TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBEKUAN SEL TELUR (EGG FREEZING) PADA WANITA (Studi Pemikiran Ulama K.H Yahya Zainul Ma’arif)

Hertina, Sahara (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBEKUAN SEL TELUR (EGG FREEZING) PADA WANITA (Studi Pemikiran Ulama K.H Yahya Zainul Ma’arif). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of BAB 1,4,5 HERTINA.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL HERTINA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi di bidang medis kini semakin maju. Semakin banyak penemuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Pembekuan sel telur pada wanita merupakan salah satu kemajuan teknologi terkini di bidang medis. Pembekuan sel telur adalah proses merangsang hormon dalam ovarium wanita, kemudian mengangkat sel telur melalui pembedahan, membekukannya, dan menyimpannya di laboratorium untuk digunakan kemudian. Saat ini di Indonesia, pembekuan sel telur banyak dilakukan oleh banyak wanita karena berbagai alasan, antara lain untuk menjaga agar sel telur tetap berkualitas baik saat digunakan nantinya, karena banyak wanita yang masih ingin memiliki anak di kemudian hari namun belum siap untuk menikah, maka pembekuan sel telur adalah solusinya. tentang masalah ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1.) Bagaimana pembekuan sel telur (egg freezing) pada wanita dalam pemikiran ulama K.H Yahya Zainul Ma’arif . 2.) Bagaimana pembekuan sel telur (egg freezing) pada wanita di tinjau dari hukum Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pembekuan sel telur (egg freezing) pada wanita dalam pemikiran ulama K.H Yahya Zainul Ma’arif dan untuk mengetahui pembekuan sel telur (egg freezing) pada wanita di tinjau dari hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan sistem kualitatif dan penelitian adalah penelitian pustaka (Library Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menekankan informasi dari buku- buku maupun jurnal. Sumber data primer penelitian ini Al qur'an, Hadist, buku dan hasil keputusan Fatwa Majelis., dan menggunakan data sekunder yaitu referensi, buku-buku, koran, media online, jurnal-jurnal atau tulisan-tulisan yang berkaitan dengan penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembekuan sel telur (egg freezing) pada wanita menurut K.H Yahya Zainul Ma’arif terbagi menjadi beberapa aspek pembahasan. Jika ditinjau dari aspek hukum Islam egg freezing dapat dilakukan dengan tidak melanggar rambu-rambu syariah mengingat dalam proses egg freezing melibatkan banyak aspek sehingga perlu adanya kehati-hatian dalam pelaksanaannya. Namun, K.H Yahya Zainul Ma’arif lebih menganjurkan untuk segera melakukan pernikahan dibandingkan dengan egg freezing dan apabila nantinya dikemudian hari belum mendapatkan keturunan maka dianjurkan juga untuk melakukan adopsi. Kemudian dalam perspektif hukum Islam pembekuan sel telur (egg freezing) pada wanita tidak dijelaskan secara eksplisit mengenai kejelasan keharaman atau kehalalan egg freezing.. Pada dasarnya, hukum Islam mengakui adanya kelonggaran dalam urusan kedokteran asalkan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Kata Kunci : Egg Freezing, Hukum Islam, Wanita. ABSTRACT The development of technology in the medical field is now increasingly advanced. There are more and more discoveries to meet the needs of human life. Egg freezing in women is one of the latest technological advances in the medical field. Egg freezing is the process of stimulating hormones in a woman's ovaries, then removing the eggs through surgery, freezing them, and storing them in a laboratory for later use. Currently in Indonesia, egg freezing is widely carried out by many women for various reasons, including to maintain good quality eggs when used later, because many women still want to have children in the future but are not ready to get married, so egg freezing is the solution. about this problem. The formulation of the problem in this study is: 1.) How is egg freezing in women in the thinking of the cleric K.H Yahya Zainul Ma'arif. 2.) How is egg freezing in women reviewed from Islamic law. The purpose of this study is to find out about egg freezing in women in the thoughts of the cleric K.H Yahya Zainul Ma'arif and to find out about egg freezing in women in terms of Islamic law. This study uses a qualitative method that is descriptive analysis using a qualitative system and the research is library research, namely research conducted by emphasizing information from books or journals. The primary data sources of this study are the Qur'an, Hadith, books and the results of the Fatwa Majelis decisions, and using secondary data, namely references, books, newspapers, online media, journals or writings related to this study. The conclusion of this study is that egg freezing in women according to K.H Yahya Zainul Ma'arif is divided into several aspects of discussion. When viewed from the aspect of Islamic law, egg freezing can be done without violating sharia guidelines considering that the egg freezing process involves many aspects so that caution is needed in its implementation. However, K.H Yahya Zainul Ma'arif recommends getting married immediately compared to egg freezing and if later on you have not had children, it is also recommended to adopt. Then, from the perspective of Islamic law, egg freezing in women is not explicitly explained regarding the clarity of the prohibition or permissibility of egg freezing. Basically, Islamic law recognizes the existence of leniency in medical matters as long as it does not conflict with sharia principles. Keywords: Egg Freezing, Islamic Law, Women.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 10 Feb 2025 07:25
Last Modified: 10 Feb 2025 07:25
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37359

Actions (login required)

View Item View Item