IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM KURIKULUM MERDEKA (STUDI DINAS PENDIDIKAN KORDINATOR WILAYAH PENDIDIKAN KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN)

AHMAD, TRI SANTOSO (2025) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM KURIKULUM MERDEKA (STUDI DINAS PENDIDIKAN KORDINATOR WILAYAH PENDIDIKAN KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of BAB 1 2 DAPUS.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI TRI SANTOSO.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Pendidikan anti korupsi dalam kurikulum merdeka mempunyai permasalah yaitu pemahaman dan kesiapan guru yang masih kurang dikarenakan minimnya pelatihan dan sosialisasi mengenai Kurikulum Merdeka serta cara mengintegrasikannya dalam pendidikan anti korupsi. Selain itu, keterbatasan sumber daya seperti buku, modul, dan materi pembelajaran turut menghambat implementasi kurikulum ini, karena alokasi anggaran dan prioritas yang belum memadai untuk pengembangan materi terkait anti korupsi. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui Bagaimana Implementasi Kebijakan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field reserch) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi triagulasi. Dalam penelitian ini menggunakan teori Charles O.Jones dengan tiga indikator utama yang menunjukkan hasil penelitian ini. Indikator organisasi menunjukkan adanya pengelolaan yang terstruktur pada tingkat sekolah. Program ini didukung oleh penyusunan jadwal kegiatan tematik, integrasi nilai anti-korupsi ke dalam pelajaran dan pelibatan semua pemangku kepentingan termasuk guru, siswa, dan orang tua. Lokakarya bagi guru menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan kesiapan mereka dalam mengelola program ini secara efektif. Indikator interpretasi upaya holistik untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas kepada siswa. Guru memahami pentingnya peran mereka dalam menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam konteks pembelajaran sehari-hari, baik melalui teori maupun praktik. Namun, terdapat perbedaan tingkat pemahaman antara guru yang memengaruhi konsistensi penerapan di berbagai satuan pendidikan. Indikator aplikasi (penerapan) pendidikan anti korupsi tercermin dari penggunaan metode pembelajaran interaktif seperti diskusi tematik, simulasi kasus, dan proyek kelompok. Nilai-nilai anti korupsi juga diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah seperti transparansi dalam pengelolaan kegiatan siswa, penerapan aturan yang adil, dan pemberian contoh nyata oleh guru. Keberlanjutan program didukung melalui evaluasi berkala meskipun tantangan seperti keterbatasan waktu dan sumber daya masih menjadi hambatan dalam penerapan yang merata. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Anti Korupsi. ABSTRACT Anti corruption education in the independent curriculum faces issues such as the insufficient understanding and readiness of teachers, due to the lack of training and socialization regarding the Independent Curriculum and how to integrate it into anti-corruption education. In addition, the limited resources such as books, modules, and learning materials also hinder the implementation of this curriculum, due to inadequate budget allocation and priorities for the development of anti-corruption-related materials. This research aims to understand how the implementation of the Anti-Corruption Education Policy in the Merdeka Curriculum in Jati Agung District, South Lampung Regency. This type of research uses field research with a descriptive qualitative approach. The method of data collection through observation, interviews, and documentation. while the data analysis techniques include data reduction, data presentation, and triangulation verification. In this study, the theory of Charles O. Jones is used with three main indicators that demonstrate the results of this research. The organizational indicator shows the presence of structured management at the school level. This program is supported by the preparation of a thematic activity schedule, the integration of anti corruption values into lessons, and the involvement of all stakeholders including teachers, students, and parents. Workshops for teachers are one of the strategic steps to ensure their readiness in managing this program effectively. Indicators interpret a holistic effort to instill the values of honesty, responsibility, and integrity in students. Teachers understand the importance of their role in translating these values into the context of daily learning, both through theory and practice. However, there are differences in the level of understanding among teachers that affect the consistency of implementation in various educational units. The indicators of the application (implementation) of anti-corruption education are reflected in the use of interactive learning methods such as thematic discussions, case simulations, and group projects. Anti-corruption values are also applied in daily school activities such as transparency in managing student activities, fair rule enforcement, and providing real-life examples by teachers. The sustainability of the program is supported through regular evaluations, although challenges such as time and resource limitation still pose obstacles to its uniforn implementation. Keywords: Policy Implementation, Independent Curriculum, Anti Corruption Education.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pemikiran Politik Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Pemikiran Politik Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 18 Mar 2025 03:53
Last Modified: 18 Mar 2025 03:53
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37903

Actions (login required)

View Item View Item