ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARI’AH TERHADAP PERBEDAAN PENETAPAN HARGA JASA PENYEBERANGAN PULAU PARIWISATA (Studi di Pantai Ketapang Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran)

Ahmad, Rizki (2025) ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARI’AH TERHADAP PERBEDAAN PENETAPAN HARGA JASA PENYEBERANGAN PULAU PARIWISATA (Studi di Pantai Ketapang Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PERPUS PUSAT BAB 1 DAN 5.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI AHMAD RIZKI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Islam mengenal dua istilah berbeda mengenai harga barang, yaitu ats-saman (patokan harga suatu barang) dan ats-si‟r (harga berlaku secara aktual dipasar). Allah Swt sangat menganjurkan kepada umat Nya untuk berperilaku adil dalam kehidupan Islam juga pada dasarnya menganut kebebasan terkait bermuamalah, maksudnya yaitu kebebasan dalam melakukan transaksi dengan tetap memegang nilai nilai keadilan. Pemilik kapal di pantai Ketapang, desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran terdapat perebedaan dalam menetapkan harga jasa penyeberangan ke pulau-pualu yang menimbulkan kerugian bagi wisatawan domestik. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu Bagaimana penyebab terjadinya perbedaan penetapan harga jasa pengantaran pulau pariwisata di Pantai Ketapang Kabupaten Pesawaran? Bagaimana Analisis Hukum Ekonomi Syari’ah Terhadap Perbedaan Harga Jasa Penyeberangan Pulau Pariwisata di Pantai Ketapang Kabupaten Pesawaran?.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tolak ukur penetapan harga di tentukan oleh jarak tempuh, pemilik kapal tidak menetapkan harga yang sudah di tetapkan oleh Pengelola Pantai,yakni pulau Mahitam jarak tempuh 500 meter Rp. 200.000, ke pulau Kelagian Besar jarak tempuh 1000 meter Rp. 300.000,Pulau Kelagian Kecil jarak tepuh 1500 meter Rp.400.000, Rp.pulau Pahawang jarak tempuh 2000 meter Rp. 550.000, Rp. Pulau Tanjung Putus jarak tempuh 3500 meter Rp. 900.000. Wisatawan domestik yang menjadi Sasaran utama pemilik kapal menaikkan harga, Pemilik kapal menjual jasa diatas harga yang telah ditentukan, perbedaanya cukup signifikan yakni Rp. 100.000 hingga Rp. 150.000. penyebabnya tejadinya perbedaan harga di dasari ingin mendaptkan keuntungan yang lebh. Pemilik kapal sudah melanggar prinsip bermuamalah yakni tidak memilahara nilai keadilan dan transaksi yang dilarang oleh islam yakni ghabn fahisy menjual diatas harga yang telah di tetapkan. Kata Kunci: Penetapan Harga Jasa, Penyebrangan Kapal, Analisis Hukum Ekonomi Syari’ah. ABSTRACT Islam recognizes two distinct terms regarding the pricing of goods: ats-saman (the benchmark or reference price of a product) and ats-si’r (the actual price prevailing in the market). Allah SWT strongly encourages His followers to act justly in life. Islam, at its core, also embraces the principle of freedom in economic transactions (muamalah), meaning the freedom to engage in trade as long as the values of justice are upheld. At Ketapang Beach, located in Batu Menyan Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, there is a disparity among boat owners in setting the prices for transportation services to the surrounding islands. This price inconsistency has caused losses for domestic tourists. The problem formulation in this study is: What are the causes of price differences in transportation services to tourist islands at Ketapang Beach, Pesawaran Regency? How does Sharia Economic Law analyze the price discrepancies in island crossing services at Ketapang Beach, Pesawaran Regency? This research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach. The data sources used in this study consist of both primary and secondary data. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation.. The results of the study show that the pricing benchmarks are determined by travel distance. However, boat owners do not adhere to the prices set by the beach management. For example, the designated prices are: Mahitam Island (500 meters): IDR 200,000 Kelagian Besar Island (1,000 meters): IDR 300,000 Kelagian Kecil Island (1,500 meters): IDR 400,000 Pahawang Island (2,000 meters): IDR 550,000 Tanjung Putus Island (3,500 meters): IDR 900,000 Domestic tourists, who are the primary target of the boat owners, often face price hikes. Boat owners charge significantly above the established rates, with differences ranging from IDR 100,000 to IDR 150,000. The main reason for these discrepancies is the boat owners’ desire to gain higher profits. This practice violates the principles of muamalah (Islamic economic transactions), particularly by failing to uphold the value of fairness and engaging in transactions prohibited in Islam, such as ghabn fahisy—selling at an excessively inflated price. Keywords: Pricing of Services, Ship Crossings, Analysis of Islamic Economic Law.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 10 Jun 2025 02:54
Last Modified: 10 Jun 2025 02:54
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38576

Actions (login required)

View Item View Item