CESARIA, OKTAVIANI (2025) THE ROLE OF KAYTSU AND CAKRADANA IN PROMOTING TRADE IN THE BANTEN SULTANATE IN THE 17th CENTURY. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (1MB) |
Abstract
Abstract: This study aims to explain the role of Syahbandar Kyatsu and Cakradana in advancing trade in the Sultanate of Banten during the 17th century. Using historical research methods, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, this study reveals that Syahbandar played a key role in the development of maritime trade. They introduced innovations in navigation systems, managed ports, and established regulations related to taxation and customs duties. In addition to being responsible for port administration and logistics, Syahbandar also acted as intermediaries between local and foreign traders, expanded global trade networks, assisted in contract negotiations, and facilitated the exchange of goods. With an in-depth understanding of both local and international markets, they directed trade flows towards the Sultanate of Banten and ensured the smooth distribution of goods. Indirectly, their role also contributed to the growth of the Muslim community in Banten. The implications of this study indicate that the role of Syahbandar not only impacted economic progress but also influenced the security system and stability of Banten's maritime territory in the 17th century. Keywords: Sultanate of Banten, Syahbandar, Maritime Trade, Commerce. Peranan Kaytsu dan Cakradana Dalam Memajukan Perdagangan Di Kesultanan Banten Abad Ke-17 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Syahbandar Kyatsu dan Cakradana dalam memajukan 1 Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, VOL.14 (1): 58-73, Februari 2025 perdagangan di Kesultanan Banten pada abad ke-17. Menggunakan metode penelitian sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, Hasil penelitian ini mengungkap bahwa Syahbandar memiliki peran utama dalam pengembangan pelayaran dan perdagangan. Mereka berinovasi dalam sistem navigasi berupa kompas, mengatur pelabuhan, serta membentuk undang-undang terkait pajak dan bea cukai. Selain bertanggung jawab atas administrasi dan logistik pelabuhan, Syahbandar juga berperan sebagai perantara antara pedagang lokal dan asing, mengembangkan jaringan perdagangan global, membantu negosiasi kontrak, serta memfasilitasi pertukaran barang dagangan. Dengan pemahaman mendalam tentang pasar lokal dan internasional, mereka mengarahkan arus perdagangan ke Kesultanan Banten dan memastikan kelancaran distribusi barang. Secara tidak langsung, peran mereka juga mendukung perkembangan masyarakat Muslim di Banten. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peran Syahbandar tidak hanya berdampak pada kemajuan ekonomi, tetapi juga pada sistem keamanan dan stabilitas perairan Banten pada abad ke-17. Kata Kunci: Kesultanan Banten, Syahbandar, Pelayaran, Perdagangan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sejarah Peradaban Islam |
| Divisions: | Fakultas Adab > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 29 Apr 2025 03:49 |
| Last Modified: | 29 Apr 2025 06:27 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38175 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


