelajaran. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MAN 1 Tanggamus menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya karakter religius dan kemandirian peserta didik, seperti kesadaran dalam menjalankan ibadah, sikap toleransi, kemandirian dalam belajar, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Kata Kunci: Implementasi Kurikulum Merdeka, Karakter Religius, Karakter Mandiri, Pembelajaran Akidah Akhlak iii ABSTRACT Education is a conscious and planned effort to create a learning environment that supports the optimal development of students’ potential. Through education, students are expected to possess religious spirituality, self-control, personality, intelligence, noble character, and skills that are beneficial to themselves, society, and the nation. The curriculum, as a key element in the education system, functions as a guideline for learning processes at all levels. The Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka) was introduced as a policy that provides flexibility for schools and educators to design learning based on students’ needs and local contexts. This study aims to analyze the implementation of the Independent Curriculum in shaping religious and independent character through Akidah Akhlak learning at MAN 1 Tanggamus. This research employs a descriptive qualitative method to collect narrative data from primary and secondary sources. Data were obtained through interviews, observation, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. This approach aims to provide a comprehensive overview of the planning, implementation, and evaluation stages of the Independent Curriculum in shaping students’ religious and independent character through Akidah Akhlak learning at MAN 1 Tanggamus. The results show that the implementation process consists of three main stages: planning, implementation, and evaluation. In the planning stage, the school designs flexible teaching materials, including instructional modules tailored to students’ characteristics and the school environment. These modules are equipped with Learning Outcomes (CP), Learning Objectives (TP), and Learning Objective Paths (ATP). The curriculum has been implemented for two years, starting in 2022 for Grades X and XI, while Grade XII still uses the 2013 Curriculum. To support this implementation, the school conducted teacher training and workshops, applied the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), and adopted innovative student-centered learning strategies such as group discussions, presentations, inspirational stories, and project-based learning (PBL). iv Evaluation methods include formative, summative, and diagnostic assessments aimed at measuring understanding, attitudes, and skills. Various evaluation techniques such as observation, discussion, Q&A sessions, written tests, memorization, and presentations were used to assess students’ development in religious and independent character. These characters were effectively built through religious habituation activities, innovative teaching methods, and curriculum application. The study also identified supporting and inhibiting factors in the curriculum implementation. Supporting factors include school leadership, teacher involvement, availability of learning resources, and active student participation. Inhibiting factors include limited teacher understanding of the curriculum, time constraints, and inadequate facilities. Despite these challenges, the implementation of the Independent Curriculum in Akidah Akhlak learning at MAN 1 Tanggamus has yielded positive outcomes, as shown by the increased religious awareness, learning responsibility in completing tasks. independence, and students’ Keywords: Implementation of Independent Curriculum, Religious Character, Independent Character, Aqidah and Akhlak Learning

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 30 Jun 2025 07:58
Last Modified: 30 Jun 2025 07:58
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38839

Actions (login required)

View Item View Item