MUSARIKA, MUSDATULIA (2025) ANAK SEBAGAI FITNAH DALAM QUR’AN SURAT AT-TAGĀBUN AYAT 15 PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi Pemikiran Dosen Tafsir Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Dalam pernikahan kehadiran seorang anak merupakan suatu anugerah terindah yang diberikan Allah SWT kepada pasangan suami istri. Kehadiran seorang anak bisa menjadi penyejuk jiwa, selain itu anak juga bisa menjadi perhiasan bagi kedua orang tuanya. Namun, perlu diketahui bahwa anak juga bisa menjadi fitnah bahkan musuh bagi kedua orang tuanya, sebagaimana yang tertera dalam Q.S. at-Tagābun ayat 15. Untuk memahami ayat tersebut maka diperlukan penafsiran karena upaya memahami Al-Qur’an secara sederhana pun hakikatnya adalah sebuah penafsiran. Sebab itu peneliti ingin mengambil pendapat dari Dosen Tafsir UIN Raden Intan Lampung terkait Anak Sebagai Fitnah Dalam Q.S. at-Tagābun ayat 15. Jika dilihat dari ayat-ayat tentang fitnah secara garis besarnya didapati makna yang berbeda-beda dari kata fitnah dalam Al-Qur’an. Makna-makna yang dimaksud adalah syirik, penyesatan, pembunuhan, menghalangi dari jalan Allah, kesesatan, alasan, keputusan, dosa, sakit, sasaran, balasan, ujian, azab, bakar, dan gila. Bahkan sejumlah pemaknaan ini jika dikondisikan dengan makna yang terdapat dalam kamus besar bahasa Indonesia, akan memiliki penilaian yang berbeda. Oleh karenanya, penelitian ini mengambil rumusan masalah yaitu Bagaimana Pendapat Dosen Tafsir UIN Raden Intan Lampung tentang makna Q.S. at-Tagābun ayat 15 dan Bagaimana pandangan Hukum Keluarga Islam tentang pendapat Dosen Tafsir UIN Raden Intan Lampung pada Q.S. at-Tagābun ayat 15. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan teknik penulisan deskriptif. Data dan informasi diperoleh melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik kualitatif. Sumber data sekunder dari beberapa buku Tafsir, karya ilmiah yang membahas tentang anak sebagai fitnah. Berdasarkan hasil dari penelitian ini kesimpulan konteks anak sebagai fitnah dalam Q.S at-Tagābun ayat 15 adalah ujian dari Allah SWT kepada para orang tua, sebab anak bisa menjerumuskan orang tua untuk melakukan hal yang dilarang oleh Allah SWT. Ujian dalam konteks ini bisa berupa kesenangan maupun kesusahan. Secara garis besar, dalam Hukum Keluarga Islam, anak adalah ujian yang harus dijalani dengan tanggung jawab yang besar. Tujuannya adalah membangun keluarga yang harmonis, serta menghasilkan generasi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa. Kata Kunci: Anak Sebagai Fitnah, Q.S. at-Tagābun ayat 15, Dosen Tafsir UIN Raden Intan Lampung. ABSTRACT In marriage, the presence of a child is the most beautiful gift given by Allah SWT to a married couple. The presence of a child can be a soul cooler, besides that the child can also be a jewel for both parents. However, it should be noted that children can also be slanderous and even enemies for their parents, as stated in Q.S. at-Tagābun verse 15. Inorder to understand the verse, interpretation is needed because even the effort to understand the Qur'an in a simple way is essentially an interpretation. Therefore , the researcher wants to take an opinion from the lecturer of Tafsir UIN Raden Intan Lampung regarding children as slander in Q.S. at-Tagābun verse 15. If you look at the verses about fitnah in general, there are different meanings of the word fitnah in the Qur’an. The meanings in question are shirk, deviation, murder, obstruction from the way of Allah, deviation, reason, decision, sin, sickness, target, retribution, test, punishment, burning, and madness. In fact, a number of these meanings, if conditioned with the meanings contained in the Great Dictionary of the Indonesia Language, will have different assessments. Therefore, this study takes the formulation of the problem, namely what is the opinion of the Lecturer of Tafsir UIN Raden Intan Lampung about the meaning of Q.S. at-Tagābun verse 15 and how the view of Islamic Family Law is on the opinion of Lecturer of Tafsir UIN Raden Intan Lampung on Q.S. at-Tagābun verse 15. This research uses field research methods using descriptive writing techniques. Data and information were obtained through interviews, observation and documentation. Next, the data was analyzed using qualitative techniques. Secondary data sources from several Tafsir books, scientific works that discuss children as slander. Based on the results of this research, the conclusion is that the context of children as slander in Q.S at-Tagābun verse 15 is a test from Allah SWT to parents, because children can lead parents to do things that are prohibited by Allah SWT. Tests in this context can be both pleasure and pain. In general, in Islamic Family Law, children are a test that must be undertaken with great responsibility. The goal is to build a harmonious family and produce generations that are beneficial to religion, society and the nation. Keywords : Children as Slander, Q.S. at-Tagābun verse 15, Lecturer of Tafsir UIN Raden Intan Lampung.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 14 Feb 2025 03:38 |
| Last Modified: | 14 Feb 2025 03:38 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37418 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


