MERLIA, SANTINA (2025) BIMBINGAN ISLAM DALAM MEMBENTUK SIKAP PROSOSIAL SANTRI BARU DI PONDOK PESANTREN NURUL QUR`AN DAYAMURNI TULANG BAWANG BARAT. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (1MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Sebagai seorang muslim berbuat baik merupakan salah satu bentuk ibadah dan wujud akhlak mulia yang diperintahkan oleh Allah Swt. dan Rasulullah Muhammad Saw. Penulis menemukan sebagian santriwati di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Dayamurni memiliki sikap prososial yang kurang, dengan maksud untuk membentuk sikap prososial yang peduli akan lingkungan diperlukan adanya bimbingan Islam sebagai sarana pemberian arah pandangan bagi para santri dalam bertingkah laku. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan harapan santri dapat memahami tentang pentingnya berprilaku prososial. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptif analisis. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data primer penelitian ini berasal dari tiga sumber, pertama ketua pengurus pondok pesantren Nurul Qur’an Dayamurni Tulang Bawang Barat. Kedua ketua pengurus santriwati di pondok pesantren Nurul Qur’an Dayamurni Tulang Bawang Barat. Ketiga 5 santriwati yang diketahui memiliki sikap prososial kurang. data sekunder diperoleh dari buku buku, jurnal dan penelitian terdahulu yang relevan. Tekhnik pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Pada penelitian ini, tiga alur kegiatan digunakan untuk melakukan analisis data yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan. Pengurus pondok pesantren menggunakan lima metode khusus untuk memberikan bimbingan Islam kepada santri yang kurang memiliki sikap prososial. Pertama metode keteladaan, anak memiliki kecenderungan untuk mencontoh apa yang mereka lihat, sehingga segala perilaku dan tindakan pengajar dan pengurus yang baik akan menjadi teladan yang baik bagi santri. Kedua metode pembiasaan adalah pendekatan yang digunakan oleh pengurus pondok pesantren untuk membiasakan santri berbuat baik secara berulang sehingga menjadi kebiasaan baginya. Ketiga metode nasehat yang dapat membantu santri memahami makna hal-hal yang luhur, memberikan moralitas, dan memberikan prinsip mereka. Keempat metode penyadaran atau perhatian artinya mencurahkan, memperhatikan dan secara terus menerus mengamati perkembangan santri dalam pembinaan akidah dan akhlak, persiapan rohani dan sosial, dan selalu bertanya tentang kondisi jasmaninya. Kelima metode hukuman dimana pengawasan dipadukan dengan pendampingan anak dalam upaya mereka untuk membentuk aqidah, moral dan sosial, serta bertanya secara terus menerus tentang apa yang mereka lakukan. Kata Kunci : Bimbingan Islam, Sikap Prososial, Santri di Pondok Pesantren Nurul Qur`an. ABSTRACT As a Muslim, doing good is a form of worship and a manifestation of noble morals ordered by Allah SWT. and the Prophet Muhammad SAW. The author found that some female students at the Nurul Qur'an Dayamurni Islamic Boarding School had less prosocial attitudes, with the aim of forming prosocial attitudes that care about the environment, Islamic guidance will be needed as a means of providing direction for students in behaving. For this reason, this study was conducted with the hope that students can understand the importance of behaving prosocially. This research is a type of field research and is descriptive analysis. Therefore, the approach used is a qualitative approach. The primary data sources of this study come from three sources, first the head of the Nurul Qur'an Dayamurni Tulang Bawang Barat Islamic boarding school. Second, the head of the female students at the Nurul Qur'an Dayamurni Tulang Bawang Barat Islamic boarding school. Third, 5 female students who are known to have less prosocial attitudes. Secondary data were obtained from books, journals and relevant previous research. Data collection techniques were obtained from interviews, observations and documentation. In this study, three activity flows were used to conduct data analysis, namely data reduction, data display and drawing conclusions. The administrators of the Islamic boarding school use five specific methods to provide Islamic guidance to students who lack prosocial attitudes. First, the exemplary method, children tend to imitate what they see, so that all good behavior and actions of teachers and administrators will be good examples for students. Second, the habituation method is an approach used by the administrators of the Islamic boarding school to accustom students to doing good deeds repeatedly so that it becomes a habit for them. Third, the advice method can help students understand the meaning of noble things, provide morality, and provide their principles. Fourth, the awareness or attention method means pouring out, paying attention to and continuously observing the development of students in the development of faith and morals, spiritual and social preparation, and always asking about their physical condition. Fifth, the punishment method where supervision is combined with child guidance in their efforts to form faith, morals and social, and asking continuously about what they are doing. Keywords: Islamic Guidance, Prosocial Attitude, Students at the Nurul Qur'an Islamic Boarding School.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 08:01 |
| Last Modified: | 26 Jun 2025 08:01 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38822 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


