Nurlia, Santoso (2025) MAKNA TAKDIR DALAM NOVEL FATAMORGANA KARYA DHAMA DOVE. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya persoalan mengenai ketetapan takdir, tidak ada yang dapat mengetahuinya kecuali sang Khaliq yang maha mengetahui manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab atas perbuatannya sebagai individu maupun kelompok. Novel Fatamorgana mengangkat paradox realitas kehidupan yang disuatu sisi merupakan rangkaian realitas penderitaan hidup manusia dengan lahir dan hidup seorang manusia mengenal rasa takut, sedih dan cemas, namun disisi lain manusia mulai mengecap rasa suka cita yang selalu nagih sehingga manusia selalu merindukan kehidupan enggan meninggalkannya. Di dalam kehidupan menggambarkan yang nyata dengan bayangannya satu sama lain saling beriringan. Namun yang pada ujung nya nanti hanya ketentuan dan ketetapan dari sang Illahi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis content adalah metode yang digunakan untuk menganalisis isi dari sebuah buku kemudian membandingkan data satu dengan yang lainnya, lalu diinterprestasikan dan akhirnya diberikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari buku karya Dhama Dove yang berjudul, “Fatamorgana”, yang didalamnya terdapat pembelajaran bagaimana manusia memahami takdir dalam hidup, sedangkan data sekunder berasal dari data kepustakaan lainnya berupa teori-teori sebagai sebuah penunjang dan berkesesuaian dengan tema di dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna takdir sebagai batas, proporsi, dan ukuran tertentu meliputi semua hal yang berlaku sesuai dengan sunnatullah dan sifat-sifat yang tetap proporsi yang telah ditetapkan Tuhan kepada setiap makhluk. Sebagai contoh: manusia memiliki dua kaki, dua mata, dua telinga, api bersifat panas dan membakar, dan ikan yang hanya mampu hidup di air. Selain itu, takdir memiliki makna segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Tuhan dan pasti akan terjadi, manusia tidak mempunyai pilihan untuk menolak takdir ini. Misalnya, kita bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu, tetapi hasilnya belum sesuai dengan apa yang kita harapkan. Dalam menyikapi hal ini kita mesti mengembalikannya kepada Tuhan. Sayangnya, ada proses yang dinamakan dengan "amnesia", meliputi proses kelahiran manusia tersebut. Sehingga, sekarang kita tidak bisa lagi mengingat-ingat bagaimana bentuk cetak biru yang sudah kita setujui itu dahulu, kecuali memang ada orang orang yang berkemampuan khusus yang bisa mengingatnya, itulah takdir. Takdir yang bisa saja menjadi menyenangkan, bisa juga menjadi sangat kejam sangat kejam. Kata Kunci: Sastra, Novel, Takdir, Islam. ABSTRACT This research is motivated by the problem of the decree of destiny, no one can know it except the Khaliq who knows that humans are creatures who are responsible for their actions as individuals and groups. The novel Fatamorgana raises the paradox of the reality of life which on the one hand is a series of realities of the suffering of human life with the birth and life of a human being familiar with fear, sadness and anxiety, but on the other hand humans begin to taste the joy that is always craving so that humans always long for life reluctant to leave it. In life describing the real with the shadow of each other hand in hand. However, in the end, only the provisions and decrees of the divine. This research was conducted using the content analysis method, which is a method used to analyze the contents of a book and then compare the data with one another, then interpreted and finally given a conclusion. This research uses data collection techniques in the form of primary data and secondary data. Primary data is obtained from a book by Dhama Dove entitled, “Fatamorgana”, in which there are lessons on how humans understand destiny in life, while secondary data comes from other literature data in the form of theories as a support and in accordance with the themes in the study. The results of this study show that the meaning of destiny as a certain limit, proportion, and size includes all things that apply in accordance with sunnatullah and properties that remain in proportion that God has assigned to each creature. For example: humans have two legs, two eyes, two ears, fire is hot and burning, and fish are only able to live in water. In addition, destiny means everything that has been determined by God and will definitely happen, humans have no choice to reject this destiny. For example, we are earnest in doing something, but the results are not in accordance with what we expected. In response to this, we must return it to God. Unfortunately, there is a process called “amnesia”, which covers the process of human birth. So, now we can no longer remember what the blueprint that we agreed upon looked like, unless there are people with special abilities who can remember it, which is destiny. A destiny that can be pleasant, or it can be very cruel, very cruel. Keywords: Literature, Novel, Destiny, Islam.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 12 Mar 2025 07:18 |
| Last Modified: | 12 Mar 2025 07:18 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37848 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


