PENGASUHAN ANAK PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG SAIBATIN DI ERA DIGITAL DAN RELEVANSINYA DENGAN HUKUM KELUARGA DI INDONESIA

DEDDY, SUTENDY (2025) PENGASUHAN ANAK PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG SAIBATIN DI ERA DIGITAL DAN RELEVANSINYA DENGAN HUKUM KELUARGA DI INDONESIA. Doctoral thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of BAB 1 2 DAPUS.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of PENGASUHAN ANAK PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG SAIBATIN.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Era digital saat ini memiliki tantangan yang kompleks bagi anak, sehingga anak mengharuskan adanya perhatian dan pengasuhan oleh kedua orang tuanya. Namun masih terdapat paradigma mengenai pengasuhan anak pada masyarakat adat Lampung Saibatin yang dominan kepada ibunya, sehingga seorang ayah hanya bertanggung jawab berkerja untuk kecukupan keluarga. Hal ini menunjukan masih adanya paradigma pariarkhi yang berkembang di masyarakat dan masih terdapat adanya ketidak kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam urusan domestik keluarga. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah mengapa pengasuhan anak dalam keluarga pada masyarakat Adat Lampung Saibatin lebih dominan kepada perempuan?; bagaimana pengasuhan anak dalam keluarga pada masyarakat Adat Lampung Saibatin di era digital?; Dan bagaimana pengasuhan anak pada masyarakat Adat Lampung Saibatin serta relevansinya dengan hukum keluarga di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengasuhan anak dalam keluarga pada masyarakat Adat Lampung Saibatin lebih dominan kepada perempuan; untuk menganalisis pengasuhan anak dalam keluarga pada masyarakat Adat Lampung Saibatin di era digital; dan untuk menganalisis pengasuhan anak pada masyarakat Adat Lampung Saibatin serta relevansinya dengan hukum keluarga di Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research), dilaksanakan pada masyarakat Adat Lampung Saibatin, di Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Tanggamus. Sifat penelitian ini merupakan deskriptif analitis. Sumber data primer dalam penelitian adalah wawancara dan dokumentasi pada masyarakat Adat Lampung Saibatin yang berada di Provinsi Lampung dan para tokoh adat. Penelitian ini dianalisis secara kualitatif menggunakan teori maqasid syari’ah, dan mubadalah. Hasil penelitian, pengasuhan anak dalam keluarga pada masyarakat adat Lampung Saibatin lebih dominan kepada perempuan, hal ini dikarenakan terdapat masyarakat Lampung Saibatin yang memiliki paradigma klasik bahwa seorang ayah tugasnya ialah berkerja mencari nafkah dan urusan rumah tangga ialah tugas seorang ibu, sehingga timbul sebuah paradigma yang menitik beratkan dominasi pengasuhan anak hanya kepada ibunya, dengan adanya kemajuan zaman di era digital sehingga perlahan-lahan dapat merubah