TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI TUNGGU JURU DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT SUKU SUNDA (Studi di Desa Panca Tunggal Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan)

MUHAMMAD, RIDHO (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI TUNGGU JURU DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT SUKU SUNDA (Studi di Desa Panca Tunggal Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 5 RIDHO.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK RIDHO.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Tradisi Tunggu Juru pada pelaksanaan perkawinan telah dilaksanakan sebagian masyarakat Desa Panca Tunggal sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur terdahulu serta melestarikan tradisi-tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Sebagian masyarakat Desa Panca Tunggal percaya bahwa dengan dilakukanya tradisi Tunggu Juru dapat mendatangkan keberkahan dan kelancaran acara Perkawinan, baik sebelum proses acara berlangsung sampai berakhirnya acara selesai. Permasalahan yang teliti oleh penulis adalah pada rumusan masalah yaitu bagaimana praktik tradisi Tunggu Juru pada pelaksanaan perkawinan dalam masyarakat Suku Sunda di Desa Panca Tunggal? dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi Tunggu Juru di Desa Panca Tunggal? Dari penelitian ini menggunakan penelitian Field Reseacrh (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian menggunakan pendekatan penomologi, berupa wawancara dengan 3 orang paraji, 1 tokoh masyarakat, 1 tokoh agama, 1 tokoh adat, 1 oramg tua pengantin, 4 warga sekitar dan 4 pasang suami istri yang telah melaksanakan tradisi Tunggu Juru dan sumber data sekunder diperoleh dari dokemtasi serta litelatur, jurnal, artikel serta situs internet yang bisa membantu pada penelitian yang dilakukan. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan mengunakan tiga teknik analisa data, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapatkan dilapangan menunjukan bahwa tradisi Tunggu Juru dipersiapkan sebelum akad nikah dimulai yaitu pada hari sabtu sampai dengan senin. Isi dari Tunggu Juru ini meliputi ember beras, baskom, beras kain putih dan lainya. Tunggu Juru diletakan di 10 tempat yang berbeda, 7 berada dirumah dan 3 berada diluar yang dimana tempat tersebut telah ditentukan oleh seorang paraji. Sanksi yang didapatkan kita tidak melaksanakan tradisi Tunggu Juru biasanya terjadi hal-hal yang tidak mengenakan seperti kekurangan bahan pokok, kurangnya tamu undangan, dan kerasukan oleh sesosok leluhur yang tidak terima karena merasa dilupakan oleh keluarganya. Tinjauan hukum Islam mengenai tradisi Tunggu Juru yang dilaksanakan pada perkawinan di Desa Panca Tunggal Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan dari sudut pandang „urf yaitu termasuk kedalam ‘urf Fa>sid karena ditakutkan melanggar syariat Islam dan dengan menduakan Allah oleh karena itu tidak wajib dipelihara karena dengan bertentangan dengan syari’at Islam. Suatu kebiasan yang fa>sid jelas termasuk kepada kebiasaan yang dilarang. Kata Kunci: Hukum Islam, Tunggu Juru, Perkawinan. ABSTRACT The tradition of Waiting for Juru in the implementation of marriage has been carried out by some people of Panca Tunggal Village as a form of respect for previous ancestors and preserving the traditions inherited by their motyang grandmothers. Some people of Panca Tunggal Village believe that the Waiting Juru tradition can bring blessings and smooth the wedding ceremony, both before the process of the event takes place until the end of the event is finished. The problem examined by the author is the formulation of the problem, namely how the practice of the Wait Juru tradition in the implementation of marriage in the Sundanese community in Panca Tunggal Village and how Islamic law reviews the implementation of the Wait Juru tradition in Panca Tunggal Village. This research uses Field Reseacrh research (field research) using qualitative methods. The research uses a penomology approach, in the form of interviews with 3 paraji, 1 community leader, 1 religious leader, 1 traditional leader, 1 parent of the bride and groom, 4 local residents and 4 couples who have carried out the Waiting Juru tradition and secondary data sources obtained from documentation and literature, journals, articles and internet sites that can help in the research conducted. Data collection procedures were carried out by observation, interviews and documentation, using three data analysis techniques, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of research obtained in the field show that the Tunggu Juru tradition is prepared before the marriage contract begins, namely on Saturday to Monday. The contents of the Tunggu Juru include buckets of rice, basins, white cloth rice and others. Wait Juru is placed in 10 different places, 7 are at home and 3 are outside where the place has been determined by a paraji. The sanctions obtained when we do not carry out the Tunggu Juru tradition are usually unpleasant things such as lack of staples, lack of invited guests, and possession by an ancestor who does not accept it because he feels forgotten by his family. The review of Islamic law regarding the Waiting Juru tradition carried out at a marriage in Panca Tunggal Village, Merbau Mataram Subdistrict, South Lampung Regency from the point of view of „urf is included in „urf Fasid because it is feared to violate Islamic law and with the deification of Allah, therefore it is not obliged to be maintained because it is contrary to Islamic law. A fasid custom is clearly included in the prohibited custom. Keywords: Islamic Law, Tunggu Juru, Marriage.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 12 Mar 2025 03:43
Last Modified: 12 Mar 2025 03:43
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37827

Actions (login required)

View Item View Item