NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DESA WISATA KAMPUNG TUDUNG GRUJUGAN KECAMATAN PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN

ANA, SIFATUR ROHMAH (2025) NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DESA WISATA KAMPUNG TUDUNG GRUJUGAN KECAMATAN PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI ANA.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of BAB 1 2 DAPUS.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Nilai Moderasi beragama adalah prinsip-prinsip yang mendorong sikap seimbang, toleran, dan inklusif dalam menjalankan ajaran agama. Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam menjaga keharmonisan dan toleransi ditengah keberagaman masyarakatnya. Salah satu desa yang memilik keragaman tersebut adalah Desa Grujugan. Keragaman agama tercermin dalam masyarakatnya yang masih menjaga nilai-nilai dan adat istiadat seperti desa lainnya. Keberagaman ini dapat memicu konflik yang disebabkan kurangnya rasa menghargai antara umat beragama atau saling mengunggulkan kelompoknya masing-masing. Namun pada faktanya masyarakat di desa tersebut mampu menjaga keharmonisan dan interaksi antar agama. Selain itu desa Grujugan juga dikenal sebagai desa wisata karena mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pengrajin tudung. Maka dari itu desa ini diresmikan sebagai Desa Wisata Kampung Tudung Grujugan. Interaksi sosial yang terjalin di Desa Wisata Kampung Tudung Grujugan adalah sikap saling menghargai dan menghormati dalam urusan sosial kemasyarakatan. Sebagai wujud moderasi beragama yaitu kerukunan dan membantu satu sama lain. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, bagaimana bentuk-bentuk interaksi sosial masyarakat islam dan kristen di Desa Wisata Kampung Tudung Grujugan Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen dan apa saja nilai-nilai moderasi beragama pada interaksi sosial masyarakat Desa Wisata Kampung Tudung Grujugan Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk interaksi sosial masyarakat islam dan kristen di Desa Wisata Kampung Tudung Grujugan Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen dan apa saja nilai-nilai moderasi beragama pada interaksi sosial masyarakat Desa Wisata Kampung Tudung Grujugan Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan di lapangan atau field search. Penelitian ini bersifat deskriptif yang menggambarkan keadaan dan kejadian atas suatu objek secara objektif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dimana peneliti mengamati secara langsung di lapangan, wawancara yang dimana peneliti berkomunikasi untuk memperoleh informasi dengan pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling dan didukung dengan dokumentasi kegiatan. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori moderasi beragama Lukman Saifudin Hakim dan teori interaksi simbolik Herbert Blumer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bentuk-bentuk interaksi sosial masyarakat islam dan kristen di Desa Wisata Kampung Tudung Grujugan yaitu bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif yang dikategorikan menjadi tiga yaitu kerjasama, akomodasi, dan asimilasi. Bentuk interaksi dalam kerjasama yaitu gotong royong dalam hal kebersihan dan pembuatan tudung, kegiatan saling mengundang dalam acara jahatan maupun syukuran, dan kegiatan takziah. Bentuk interaksi sosial kategori akomodasi yaitu kegiatan halal bihalal dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Natal serta kegiatan rutin per-RT. Selain itu, bentuk interaksi sosial dalam kategori asimilasi yaitu pentas seni kolaborasi dan kegiatan ekonomi Wisata kampung Tudung Grujugan. Seluruh bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi pada masyarakat islam dan kristen di pengaruhi oleh faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati.Nilai-nilai moderasi beragama pada interaksi sosial masyarakat Desa Wisata Kampung Tudung Grujugan yaitu mengarah kepada indikator inti moderasi beragama seperti komitmen keseimbangan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Nilai komitmen kebangsaan tercermin pada kegiatan perayaan HUT RI. Nilai toleransi tercermin dalam sikap menghargai perbedaan keyakinan yang ada pada masyarakat. Lalu, nilai anti kekerasan dan akomodatif terhadap budaya lokal tercermin pada sikap untuk melestarikan budaya-budaya lokal seperti kerajinan tudung tanpa ada konflik dalam melestarikannya. Kata Kunci : Nilai Moderasi Beragama, Interaksi Sosial. ABSTRACT The values of religious moderation are principles that encourage balanced, tolerant, and inclusive attitudes in practicing religious teachings. Religious moderation is an important concept in maintaining harmony and tolerance in a diverse society. One of the villages that embodies this diversity is Grujugan Village. Religious diversity is reflected in its community, which continues to uphold values and customs like other villages. This diversity can lead to conflict, which may stem from a lack of respect between different religious groups or from each group prioritizing its own interests. However, in reality, the community in this village is able to maintain harmony and interfaith interactions. Moreover, Grujugan Village is also known as a tourist village because the majority of its residents work as craftsmen of "tudung" (headgear). Therefore, the village has been officially designated as the Tudung Village Tourism Village of Grujugan. The social interactions that take place in the Tudung Village Tourism Village of Grujugan are based on mutual respect and regard for social matters. This is a manifestation of religious moderation, which is reflected in the harmony and mutual assistance among the community. The research problem in this study is to explore the forms of social interaction between the Muslim and Christian communities in the Tudung Village Tourism Village of Grujugan, Petanahan District, Kebumen Regency, and to identify the values of religious moderation in these social interactions. The purpose of this research is to understand the forms of social interaction between the Muslim and Christian communities in the Tudung Village Tourism Village of Grujugan, Petanahan District, Kebumen Regency, and to identify the values of religious moderation in these social interactions.This research uses a qualitative method conducted in the field or through field search. The study is descriptive, aiming to objectively describe the situation and events concerning a specific subject. The data collection techniques used in this study include observation, where the researcher directly observes in the field, interviews, where the researcher communicates to gather information from informants selected using purposive sampling, and supporting documentation of activities. The theories used to analyze this research are the theory of religious moderation by Lukman Saifudin Hakim and the symbolic interaction theory by Herbert Blumer. The results of this study show that the forms of social interaction between the Muslim and Christian communities in the Tudung Village Tourism Village of Grujugan are asociative in nature and can be categorized into three types: cooperation, accommodation, and assimilation. The form of interaction in cooperation includes mutual cooperation in cleanliness and the production of tudung, mutual invitations to events such as a "hajatan" (traditional ceremony) or thanksgiving, and activities like condolence visits (takziah). Meanwhile, the forms of interaction in the accommodation category include the "halal bihalal" event during the celebration of Eid al-Fitr and Christmas, as well as routine activities at the neighborhood level (per-RT). In addition, the forms of social interaction in the assimilation category include collaborative art performances and economic activities related to the Tudung Village Tourism.All these forms of social interaction between the Muslim and Christian communities are influenced by factors such as imitation, suggestion, identification, and sympathy. The values of religious moderation in the social interactions of the community in the Tudung Village Tourism Village of Grujugan align with key indicators of religious moderation, such as a commitment to balance, tolerance, anti violence, and accommodation of local culture. The value of national commitment is reflected in the celebration of Indonesia's Independence Day. Tolerance is evident in the respect shown for the differences in beliefs within the community. Additionally, the values of anti-violence and accommodation to local culture are reflected in the efforts to preserve local traditions, such as tudung craftsmanship, without any conflicts arising in the process. Keywords: Religious Moderation Values, Social Interaction.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 21 May 2025 03:39
Last Modified: 21 May 2025 03:39
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38398

Actions (login required)

View Item View Item