paradigma tersebut menjadi pengasuhan anak yang lebih memiliki nilai kesalingan mubadalah antara ayah dan ibu. Adanya era digital yang semakin maju memberikan tantangan kepada orang tua sehingga pengasuhan dan pengawasan yang sempurna tidaklah dapat dilakukan oleh ibu sendiri, namun membutuhkan peran aktif seorang ayah, sehingga berkerjasama dalam pengasuhan anak menjadi kunci kesuksesan dalam pengasuhan anak. Pengasuhan yang dilaksanakan secara bersama-sama akan lebih menimbulkan kemashlahatan yaitu berupa anak-anak dapat diberikan pengasuhan secara lengkap dan sempurna, anak-anak dapat terkontrol. Pengasuhan anak yang dilakukan oleh masyarakat adat Lampung Saibatin yang masih memiliki paradigma klasik, menitik beratkan pengasuhan anak kepada ibuya tidak relevan dengan hukum keluarga di Indonesia, yakni tidak sesuai dengan Pasal 45, 46, dan 47 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang mengatur mengenai tanggung jawab pengasuhan anak yang dilaksanakan bersama-sama. Penelitian ini memiliki misi untuk mengkampanyekan pola asuh yang berimbang antara ayah dan ibu, dikarenakan pola asuh secara bersama-sama antara ayah dan ibu secara proporsional menjadi sebuah jawaban atas kesuksesan dalam pengasuhan anak, sekaligus sebagai upaya edukasi masyarakat Lampung Saibatin yang masih memiliki paradigma klasik yang menitik beratkan dominasi pengasuhan anak hanya kepada ibunya, sehingga perlahan-lahan dapat merubah paradigma tersebut menjadi pengasuhan anak yang lebih memiliki nilai kesalingan antara ayah dan ibu. Kata Kunci : Pengasuhan Anak, Lampung Saibatin, Era Digital, Hukum Keluarga. vi PENGASUHAN ANAK PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG SAIBATIN DI ERA DIGITAL DAN RELEVANSINYA ... vii PENGASUHAN ANAK PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG SAIBATIN DI ERA DIGITAL DAN RELEVANSINYA ... ABSTRACT The current digital era has complex challenges for children, so that children require attention and care from both parents. However, there is still a paradigm regarding child care in the Lampung Saibatin indigenous community that is dominant to the mother, so that a father is only responsible for working for the family's sufficiency. This shows that there is still a patriarchal paradigm that is developing in society and there is still inequality between men and women in domestic family affairs. The formulation of the problem in this study is why is child care in families in the Lampung Saibatin Indigenous community more dominant to women? how is child care in families in the Lampung Saibatin Indigenous community in the digital era?; And how is child care in the Lampung Saibatin Indigenous community and its relevance to family law in Indonesia. The purpose of this study is to analyze child care in families in the Lampung Saibatin Indigenous community that is more dominant to women; to analyze child care