Malinda, Khosiah (2025) KOMUNIKASI DAKWAH PENGHULU PADA PELAKSANAAN KURSUS CALON PENGANTIN (SUSCATIN) DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH DI KUA KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan lembaga pemerintah yang berperan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, salah satunya adalah penyelenggaraan Kursus Calon Pengantin (SUSCATIN). Kursus ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman keagamaan kepada calon pengantin agar mampu membentuk rumah tangga yang harmonis, bahagia, dan sakinah. Dalam pelaksanaan kegiatan SUSCATIN di KUA Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, penghulu/penasihat perkawinan memainkan peran strategis sebagai komunikator dakwah yang menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada peserta kursus. Komunikasi dakwah yang disampaikan meliputi aspek akidah, syariah, dan akhlak, dengan harapan dapat memberikan dampak positif dalam membentuk karakter dan kesiapan calon pengantin menjalani kehidupan rumah tangga sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pesan komunikasi dakwah disampaikan oleh penghulu dalam kegiatan SUSCATIN dan sejauh mana pengaruhnya terhadap pembentukan keluarga sakinah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari penghulu, penyuluh agama, calon pengantin serta pasangan suami dan istri yang mengikuti kegiatan SUSCATIN di KUA Kecamatan Jati Agung. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah yang dilakukan oleh penghulu dalam kegiatan SUSCATIN sudah mencakup unsur-unsur dakwah seperti materi (maddah), metode (thariqah), serta feedback (atsar) dari mad‟u atau peserta. Penyampaian pesan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan simulasi ijab qabul, dengan pendekatan persuasif dan edukatif. Namun demikian, pelaksanaan kursus masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan waktu, kurangnya interaksi dua arah, serta gaya penyampaian materi yang cenderung monoton sehingga belum sepenuhnya efektif dalam menjangkau pemahaman calon pengantin. Meskipun begitu, secara keseluruhan, pesan komunikasi dakwah yang disampaikan penghulu dalam pelaksanaan SUSCATIN telah memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapan calon pengantin menuju kehidupan berumah tangga yang sakinah. Untuk meningkatkan efektivitas penyampaian dakwah, perlu dilakukan inovasi dalam metode penyampaian, pelatihan komunikasi bagi penghulu, serta penguatan kolaborasi antara KUA dan instansi terkait. Dengan demikian, diharapkan pelaksanaan SUSCATIN dapat lebih optimal dalam membentuk keluarga muslim yang kuat secara spiritual, emosional, dan sosial. Kata Kunci: Komunikasi Dakwah, Penghulu, SUSCATIN, Keluarga Sakinah, KUA Jati Agung. ABSTRACK The Office of Religious Affairs (KUA) is a government institution that plays a significant role in delivering religious services at the district level. One of its main programs is the Pre-Marital Course, known as SUSCATIN, which aims to equip prospective spouses with essential Islamic knowledge and marital preparation to form harmonious and sakinah (serene) families. In the implementation of SUSCATIN at KUA Jati Agung District, South Lampung Regency, marriage officiants (penghulu) serve as religious advisors and communicators who deliver Islamic messages through da’wah communication. These messages include elements of Islamic creed (aqidah), jurisprudence (syariah), and moral conduct (akhlaq), aiming to prepare prospective couples spiritually and mentally for married life. This research was conducted to explore and analyze the da’wah messages conveyed by penghulu in the SUSCATIN program and to examine their impact on the formation of sakinah families. The study used a qualitative descriptive approach, employing interviews, participant observation, and documentation as data collection methods. Informants consisted of marriage officials, religious counselors, and prospective brides and grooms who participated in SUSCATIN activities. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Findings indicate that the da’wah communication practiced by penghulu integrates essential components of da’wah, such as content (maddah), method (thariqah), and the feedback (atsar) of the audience (mad’u). The delivery methods include lectures, discussions, and simulation of the marriage vow (ijab qabul), emphasizing an educational and persuasive approach. However, several obstacles were identified, including limited interaction between communicator and audience, short session durations, and lack of varied delivery techniques, which in some cases hinder comprehension and engagement. Nevertheless, the overall implementation of da’wah communication in SUSCATIN has contributed positively to enhancing participants’ understanding, awareness, and readiness to build Islamic families. To further improve its effectiveness, innovative delivery strategies, enhanced communication training for penghulu, and strengthened institutional collaboration are essential. These improvements are expected to maximize the role of SUSCATIN in fostering resilient Muslim families grounded in Islamic principles and values. Keywords: Da’wah Communication, Penghulu, Pre-Marital Course, Sakinah Family, KUA Jati Agung.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 02 Jun 2025 03:22 |
| Last Modified: | 02 Jun 2025 03:22 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38522 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


