ARMA, IMBA SAFITRI (2025) BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SLBN SUKAMAJU KABUPATEN LAMPUNG UTARA. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Seperti yang diketahui bahwa anak tunagrahita kemampuan kognitifnya berbeda setiap anak. Oleh karna itu dalam belajar siswa tunagrahita kesulitan untuk fokus dan juga kurang memahami apa yang telah dijelaskan. Beberapa siswa tunagrahita juga sering absen masuk sekolah karna kurangnya motivasi belajar anak tersebut seringkali merasa malas dan bosan dengan metode belajar yang kurang menyenangkan. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bimbingan Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Tunagrahita Ringan Di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Sukamaju Kabupaten Lampung Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang dimana bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yaitu 6 siswa tunagrahita yang memiliki permasalahan perihal motivasi belajar, 1 guru bimbingan konseling dan 1 guru kelas atau guru pendamping anak tunagrahita, Pengambilan seluruh sampel 8 orang dikarenakan menggunakan teknik purposive sampling adalah teknik pengambilan data dengan pertimbangan tertent.. Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku, dokumen, internet dan media cetak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur, kemudian observasi non partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis data Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dalam Bimbingan Klasikal di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Sukamaju Kabupaten Lampung Utara dilaksanakan melalui Tiga tahap yaitu: Pertama Persiapan, yaitu konselor menyiapkan materi, media, waktu dan tempat pelaksanaan. Kedua Pelaksanaan, terbagi menjadi 3 tahap yaitu: a) Tahap Awal, Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan membangun hubungan dengan anak tunagrahita agar terciptanya hubungan komunikasi yang baik antara konselor dengananak tunagrahita. b) Tahap inti, yaitu pemberian materi bimbingan klasikal, dalam prosesnya bimbingan yang diberikan kepada remaja yaitu mengenai materi yang berkaitan dengan cara-cara meningkatkan motivasi belajar yaitu melakukan kegiatan pra menulis, latihan menjiplak huruf, latihan menyalin kata. c) Tahap penutup, yaitu membuat kesimpulan dari kegiatan bimbingan klasikal serta menutup dan mengakhiri kegiatan bimbingan klasikal melalui salam dan do’a. Ketiga Evaluasi, pada bimbingan klaiskal yang penulis teliti, evaluasi dilakukan evaluasi segera yaitu evaluasi yang dilakukan pada saat akhir kegiatan bimbingan, kemudian setelah konselor mengevaluasi pada saat akhir kegiatan bimbingan guna melihat perkembangan minat belajar anak tunagrahita tersebut. Kemudian tindak lanjut (folow up) pada hal ini tindak lanjut yang diberikan oleh pihak Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Negeri Sukamaju berupa diberikannya konseling lanjutan terhadap anak tunagrahita. Kegiatan bimbingan klasikal ini dinilai memberikan hasil yang baik dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Kata Kunci: Bimbingan Klasikal, Motivasi Belajar, Anak Tunagrahita. ABSTRACT As is known that children with intellectual disabilities have different cognitive abilities for each child. Therefore, in learning, students with intellectual disabilities have difficulty focusing and also do not understand what has been explained. Some students with intellectual disabilities are also often absent from school because of a lack of motivation to learn. These children often feel lazy and bored with learning methods that are less enjoyable. So the formulation of the problem in this study is Guidance to Improve Learning Motivation for Students with Mild Intellectual Disabilities at the Sukamaju State Special School (SLBN), North Lampung Regency. This type of research is field research which is descriptive qualitative. The primary data sources in this study amounted to 8 people, namely 6 mentally retarded students who have problems regarding learning motivation, 1 guidance and counseling teacher and 1 class teacher or accompanying teacher for mentally retarded children. The total sample of 8 people was taken because using the purposive sampling technique is a data collection technique with certain considerations. While the secondary data sources in this study were obtained from books, documents, the internet and print media. The data collection techniques used were unstructured interviews, then non-participant observation, and documentation. The data analysis technique used is the Miles and Huberman data analysis model, which consists of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study obtained are that in Classical Guidance at the Sukamaju State Special School (SLBN), North Lampung Regency, it is carried out through Three stages, namely: First Preparation, namely the counselor prepares materials, media, time and place of implementation. Second Implementation, divided into 3 stages, namely: a) Initial Stage, At this stage the activities carried out are building relationships with mentally retarded children in order to create good communication relationships between the counselor and the mentally retarded child. b) Core stage, namely providing classical guidance material, in the process the guidance given to adolescents is regarding material related to ways to increase learning motivation, namely carrying out pre-writing activities, practicing tracing letters, practicing copying words. c) Closing stage, namely making conclusions from classical guidance activities and closing and ending classical guidance activities through greetings and prayers. Third Evaluation, in the classical guidance that the author studied, evaluation was carried out immediately, namely an evaluation carried out at the end of the guidance activity, then after the counselor evaluated at the end of the guidance activity to see the development of the learning interest of the mentally retarded child. Then the follow-up (follow up) in this case the follow-up provided by the Sukamaju State Special School (SLBN) in the form of providing further counseling for mentally retarded children. This classical guidance activity is considered to provide good results and in accordance with the goals to be achieved. Keywords: Classical Guidance, Learning Motivation, Mentally Retarded Children.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 08 May 2025 04:49 |
| Last Modified: | 08 May 2025 04:50 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38276 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