in families in the Lampung Saibatin Indigenous community in the digital era; and to analyze child care in the Lampung Saibatin Indigenous community and its relevance to family law in Indonesia. This research is a type of field research, conducted in the Lampung Saibatin Indigenous community, in Lampung Province including Pesisir Barat Regency, West Lampung Regency, Pesawaran Regency, and Tanggamus Regency. The nature of this research is descriptive analytical. The primary data sources in the study were interviews and documentation of the Lampung Saibatin Indigenous community in Lampung Province and traditional leaders. This research was analyzed qualitatively using the theory of maqasid syari'ah, and mubadalah. The results of the study, child care in families in the Lampung Saibatin indigenous community is more dominant for women, this is because there are Lampung Saibatin communities who have a classic paradigm that a father's job is to work to earn a living and household chores are the job of a mother, so that a paradigm arises that emphasizes the dominance of child care only on the mother, with the advancement of the era in the digital era so that it can slowly change the paradigm into child care that has a greater value of mutual respect between father and mother. The existence of an increasingly advanced digital era presents challenges to parents so that perfect care and supervision cannot be done by the mother alone, but requires the active role of a father, so that working together in child care is the key to success in child care. Care that is carried out together will be more beneficial, namely that children can be given complete and perfect care, children can be controlled. Childcare carried out by the Lampung Saibatin indigenous community who still have a classical paradigm, emphasizing childcare to the mother is not relevant to family law in Indonesia, namely not in accordance with Articles 45, 46, and 47 of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage, which regulates the responsibility for childcare carried out together. This study has a mission to campaign for a balanced parenting pattern between fathers and mothers, because a joint parenting pattern between fathers and mothers proportionally becomes an answer to success in childcare, as well as an effort to educate the Lampung Saibatin community who still have a classical paradigm that emphasizes the dominance of childcare only to the mother, so that it can slowly change the paradigm into childcare that has more mutual values between fathers and mothers. Keywords: Child Rearing, Lampung Saibatin, Digital Era, Family Law. viii PENGASUHAN ANAK PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG SAIBATIN DI ERA DIGITAL DAN RELEVANSINYA ... ix PENGASUHAN ANAK PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG SAIBATIN DI ERA DIGITAL DAN RELEVANSINYA ... تصلاخ ا ًّضٌ لاو ِٓ خٌبػسٌاٚ َبّت٘لاا ىٌإ يبفطلأا دبتضٌ ارٌ ،يبفطلؤٌ حدمؼِ دبٌدضت ًٌبضٌا ًّلسٌا سصؼٌ ٍٓتبجٌبظ ذٔٛجِلا غّتزِ ًف يبفطلأا خٌبػسث كٍؼتٌ بٍّف دذّٛٔ نبٕ٘ ياصٌ لا ،هٌذ غِٚ .