IRFANI, JOHAN (2025) PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENGULANGAN AKAD NIKAH DISEBABKAN HAMIL DI LUAR NIKAH DALAM MASYARAKAT ADAT PEPADUN MARGA TEGAMOAN (Studi Kasus Desa Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Pengulangan akad nikah disebabkan hamil diluar nikah banyak terjadi di Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Lampung Pepadun, yang dimana apabila wanita hamil diluar nikah lalu dinikahkan maka sesudah anak tersebut lahir, mereka dinikahkan secara ulang dan dihadiri tokoh-tokoh adat dan agama, dan kedua belah pihak keluarga perempuan maupun laki-laki. Lalu membayar denda adat. Dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia yang diatur dalam Keppers Nomor 1 Tahun 1991 dan Keputusan Mentri Agama Nomor 154/1991 disebutkan bahwa seorang wanita hamil diluar nikah hanya dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya. Perkawinan dengan wanita hamil tersebut dapat dilaksanakan secara langsung tanpa menunggu wanita itu melahirkan, tidak diperlukan kawin ulang (tajdidun nikah). Berdasarkan hal tersebut yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pandangan pengulangan akad nikah bagi wanita hamil di luar nikah menurut hukum adat pepadun dan Bagaimana Pandangan Hukum Islam terhadap pengulangan akad nikah bagi wanita hamil di luar nikah di Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Lampung Pepadun Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptif kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data dan deskriftif berupa kata-kata atau gambar, sehinngga tidak menekankan pada angka, tetapi lebih menekankan pada makna proses pengumpulan akad nikah disebabkan hamil diluar nikah yang terjadi dalam masyarakat adat pepadun, melalui wawancara secara langsung dengan narasumber, semacam percakapan yang bertujuan memperoleh informasi atau dapat diartikan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan tanya jawab antara peneliti dengan obyek yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat faktor yang melatarbelakangi mereka melaksanakan pengulangan akad nikah disebabkan hamil diluar nikah dalam masyarakat adat pepadun dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi , dalam pandangan hukum Islam, pengulangan akad nikah hanya perlu dilakukan jika sebelumnya belum ada akad nikah yang sah. Namun, dalam pandangan hukum Islam, pengulangan akad nikah hanya perlu dilakukan jika sebelumnya belum ada akad nikah yang sah. jika sudah ada pernikahan sah, maka tidak perlu ada pengulangan akad nikah Kata kunci : Pengulangan,Akad Nikah,Wanita Hamil di Luar Nikah. ABSTRACT The repetition of marriage contracts due to pregnancy outside of marriage is common in Panaragan Tiyuh, Tulang Bawang Tengah Subdistrict, Lampung Pepadun, where if a woman is pregnant outside of marriage and then married, then after the child is born, they are married again and attended by traditional and religious leaders, and both sides of the female and male families. Then pay a customary fine. In the Compilation of Islamic Law in Indonesia, which is regulated in Keppers Number 1 of 1991 and Decree of the Minister of Religious Affairs Number 154/1991, it is stated that a pregnant woman outside of marriage can only be married to the man who impregnates her. Marriage with the pregnant woman can be carried out directly without waiting for the woman to give birth, no remarriage is required (tajdidun nikah). Based on this, the problem in this study is How is the view of repeating the marriage contract for pregnant women outside of marriage according to Pepadun customary law and How is the view of Islamic Law on repeating the marriage contract for pregnant women outside of marriage in Tiyuh Panaragan, Tulang Bawang Tengah District, Lampung Pepadun. This research uses field research and is descriptive qualitative, namely research procedures that produce data and descriptive in the form of words or images, so it does not emphasize numbers, but emphasizes more on the meaning of the process of collecting marriage contracts due to pregnancy outside of marriage that occurs in the Pepadun traditional community, through direct interviews with sources, a kind of conversation aimed at obtaining information or it can be interpreted as a data collection technique carried out by question and answer between the researcher and the object under study. The results of this study indicate that there are factors that motivate them to repeat the marriage contract due to pregnancy outside of marriage in the pepadun traditional community as a form of respect for customs and traditions, in the view of Islamic law, repetition of the marriage contract only needs to be done if there has not been a valid marriage contract before. However, in the view of Islamic law, the repetition of the marriage contract only needs to be done if there has not previously been a valid marriage contract. if there is already a valid marriage, then there is no need to repeat the marriage contract. Keywords: Repetition, Marriage Contract, Pregnant Women Outside of Marriage.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 04 Jun 2025 04:18 |
| Last Modified: | 04 Jun 2025 04:18 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38559 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


