ANALISIS SIYĀSAH TANFĪẒIYYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 35 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG LINGKUP WILAYAH TERHADAP PEMANFAATAN JALAN RAYA SEBAGAI TEMPAT MENJEMUR KOPI DAN PADI ( Studi di Desa Alundua Kecamatan Muaradua Kisam Kabupaten OKU Selatan Sumatra Selatan )

JORIAN, ANUGRAH (2025) ANALISIS SIYĀSAH TANFĪẒIYYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 35 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG LINGKUP WILAYAH TERHADAP PEMANFAATAN JALAN RAYA SEBAGAI TEMPAT MENJEMUR KOPI DAN PADI ( Studi di Desa Alundua Kecamatan Muaradua Kisam Kabupaten OKU Selatan Sumatra Selatan ). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 JORIAN.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of SKRIPSI JORIAN ANUGRAH .pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Secara fungsi jalan raya semestinya hanya digunakan sebagai jalur bagi kendaraan dengan tujuan mempermudah akses kesuatu tempat, maka semua kegiatan selain sebagai jalur kendaraan maka dapat dikatakan sebagai penyalahgunaan jalan raya. Salah satu masalah penyalahgunaan jalan raya terjadi di Desa Alundua Kecamatan Muaradua Kisam dengan memanfaatkan jalan raya sebagai tempat menjemur kopi dan padi yang dilakukan oleh masyarakat.. Maka timbulah masalah ketidak sesuaian prilaku masyarakat terhadap pemanfaatan tata ruang wilayah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 13 tahun 2012 pasal 35 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. hal ini menimbulkan pertanyaan dari sisi hukum terhadap pengimplementasian peraturan daerah pasal 35 nomor 13 tahun 2012 dan Siyāsah Tanfīẓiyyah terhadap penyalahgunaan jalan raya sebagai tempat menjemur kopi dan padi di desa Alundua Kecamatan Muaradua Kisam yang berdalil dari Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan mengedepankan case studi sebagai cara pengambilan data. Melihat dari permasalahan penjemuran kopi dan padi di jalan raya desa Alundua Kecamatan Muaradua kisam maka ini maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemerintah menangani hal ini dengan mengimplementasikan peraturan daerah kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan pasal 35 no 13 tahun 2012 dan untuk mengetahui bagaimana pandangan hukum agama dan Siyāsah Tanfīẓiyyah terhadap pengimplementasian peraturan daerah kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan pasal 35 nomor 13 tahun 2012, dengan mengambil data-data yang ada dilapangan dengan melalui wawancara, Observasi, dan mengambil dokumentasi yang ada pada masyarakat. Hasil dari Implementasi pasal 35 Peratran Daerah Kabupaten OKU Selatan Nomor 13 tahun 2012 terhadap pemanfaatan jalan raya sebagai tempat menjemr kopi dan padi di Desa Alundua sudah terlaksana dengan upaya sosialisasi pemerintah kecamatan Muaradua Kisam pada tahun 2015 yang bekerjasama dengan pemerintah Desa Alundua, dilanjutkan dengan razia yang dilakukan oleh pemerintah Kecamatan Muaradua Kisam dan pihak kepolisian pada tahun 2022 sebagai bentuk teguran bagi masyarakat yang masih memanfaatkan jalan raya sebagai tempat menjemur kopi dan padi. Pandangan Siyāsah Tanfīẓiyyah terhadap Implementasi pasal 35 Peraturan Daerah Kabupaten OKU Selatan nomor 13 tahun 2012 terhadap pemanfaatan jalan raya sebagai tempat menjemur kopi dan padi, merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga tata ruang lingkup wilayah dengan tujuan menciptakan kesejahteraan dalam masyarakat. Undang-undang ini dilihat sebagai instrumen yang sah dalam menyelenggarakan urusan masyarakat demi kebaikan dan kesejahteraan. Kata Kunci : Implementasi, Peraturan Daerah, Jalan Raya, Kopi dan Padi. ABSTRACT Functionally the highway should only be used as a route for vehicles with the aim of facilitating access to a place, so all activities other than as a vehicle route can be said to be misuse of the highway. One of the problems with misuse of highways occurs in Alundua Village, Muaradua Kisam District, when the community uses the highway as a place to dry coffee and rice. So the problem of inappropriate community behavior regarding the use of regional spatial planning in accordance with Regional Regulation Number 13 of 2012 arises. 35 concerning the Regional Spatial Plan for South Ogan Komering Ulu Regency. This raises questions from a legal perspective regarding the implementation of regional regulations article 35 number 13 of 2012 and Siyāsah Tanfīẓiyyah regarding the misuse of highways as places to dry coffee and rice in Alundua village, Muaradua Kisam District, which is based on the Koran and Hadith. This research is qualitative in nature by prioritizing case studies as a way of collecting data. Looking at the problem of drying coffee and rice on the main road in Alundua village, Muaradua Kisam District, this research aims to find out how the government handles this by implementing the South Ogan Komering Ulu district regional regulations article 35 no 13 of 2012 and to find out how religious law views it and Siyāsah Tanfīẓiyyah towards the implementation of South Ogan Komering Ulu district regional regulations article 35 number 13 of 2012, by taking data available in the field through interviews, observations, and taking existing documentation from the community. The results of the implementation of Article 35 of South OKU Regency Regional Regulation Number 13 of 2012 regarding the use of roads as places to dry coffee and rice in Alundua Village have been implemented with socialization efforts by the Muaradua Kisam sub-district government in 2015 in collaboration with the Alundua Village government, followed by raids carried out by the Muaradua Kisam District government and the police in 2022 as a form of warning to people who still use the highway as a place to dry coffee and rice. The view of Siyāsah regarding the implementation of article 35 of South OKU Regency Regional Regulation number 13 of 2012 regarding the use of highways as places to dry coffee and rice, is a form of government responsibility in maintaining regional scope with the aim of creating prosperity in society. This law is seen as a legitimate instrument in carrying out community affairs for good and welfare. Keywords : Implementation, Local Regulation, Highway, Coffee end Rice.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Siyasah (Hukum Tata Negara)
Divisions: Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 20 May 2025 06:40
Last Modified: 20 May 2025 06:40
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38371

Actions (login required)

View Item View Item