Faridha, Azzahro (2025) MAKNA REZEKI DALAM AL-QUR’AN (Studi Pemikiran KH. Bisri Musthofa Dalam Tafsir Al-Ibriz ). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Rezeki dipahami sebagai anugerah dari Allah dan dapat mencakup banyak hal seperti anak, pengetahuan, waktu, kebahagiaan, dan banyak masih lagi. Dalam Islam, wajib hukumnya untuk mencari nafkah dengan cara yang halal dan bersih. Pada saat yang sama, bersyukur atas rezeki yang diberikan kepada kita adalah suatu bentuk ibadah. Penelitian ini akan mengkaji tentang makna rezeki dalam Al Qur‟an (Studi pemikiran Kh. Bisri Musthofa dalam Tafsir Al-Ibriz). Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa makna rezeki perspektif Kh. Bisri Musthofa dalam tafsir Al-Ibriz dan bagaimana relevansi pemahaman rezeki menurut Kh. Bisri Musthofa dalam konteks kekinian di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) dan metode Maudhu‟i. Ayat-ayat Al-Qur‟an yang relevan dijelaskan bersama dengan tafsir untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang rezeki melalui tafsir al-ibriz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rezeki tidak hanya mencakup hal-hal materi, tetapi juga non materi yang menunjang kehidupan manusia, seperti waktu, kesehatan, dan anak. KH. Bisri Mustofa menekankan pentingnya usaha yang halal, rasa syukur dan tawakal dalam memperolehnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rezeki yang dikemukakan oleh KH. Bisri Mustofa tidak hanya memberikan bimbingan spiritual tetapi juga membangun kesadaran sosial untuk menjalani hidup dengan rasa syukur, optimisme dan tanggung jawab. Rezeki dianggap sebagai ungkapan kasih sayang Allah yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Dalam konteks kekinian di Indonesia, KH. Bisri Mustofa melalui tafsir Al-Ibriz memandang rezeki sebagai karunia Allah yang meliputi segala aspek kehidupan, baik yang tampak seperti harta maupun seperti, anak, dan hujan, makanan. Rezeki dalam bentuk harta sering dianggap yang utama, namun sebenaranaya rezeki dalam bentuk anak adalah amanah yang harus dijaga, sementara hujan dan makanan merupakan nikmat alam yang menopang kehidupan sehari-hari.Pemahaman yang benar tentang rezeki akan membantu manusia untuk menggunakan pemberian Allah dengan bijak, mensyukurinya, dan menghindari prilaku negatif seperti iri hati atau usaha tidak halal. Tafsir Al-Ibriz berkontribusi signifikan dalam memperluas wawasan umat Islam tentang rezeki. Kata Kunci: Rezeki, Al-Qur’an, Tafsir Al-Ibriz. ABSTRACT Sustenance is understood as a gift from Allah and can include many things such as children, knowledge, time, happiness, and many more. In Islam, it is obligatory to earn a living in a halal and clean way. At the same time, being grateful for the sustenance given to us is a form of worship. This research will examine the meaning of sustenance in the Qur'an (Study of Kh. Bisri Musthofa's thoughts in Tafsir Al-Ibriz). The formulation of the problem in this study is what is the meaning of sustenance in the perspective of Kh. Bisri Musthofa in Tafsir Al-Ibriz and how the relevance of understanding sustenance according to Kh. Bisri Musthofa in the current context in Indonesia. This research uses qualitative methodology with a library research approach and Maudhu’i method. The relevant verses of the Qur’an are explained along with the tafsir to provide a deeper understanding of sustenance through tafsir al-ibriz. The results show that sustenance not only includes material things, but also non material things that support human life, such as time, health, and children. KH. Bisri Mustofa emphasizes the importance of halal effort, gratitude and tawakal in obtaining it. The results showed that the sustenance proposed by KH. Bisri Mustofa not only provides spiritual guidance but also builds social awareness to live life with gratitude, optimism and responsibility. Sustenance is considered as an expression of God’s love that covers all aspects of life. In the current context in Indonesia, KH. Bisri Mustofa through tafsir Al-Ibriz views sustenance as a gift from Allah that covers all aspects of life, both visible such as wealth and such as, children, and rain, food. Sustenance in the form of treasure is often considered the main one, but actually sustenance in the form of children is a trust that must be maintained, while rain and food are natural blessings that sustain daily life. A correct understanding of sustenance will help humans to use God’s gifts wisely, be grateful for them, and avoid negative behaviors such as envy or unlawful businesses. Tafsir Al-Ibriz contributes significantly in broadening Muslims' insights about sustenance. Keywords: Sustenance, Al-Qur’an, Tafsir Al-Ibriz.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Mar 2025 04:11 |
| Last Modified: | 18 Mar 2025 04:11 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37906 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


