PERAN ORGANISASI IPTN (IKATAN PEMUDA TAMAN NEGERI) DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN SOSIAL KEAGAMAAN DI DESA TAMAN NEGERI KECAMATAN WAY BUNGUR KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Rahma, Amalia (2025) PERAN ORGANISASI IPTN (IKATAN PEMUDA TAMAN NEGERI) DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN SOSIAL KEAGAMAAN DI DESA TAMAN NEGERI KECAMATAN WAY BUNGUR KABUPATEN LAMPUNG TIMUR. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI BAB I DAN II.pdf] PDF
Download (8MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK RAHMA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

ABSTRAK Ikatan Pemuda Taman Negeri (IPTN) di Desa Taman Negeri, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, berperan dalam menumbuhkan kesadaran sosial keagamaan pemuda melalui berbagai program sosial dan keagamaan. Kegiatan yang dilakukan meliputi IPTN Peduli, pengajian bulanan rutin. gotong royong, senam sehat, peringatan hari nasional, kreativitas ekonomi, peringatan hari besar islam. Dengan adanya IPTN, pemuda lebih aktif dalam kegiatan sosial keagamaan dan berkontribusi dalam pembangunan desa. Organisasi ini dapat berjalan dengan baik karena adanya modal sosial, yang mencakup kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial. Dengan adanya modal sosial tersebut, komunikasi dan kerja sama antaranggota IPTN menjadi lebih kuat, sehingga mendorong partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat. Penelitian ini merumuskan dua rumusan masalah, yaitu yang pertama, bagaimana bentuk-bentuk kesadaran sosial keagamaan pemuda di Desa Taman Negeri dan yang kedua, bagaimana proses IPTN dalam menumbuhkan kesadaran sosial keagamaan di Desa Taman Negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi IPTN terhadap peningkatan kesadaran sosial keagamaan pemuda, serta memahami proses yang dilakukan organisasi ini dalam membangun nilai-nilai sosial dan keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pengurus IPTN, observasi kegiatan organisasi, serta dokumentasi berbagai aktivitas sosial keagamaan yang dilakukan. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling untuk mendapatkan data yang relevan. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan teori modal sosial Robert Putnam, yang menjelaskan bagaimana jaringan sosial, norma, dan kepercayaan dapat memperkuat kolaborasi dan kesadaran sosial keagamaan dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran sosial keagamaan pemuda di Desa Taman Negeri terbentuk melalui peran IPTN yang berlandaskan modal sosial. Proses penumbuhan kesadaran sosial keagamaan pemuda di Desa Taman Negeri melalui IPTN menunjukkan perkembangan yang bertahap dan signifikan. Dalam teori modal sosial Robert Putnam, proses ini berjalan melalui dua bentuk modal sosial, yaitu modal sosial terikat (bonding social capital)dan modal sosial menjembatani (bridging social capital). Modal sosial terikat memperkuat kohesi internal melalui hubungan emosional dan nilai kebersamaan antaranggota IPTN, meskipun tingkat partisipasi masih mengalami variasi. Sementara itu, modal sosial menjembatani memungkinkan IPTN memperluas jangkauan dan pengaruhnya melalui kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal seperti lembaga sosial, kepolisian, dan pusat kesehatan. Sinergi antara modal sosial internal dan eksternal ini meningkatkan relevansi dan adaptabilitas IPTN sebagai agen perubahan sosial keagamaan di desa tersebut. Dampak yang terlihat dari keberadaan IPTN antara lain terbentuknya jaringan sosial yang kokoh, internalisasi norma keagamaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, peningkatan kepercayaan antaranggota komunitas, serta bertambahnya partisipasi aktif pemuda dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan. Hasil ini membuktikan bahwa IPTN berhasil mendorong transformasi sosial yang positif dan berkelanjutan, menjadikan kesadaran sosial keagamaan semakin kuat dan terealisasi dalam praktik nyata di masyarakat Desa Taman Negeri. Kata Kunci: Kesadaran Sosial Keagamaan, Ikatan Pemuda Taman Negeri, Modal Sosial. ABSTRACT Ikatan Pemuda Taman Negeri (IPTN) in Taman Negeri Village, Way Bungur District, East Lampung Regency, plays a role in fostering the socio-religious awareness of youth through various social and religious programs. Activities carried out include IPTN Peduli, monthly religious study sessions, community service, healthy exercise programs, national day commemorations, economic creativity initiatives, and Islamic holiday celebrations. With IPTN, youth become more actively engaged in socio-religious activities and contribute to village development. The organization operates effectively due to the presence of social capital, which includes trust, social norms, and social networks. This social capital strengthens communication and cooperation among IPTN members, encouraging active youth participation in activities that positively impact the community. This study formulates two research questions: first, what are the forms of socio-religious awareness among youth in Taman Negeri Village, and second, how does IPTN foster socio-religious awareness in Taman Negeri Village? The study aims to analyze IPTN's contribution to increasing youth socio-religious awareness and to understand the processes undertaken by the organization in building social and religious values in community life. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data collection was conducted through interviews with IPTN administrators, observations of organizational activities, and documentation of various socio-religious activities. Informants were selected using purposive sampling techniques to obtain relevant data. For data analysis, this study applies Robert Putnam’s social capital theory, which explains how social networks, norms, and trust can strengthen collaboration and socio-religious awareness within a community. The findings indicate that the social-religious awareness of youth in Desa Taman Negeri is shaped through the role of IPTN, which is grounded in social capital. The process of developing this awareness has shown gradual and significant progress. According to Robert Putnam’s theory of social capital, this process occurs through two forms: bonding social capital and bridging social capital. Bonding social capital strengthens internal cohesion through emotional connections and shared values among IPTN members, although the level of participation still varies. Meanwhile, bridging social capital allows IPTN to expand its reach and influence by collaborating with external parties such as social institutions, the police, and health centers. The synergy between internal and external social capital enhances IPTN’s relevance and adaptability as an agent of social and religious change in the village. The impact of IPTN is evident in the formation of strong social networks, the internalization of religious norms in daily life, increased trust among community members, and growing active participation of youth in various socio-religious activities. These outcomes demonstrate that IPTN has successfully driven a positive and sustainable social transformation, making social-religious awareness increasingly strong and tangible in the daily lives of Desa Taman Negeri’s community. Keywords: Socio Religious Awareness, Ikatan Pemuda Taman Negeri, Social Capital.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 24 Jun 2025 03:33
Last Modified: 24 Jun 2025 03:33
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38742

Actions (login required)

View Item View Item