Al, Hafidz Ramadhani (2025) PRAKTIK KERJA SAMA BAGI HASIL DALAM PEMBUATAN BATU BATA PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Tobong Batu Bata Desa Negeri Sakti Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Usaha batu bata merupakan salah satu potensi ekonomi masyarakat Indonesia. Ada banyak orang yang ingin membuka usaha tetapi terkendala modal dan keahlian sehingga melakukan berbagai cara salah satunya kerja sama bagi hasil. Sama halnya yang terjadi di Tobong Batu Bata Desa Negeri Sakti Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara. Kerja sama tersebut harus mempertimbangkan banyak aspek supaya tidak ada pihak yang dirugikan. Oleh karena itu perlu diadakannya pemahaman lebih lanjut terkait praktik yang seharusnya dilakukan supaya tidak terjadi kesalahan bagi kedua pihak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik kerja sama bagi hasil dalam pembuatan batu bata di Tobong Batu Bata Desa Negeri Sakti Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara, dan bagaimana perspektif hukum ekonomi syariah terhadap praktik kerja sama bagi hasil dalam pembuatan batu bata di Tobong Batu Bata Desa Negeri Sakti Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian ini di ambil dari data primer dan data sekunder. Adapun data primer diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun data sekunder diperoleh dari Al-Qur’an, Hadits, buku-buku yang relevan, jurnal, dokumen, dan karya ilmiah lainnya. Metode analisis data yang di gunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif dengan metode berfikir deduktif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa praktik kerja sama bagi hasil dalam pembuatan batu bata di Tobong Batu Bata Desa Negeri Sakti yaitu diawali dengan pertemuan antara pemodal dan pengelola dengan kesepakatan yaitu modal didapatkan hanya dari pemodal berupa barang seperti cetakan, cangkul, kayu, dan lain-lain secara berangsur-angsur. Pembagian hasil dilakukan setelah batu bata laku terjual tanpa memotong modal yang telah digunakan dengan ketentuan per 1000 batu bata pengelola mendapatkan 80.000 rupiah tanpa adanya batasan karena jika terjadi perubahan harga jual maka nominal yang dibagi akan menyesuaikan dengan harga jual tersebut. Kerugian atau kejadian tidak terduga akan ditanggung oleh kedua pihak. Perspektif hukum ekonomi syariah terhadap praktik kerja sama bagi hasil seperti yang disebutkan diatas termasuk kerja sama yang fasid atau batal dan hukumnya tidak sah menurut ketentuan Syara’. Praktik kerja sama bagi hasil yang dilakukan belum sesuai dengan syarat dan prinsip hukum ekonomi syariah dalam bermuamalah yang terdapat pada akad Mudharabah. Kata kunci: Kerja Sama, Pemilik Modal, Pengelola, Hukum Ekonomi Syariah. ABSTRACT The brick-making business is one of the economic potentials of Indonesian communities. Many people are interested in starting a business but face obstacles such as lack of capital and expertise, leading them to engage in profit-sharing partnerships. This also occurs at the Brick Kiln (Tobong Batu Bata) in Negeri Sakti Village, North Sungkai District, North Lampung Regency. Such cooperation requires careful consideration of various aspects to ensure that no party is disadvantaged. Therefore, a deeper understanding is necessary regarding the proper practices to avoid any errors or disputes between both parties. The research questions in this study are: How is the practice of profit-sharing cooperation conducted in the brick-making business at the Brick Kiln in Negeri Sakti Village, North Sungkai District, North Lampung Regency? And what is the Islamic economic law perspective on this profit-sharing cooperation? This research is a field study. Data were obtained from both primary and secondary sources. Primary data were collected through observation, interviews, and documentation. Secondary data were gathered from the Qur'an, Hadith, relevant books, journals, documents, and other scientific literature. The data analysis method used in this thesis is a qualitative method with a deductive reasoning approach. Based on the results, it can be concluded that the profit-sharing practice in the brick-making business at the Brick Kiln in Negeri Sakti Village begins with a meeting between the investor and the manager, agreeing that the capital is provided solely by the investor in the form of goods such as molds, hoes, wood, etc., gradually. The profit is shared after the bricks are sold, without deducting the capital already used. For every 1,000 bricks sold, the manager receives IDR 80,000, without a fixed limit—if there is a change in the selling price, the profit distribution adjusts accordingly. Losses or unexpected incidents are borne by both parties. From the perspective of Islamic economic law, this form of cooperation is classified as fasid (invalid) and is considered unlawful according to Syara’. The current practice of profit-sharing cooperation does not comply with the conditions and principles of Islamic economic law in muamalah, particularly those outlined in the Mudharabah contract. Keywords: Cooperation, Capital Owner, Manager, Islamic Economic Law.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 02:50 |
| Last Modified: | 26 Jun 2025 02:50 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38778 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


