FATHATUN, HASNYAH (2025) LAYANAN KONSELING INDIVIDU DENGAN PENDEKATAN REBT (RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY) DALAM MENANGANI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi Kasus di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan salah satu permasalahan sosial yang serius dan terus menjadi perhatian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lampung Selatan, dalam periode Januari-Juli 2024 tercatat 48 kasus kekerasan dan 11 diantaranya adalah kekerasan dalam rumah tangga. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lampung Selatan memegang peran penting dalam memberikan layanan kepada korban KDRT. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan layanan konseling individu yang bertujuan memberikan dukungan emosional, membantu korban memahami hak-hak mereka, dan membimbing mereka dalam proses pemulihan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif ini digunakan sebagai metode untuk menggambarkan objek penelitian yang berada di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kab. Lampung Selatan. Sumber data primer pada penelitian ini lima orang yang terdiri dari tiga orang korban kekerasan dalam rumah tangga, satu konselor dan satu informan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lampung Selatan. Sumber data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan hasil penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga tahapan, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif, dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan terakhir pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapatkan ialah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lampung Selatan memiliki peran utama dalam menangani korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Terdapat tiga indikator penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, yakni, adanya hubungan kekuasaan yang tidak seimbang antara suami dan istri, ketergantungan ekonomi, dan kekerasan sebagai penyelesaian konflik. Pendekatan REBT dalam konseling individu di Dinas PPPA Kabupaten Lampung Selatan merupakan metode yang efektif dalam membantu korban KDRT mengatasi trauma dan membangun kembali kepercayaan diri. Proses konseling ini dilakukan melalui tiga tahapan utama: identifikasi masalah, intervensi REBT, dan evaluasi. Namun, efektivitasnya bergantung pada kesiapan korban, dukungan sosial, serta sumber daya yang tersedia di lembaga tersebut. Kata Kunci: Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Konseling Individu, Rational Emotive Behavior Therapy. ABSTRACT Domestic violence (DV) is a serious social problem that continues to be a concern in Indonesia, including in South Lampung Regency. Based on data from the Women's Empowerment and Child Protection Service of South Lampung Regency, in the period January July 2024, 48 cases of violence were recorded and 11 of them were domestic violence. The Women's Empowerment and Child Protection Service (PPPA) of South Lampung Regency plays an important role in providing services to victims of domestic violence. One of the efforts made is to provide individual counseling services that aim to provide emotional support, help victims understand their rights, and guide them in the recovery process. The research method used is qualitative, descriptive qualitative. This descriptive research is used as a method to describe the research object located in the Women's Empowerment and Child Protection Service (PPPA) of South Lampung Regency. The primary data source in this study uses a case study target of five people consisting of three victims of domestic violence, one counselor and one informant at the Women's Empowerment and Child Protection Service of South Lampung Regency. Secondary data sources come from history, vision-mission, and other data regarding the PPPA Service of South Lampung Regency. The data collection technique uses three stages, namely observation, interviews, and documentation. While the data analysis technique uses an interactive data analysis model, with stages of data collection, data reduction, data presentation, and finally drawing conclusions. The results obtained are that the South Lampung Regency Women's Empowerment and Child Protection Office (PPPA) has a major role in dealing with victims of domestic violence (KDRT). There are three indicators of the causes of domestic violence, namely, the existence of an unbalanced power relationship between husband and wife, economic dependence, and violence as a conflict resolution. The REBT approach in individual counseling at the PPPA Office of South Lampung Regency is an effective method in helping victims of domestic violence overcome trauma and rebuild self-confidence. The counseling process is conducted through three main stages: problem identification, REBT intervention, and evaluation. However, its effectiveness depends on the victim's readiness, social support, and resources available at the agency. Keywords: Domestic violence, Individual Counseling, Rational Emotive Behavior Therapy.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 20 May 2025 08:03 |
| Last Modified: | 20 May 2025 08:03 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38390 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