ٌٓدٌاٌٛا سظلأا خٌبػلإ ًّؼٌا ٓػ ظمف لاٚؤعِ ةلأا ْٛىٌ جٍضث ،َلأا ىٍػ ٌٍّٓٙ يرٌا يدٍٍمتٌا ىٍػ يدٌ ار٘ٚ .ح ًف حأسٌّاٚ ًرسٌا ٍٓث حاٚبعِ َدػ نبٕ٘ ياصٌ لاٚ ،غّتزٌّا ًف زٛطتٌ يٛثأ دذّٛٔ نبٕ٘ ياصٌ لا ٗٔأ .خٌٍصٌّٕا حسظلأا ْٚؤؼ ٍٓتبجٌبظ ذٔٛجِلا غّتزِ ًف حسظلأا ًف يبفطلأا خٌبػز سجتؼت اذبٌّ ً٘ جضجٌا ار٘ ًف خٍىؽٌّا خغبٍص ءبعٌٍٕ خجعٌٕبث خٍّٕ٘ سخوأ ٍٍٍٓصلأا ًٍصلأا ٍٓتبجٌبظ ذٔٛجِلا غّتزِ حسظأ ًف يبفطلأا خٌبػز ُتت فٍو ؟ ْٛٔبمث بٙتٍصٚ ٍٍٍٓصلأا ٍٓتبجٌبظ ذٔٛجِلا غّتزِ ًف يبفطلأا خٌبػز ٓػ اذبِٚ ؟ًّلسٌا سصؼٌا ًف ذٔٛجِلا غّتزِ ًف سظلأا ًف يبفطلأا خٌبػز ًٍٍضت ٛ٘ جضجٌا ار٘ ِٓ فدٌٙا .بٍعٍٔٚدٔإ ًف حسظلأا ،ًٍصلأا ٍٓتبجٌبظ ذٔٛجِلا غّتزِ حسظأ ًف ًفطٌا خٌبػز ًٍٍضتٌ ؛ءبعٌٕا ىٍػ خٍّٕ٘ سخوأ ٛ٘ يرٌا ٍٍٍٓصلأا ٍٓتبجٌبظ ذٔٛجِلا غّتزِ ًف يبفطلأا خٌبػز ًٍٍضتٚ ؛ًّلسٌا سصؼٌا ًف ًٍصلأا ٍٓتبجٌبظ .بٍعٍٔٚدٔإ ًف حسظلأا ْٛٔبمث بٙتٍصٚ ٔٛجِلا غّتزِ ًف حسظلأا ًف يبفطلأا خٌبػز ْأ جضجٌا ذئبتٔ سٙظت خٍّٕ٘ سخوأ ً٘ يدٍٍمتٌا ٍٓتبجٌبظ ذ ً٘ ةلأا خفٍظٚ ْأ ٖدبفِ ًىٍظلاو دذّٛٔ ٌٗدٌ ٍٓتبجٌبظ ذٔٛجِلا غّتزِ نبٕ٘ ْلأ هٌذٚ ،ءبعٌٍٕ خجعٌٕبث خٌبػز خٍّٕ٘ ىٍػ دوؤٌ دذّٛٔ سٙظ هٌرٌ ،َلأا خفٍظٚ ً٘ خٌٍصٌّٕا ْٚؤؽٌاٚ ػٍؼٌا خّمٌ تعىٌ ًّؼٌا ٌا سصؼٌا َدمت غِٚ ،ظمف َلأا ىٍػ ًفطٌا ًتٌا ًفطٌا خٌبػز ىٌإ ءظجث دذٌّٕٛا ار٘ سٍغتٌ ْأ ٓىٌّ ،ًّلس دٌاصتِ ًىؽث َدمتٌّا ًّلسٌا سصؼٌا ًخٌّ .َلأا .ةلأاٚ ةلأا ٍٓث خٌدبجتٌّا خٌٍدبجتٌا ِٓ سجوأ خٍّل بٌٙ زٚدٌا تٍطتت بٕٙىٌٚ ،ٌٍٍٓبخٌّا فاسؼلإاٚ خٌبػسٌبث َٛمت ْأ ب٘دصٚ َلؤٌ ٓىٌّ لا جٍضث ءبثلآٌ دبٌدضت ٌ ظؽٌٕا خٌبػسٌا ْإ .ًفطٌا خٌبػز ًف سبزٌٕا سبتفِ ٛ٘ ًفطٌا خٌبػز ًف بؼِ ًّؼٌا ْٛىٌ جٍضث ،ةلؤ خٍِبو خٌبػز يبفطلأا شِٕ ٓىٌّ ٗٔأ ً٘ٚ ،دئاٛفٌا ِٓ دٌصٌّا كمضتظ نستؽِ ًىؽث ب٘رٍفٕت ُتٌ ًتٌا ذٔٛجِلا غّتزِ بٙث َٛمٌ ًتٌا يبفطلأا خٌبػز صوست .يبفطلأا ىٍػ حسطٍعٌا ٓىٌّٚ ،خٌٍبخِٚ ٍٓتبجٌبظ ٌٗ خللاػ لا سِأ ٛ٘ٚ ،ُٙتبِٙأ ِٓ يبفطلأا خٌبػز ىٍػ ،ًىٍظلاو دذّٕٛث غتّتٌ ياصٌ لا يرٌاٚ ،ًٍصلأا داٌّٛا غِ كفاٛتٌ لا دٌدضتٌبثٚ ،بٍعٍٔٚدٔإ ًف حسظلأا ْٛٔبمث 54 ٚ 54 ٚ 54 ُلز ْٛٔبل .لا .ْٛٔبمٌا ِٓ ( 1 خٕعٌ ) 1745 لأا خٌبػز خٌٍٚؤعِ ٍُظٕت ْأؼ ًف داٚصٌا ْأؼ ًف ًف جضجٌا ار٘ خِّٙ ًخّتت بؼِ يبفط َلأاٚ ةلأا ٍٓث خوستؽٌّا خِِٛلأاٚ حٛثلأا ْلأ ،َلأاٚ ةلأا ٍٓث ْشاٛتِ يٛثأ ظّٔ ًرأ ِٓ خٍّضث َبٍمٌا لا يرٌا ٍٓتبجٌبظ ذٔٛجِلا غّتزٌّ ًٍٍّؼتٌا دٙزٌا ٓػ لاضف ،ًفطٌا خٌبػز ًف سبزٌٍٕ تظبٕتٌّا ًضٌا ً٘ ًىٍظلاىٌا ةٍٛظلأبث غتّتٌ ياصٌ ْأ ٓىٌّ جٍضث ،ظمف َلأا ىٍػ ًفطٌا خٌبػز خٍّٕ٘ ىٍػ دذٌّٕٛا دوؤٌ . .َلأاٚ ةلأا ٍٓث ًخٌّبث خٍِبؼٌّا ٍُل ِٓ دٌصٌّا بٌٙدٌ ًتٌا ًفطٌا خٌبػز ىٌإ ءظجث دذٌّٕٛا ار٘ سٍغتٌ .ةرسلأا نوواق ؛يمقرلا رصعلا ؛هيتابياس جووبملا ؛لافطلأا تياعر :تيحاتفملا ثاملكلا

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Pasca Magister > S3 Program Studi Hukum Keluarga
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 20 Mar 2025 04:45
Last Modified: 20 Mar 2025 04:45
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37968

Actions (login required)

View Item View Item