M., RENDY ANGGARA (2025) KONSEP KEBAHAGIAAN: STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN THOMAS AQUINAS DAN AL-GHAZALI. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Kebahagiaan merupakan cita-cita yang diinginkan oleh semua manusia yang hidup didunia ini. Apabila tujuan dalam kehidupannya adalah mengumpulkan harta, meraih kekuasaan dan kenikmatan lainnya dalam kehidupan di dunia, maka itulah yang menjadi indikator keberhasilannya. Akan tetapi dalam tujuan dalam kehidupan ini adalah untuk berpegang teguh pada tali keimanan, taqwa, dan amal shaleh, agar dapat memperoleh kebahagiaan di dunia dan diakhirat. Maka hal tersebut merupakan sumber kebahagiaan. Dalam penelitian ini, penlulis akan menganalisis tentang Konsep kebahagiaan menurut Thomas Aquinas lebih cenderung berdasrkan pada teologi Kristiani, dan Al-Ghazali merumuskan kebahagiaan berdasarkan teologi dan nilai-nilai dalam ajaran agama Islam Hedonisme dan materialisme yang dianggap sebagai ukuran manusia modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep kebahaiaan menurut Thomas Aquinas dan Al-Ghazali serta mengetahui konsep epistemologi Thomas Aquinas dan Al-Ghazali dalam upaya merumuskan kebahagiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka, yaitu suatu jenis penelitian yang mengacu pada khazanah kepustakaan seperti buku buku, jurnal, skripsi, tesis dan dokumen-dokumen lainnya. Pengumpulan data dalam penleitian ini menggunakan pendekatan komparatif filosofis, dan untuk menganalisa penelitian ini penulis menggunakan metode deskriktif guna memperoleh kesinambungan historis dan interpretasi. Kebahagiaan dalam pandangan Thomas Aquinas adalah ketika manusia memandang Ilahi sebagai kebahagiaan tertinggi, manusia akan menemukan kebahagiaan yang sepenuhnya ketika manusia sudah beralih dari dunia yang fana ini, melainkan menghadap ilahi ketika sudah berada dialam baqa. Konsep kebahagiaan Thomas Aquinas tidak terlepas dari latar belakang dirinya sebagai tokoh agamawan dalam agama kristiani dimana dalam merumuskan konsepnya dia mengkreatifitaskan nilai-nilai dalam ajaran kristen dengan pemikiran Aristoteles. Menurtu Al-Ghazali, kebahagiaan dapat diperoleh oleh manusia melaui empat tahapan, yaitu pengetahuan diri, pengetahuan tentang Allah, Langkah inilah yang akan membimbing dan mengantarkan manusia untuk mencapai kebahagiaan yang sejati. Dimana tujuan akhirnya ialah kecintaan kepada Allah SWT (Ma‘rifatullah). Konsep kebahagiaan Al-Ghazali tidak terlepas dari keperibadian Al-Ghazali sebagai penganut tasawuf. Oleh karena itu konsep kebahagiaan lebih didonminasi oleh spiritualitas yang bercorak pada sufistik. Selain itu, konsep kebahagiaan Al-Ghazali juga didasarkan pada perjalanan intelektual dan spiritual pribadinya. Menurut Al-Ghazali, sumber kebahagiaan untuk mencapai kebahagiaan itu melalui norma yaitu wahyu Al Qur‘an da tersimpan dalam hati (qalb) dan konsep kebahagiaan. Kata Kunci: Kebahagiaan, Thomas Aquinas, Al-Ghazali. ABSTRACT Happiness is an ideal desired by all humans living in this world. If the goal in life is to collect wealth, achieve power and other pleasures in life in the world, then that is the indicator of success. However, the goal in this life is to hold fast to the rope of faith, piety, and good deeds, in order to obtain happiness in the world and in the hereafter. So that is the source of happiness. In this study, the author will analyze the concept of happiness according to Thomas Aquinas which tends to be based on Christian theology, and Al-Ghazali formulates happiness based on theology and values in Islamic teachings. Hedonism and materialism are considered as the measure of modern humans. The purpose of this study is to determine the concept of happiness according to Thomas Aquinas and Al-Ghazali and to determine the epistemological concept of Thomas Aquinas and Al Ghazali in an effort to formulate happiness. The method used in this study is library research, which is a type of research that refers to library treasures such as books, journals, theses, theses and other documents. Data collection in this study uses a comparative philosophical approach, and to analyze this study the author uses a descriptive method to obtain historical continuity and interpretation. Happiness in Thomas Aquinas' view is when humans view the Divine as the highest happiness, humans will find complete happiness when humans have moved from this mortal world, but face the divine when they are in the afterlife. Thomas Aquinas' concept of happiness cannot be separated from his background as a religious figure in Christianity where in formulating his concept he creatively incorporated the values in Christian teachings with Aristotle's thoughts. According to Al-Ghazali, happiness can be obtained by humans through four stages, namely self-knowledge, knowledge of God, This step will guide and lead humans to achieve true happiness. Where the ultimate goal is love for Allah SWT (Ma'rifatullah). Al Ghazali's concept of happiness cannot be separated from Al-Ghazali's personality as a follower of Sufism. Therefore, the concept of happiness is more dominated by spirituality that is characterized by Sufism. In addition, Al-Ghazali's concept of happiness is also based on his personal intellectual and spiritual journey. According to Al Ghazali, the source of happiness to achieve happiness is through norms, namely the revelation of the Qur'an and stored in the heart (qalb) and the concept of happiness. Keywords: Happiness, Thomas Aquinas, Al-Ghazali.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 06 Mar 2025 07:15 |
| Last Modified: | 06 Mar 2025 07:15 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37738 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


