RAYANDA, FEBRA (2025) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP UPAH PEKERJA DI TEMPAT JUAL BELI DAGING HARAM (Studi di Desa Sri Menanti Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (1MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Fenomena jual beli daging haram di Indonesia, baik berupa daging babi maupun daging hewan yang tidak disembelih secara syar'i, telah menimbulkan berbagai permasalahan terkait dengan aspek kehalalan sumber penghasilan bagi para pekerja yang terlibat di dalamnya. Di Desa Sri Menanti, terdapat tempat jual beli daging haram seperti daging babi, daging biawak, dan daging kelelawar. Tempat tersebut mempekerjakan tujuh orang pekerja yang sebagian besar berasal dari sekitar desa tersebut. Meskipun mereka mengetahui bahwa daging yang dijual adalah haram, keterbatasan lapangan pekerjaan mendorong mereka untuk bekerja di tempat tersebut guna memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini menggunakan teori ijarah (upah), yang menjelaskan bahwa upah merupakan balasan atau ganti rugi atas pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja. Dalam penelitian ini, teori ijarah digunakan untuk menganalisis apakah praktik pengupahan di tempat jual beli daging haram tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana praktik upah pekerja di tempat jual beli daging haram di desa Sri Menanti Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara dan Bagaimana analisis hukum Islam terhadap upah pekerja di tempat jual beli daging haram di desa Sri Menanti Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis praktik pengupahan yang diterima oleh pekerja serta memahami pandangan hukum Islam terhadap pengupahan di tempat jual beli daging haram. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan konsumen dan penyedia jasa travel, serta observasi terhadap praktik yang terjadi di lapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif analitis untuk menggali pandangan hukum Islam terkait upah pekerja di tempat jual beli daging haram di Desa Sri Menanti Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah yang diterima oleh pekerja di tempat jual beli daging haram tidak dapat dibenarkan menurut hukum Islam, karena aktivitas yang mereka lakukan berhubungan dengan penjualan barang yang haram. Dalam konteks ini, upah yang diterima dianggap sebagai upah yang diperoleh dari pekerjaan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Kata Kunci: Hukum Islam, Upah, Ijarah, Daging Haram, Penjualan Barang Haram. ABSTRACT The phenomenon of haram meat trading in Indonesia, including pork and meat from animals that are not slaughtered according to Islamic law, has raised various issues related to the halal status of the sources of income for the workers involved. In Sri Menanti Village, there is a place that sells haram meat such as pork, monitor lizard meat, and bat meat. This place employs seven workers, most of whom are from the surrounding area. Although they are aware that the meat being sold is haram, the limited job opportunities push them to work there to meet their livelihood needs. This study uses the theory of ijarah (wages), which explains that wages are compensation or remuneration for work performed by a worker. In this research, the ijarah theory is used to analyze whether the wage practices at the haram meat trading place align with the principles of Islamic law. Based on the background of the problem, the research questions in this study are: How is the wage practice of workers at the haram meat trading place in Sri Menanti Village, Tanjung Raja Subdistrict, North Lampung Regency, And how is the Islamic law analysis of the wages of workers at the haram meat trading place in Sri Menanti Village, Tanjung Raja Subdistrict, North Lampung Regency. The purpose of this research is to understand and analyze the wage practices received by the workers and to understand the Islamic legal perspective on wages in the haram meat trading place. This study uses a qualitative research method with a field research approach and is descriptive-analytical in nature. . The research method used is field research with a qualitative approach. This study involves in-depth interviews with consumers and travel service providers, as well as observations of practices on the ground. The results of the study show that the wages received by workers at the haram meat trading place cannot be justified according to Islamic law, because the activities they are involved in relate to the sale of haram goods. In this context, the wages are considered to be earned from work that does not comply with Islamic principles. Keywords: Islamic Law, Worker Wages, Ijarah, Haram Meat, Sale of Haram Goods.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 14 Feb 2025 03:25 |
| Last Modified: | 14 Feb 2025 03:25 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37417 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


