MOTIVASI PELAKSANAAN TRADISI CHENG BENG PADA KOMUNITAS TIONGHOA (YAYASAN HAKKA METTA) DI BANDAR LAMPUNG

MEYLINDA, PUJIYANTI LESTARI (2025) MOTIVASI PELAKSANAAN TRADISI CHENG BENG PADA KOMUNITAS TIONGHOA (YAYASAN HAKKA METTA) DI BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT BAB 1 DAN 2.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI MEYLINDA PUJIYANTI LESTARI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Yayasan Hakka Metta adalah sebuah komunitas Tionghoa di Bandar Lampung yang masih menjaga warisan budaya mereka, yaitu tradisi Cheng Beng. Tradisi Cheng Beng yang melibatkan upacara pemakaman untuk menghormati leluhur, telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Tionghoa. Penelitian ini berfokus pada bagaimana tradisi ini dipelihara di era modern, serta bagaimana individu dan komunitas menemukan makna dan motivasi dalam melaksanakan ritual tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan tradisi Cheng Beng di Yayasan Hakka Metta Sarana? (2) Apa makna dari pelaksanaan tradisi Cheng Beng secara simbolik, spiritual, dan sosial? (3) Apa motivasi individu dalam melaksanakan tradisi Cheng Beng? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang menggabungkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan tiga informan utama, yaitu Aleysius Bunawan Candra, Indra Halim, dan Ali Kuku, yang merupakan anggota aktif dari komunitas tersebut. Observasi dilakukan pada saat pelaksanaan tradisi Cheng Beng, sementara dokumentasi digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh dari kedua metode tersebut. Hasil penelitian menemukan dua hal. Pertama, makna tradisi Cheng Beng di Yayasan Hakka Metta Sarana secara simbolik, spiritual, dan sosial. Secara simbolik, Cheng Beng menghubungkan individu dengan leluhur mereka, memperkuat identitas budaya Tionghoa, serta melestarikan nilai-nilai keluarga dan sejarah. Secara spiritual, tradisi ini memperdalam hubungan antara individu dengan leluhur dan dunia spiritual, memberikan rasa kedamaian, perlindungan, dan berkat. Secara sosial, Cheng Beng berfungsi sebagai momen untuk mempererat ikatan keluarga dan memperkuat solidaritas antar anggota komunitas. Kedua, motivasi individu dalam melaksanakan tradisi Cheng Beng dikategorisasi sebagai bentuk kebutuhan sosial, yaitu pelaksanaan Cheng Beng memenuhi kebutuhan akan kebersamaan dan keterikatan dengan keluarga serta komunitas. Pada tingkat kebutuhan penghargaan, ritual ini memperkuat rasa harga diri dan identitas budaya melalui penghormatan terhadap leluhur. Pada tingkat keamanan, individu merasa terlindungi dan diberkahi oleh leluhur. Di tingkat aktualisasi diri, pelaksanaan tradisi ini memberikan pemahaman lebih dalam mengenai makna hidup dan warisan budaya yang membawa individu pada pencapaian pribadi yang lebih tinggi. Kata Kunci: Tradisi Cheng Beng, Hakka Metta, Motivasi. ABSTRACT Hakka Metta Foundation is a Chinese community in Bandar Lampung that still maintains their cultural heritage, namely the Cheng Beng tradition. The Cheng Beng tradition, which involves funeral ceremonies to honor ancestors, has become an important part of the social and spiritual life of the Chinese community. This study focuses on how this tradition is maintained in the modern era, and how individuals and communities find meaning and motivation in carrying out the ritual. The formulation of the problem in this study are: (1) How is the implementation of the Cheng Beng tradition at the Hakka Metta Sarana Foundation? (2) What is the meaning of implementing the Cheng Beng tradition symbolically, spiritually, and socially? (3) What is the motivation of individuals in carrying out the Cheng Beng tradition? The research method used is qualitative with a case study approach, which combines in-depth interviews, observation, and documentation. Interviews were conducted with three main informants, namely Aleysius Bunawan Candra, Indra Halim, and Ali Kuku, who are active members of the community. Observations were made during the implementation of the Cheng Beng tradition, while documentation was used to complement the data obtained from the two methods. The results of the study found two things. First, the meaning of the Cheng Beng tradition at the Hakka Metta Sarana Foundation symbolically, spiritually, and socially. Symbolically, Cheng Beng connects individuals with their ancestors, strengthens Chinese cultural identity, and preserves family values and history. Spiritually, this tradition deepens the relationship between individuals with their ancestors and the spiritual world, providing a sense of peace, protection, and blessings. Socially, Cheng Beng functions as a moment to strengthen family ties and strengthen solidarity among community members. Second, the motivation of individuals in carrying out the Cheng Beng tradition is categorized as a form of social need, namely the implementation of Cheng Beng fulfills the need for togetherness and attachment to family and community. At the level of appreciation needs, this ritual strengthens self-esteem and cultural identity through respect for ancestors. At the level of security, individuals feel protected and blessed by their ancestors. At the level of self-actualization, the implementation of this tradition provides a deeper understanding of the meaning of life and cultural heritage that leads individuals to higher personal achievement. Keywords: Cheng Beng Tradition, Hakka Metta, Motivation.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 07 May 2025 04:51
Last Modified: 07 May 2025 04:51
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38237

Actions (login required)

View Item View Item