Deni, Agus Wijanarko (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP ZAKAT USAHA TERNAK PUYUH (Studi di Desa Subing Karya Kecamatan Seputih Mataram Lampung Tengah). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Di Desa Subing Karya Kecamatan Seputih Mataram Lampung Tengah, peternak puyuh menyadari bahwa penghasilan dari usaha peternakan puyuh harus dikenakan zakat. Namun kurangnya pemahaman peternak puyuh tentang bagaimana tata cara pengeluaran, pendistribusian zakat dan jumlah kadar zakat yang harus dikeluarkan, sehingga warga yang memiliki peternakan tidak paham tentang mengeluarkan zakat dari hasil ternak puyuhnya. Sejauh ini, mereka mengeluarkan zakat hanya dalam bentuk telur puyuh kepada masyarakat yang ada di sekitar tempat usahanya tersebut, yang mana kadar atau harta yang diberikan belum dihitung terlebih dahulu bagaimana mestinya. Tentunya hal ini masih berbeda dengan ketentuan yang ada di dalam fiqih yang mana zakat perniagaan harus dikeluarkan ketika barang dagangan yang telah mencapai nishab dan haul pada akhir tahun. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan zakat yang dilakukan oleh peternak puyuh di Desa Subing Karya Kecamatan Seputih Mataram Lampung Tengah? Bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap pelaksanaan zakat ternak puyuh di Desa Subing Karya Kecamatan Seputih Mataram Lampung Tengah? Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dan sifat penelitian ini yaitu deskriptif analisis, Sumber data yang digunakan adalah jenis data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data meliputi, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode pengolahan data yaitu, editing dan reduksi data, kemudian data analisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan berfikir secara induktif Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan. Pertama, dalam pelaksanaan zakat perniagaan atas hasil ternak puyuh di Desa Subing Karya, para peternak puyuh dalam prakteknya kurang mengerti dan paham tentang ketentuan nishab dan haulnya. Mereka mengeluarkan harta tanpa ada aturan berapa besar harta yang harus dikeluarkan. Kedua, Tinjauan hukum Islam terhadap zakat usaha ternak puyuh di Desa Subing Karya Kecamatan Seputih Mataram Lampung Tengah tidak dapat dibenarkan karena tidaklah sesuai dengan ketentuan yang seharusnya, karena peternak puyuh hanya mengeluarkan harta berupa telur yang takarannya sesuka hati mereka saja, alasannya karena mereka kurang mengetahui dan memahami tentang zakat hasil ternak puyuh ini. Sementara itu, hasil dari ternak puyuh ini ada zakatnya yaitu zakat perdagangan karena ada ayat yang menjelaskan secara umum yaitu pada surat Al-Baqarah ayat 267 dan hadits-hadits. Kata Kunci: Zakat Perniagaan, Peternak Puyuh, Haul, Nishab. ABSTRACT In Subing Karya Village, Seputih Mataram Subdistrict, Central Lampung, quail farmers had recognized that their income from quail farming was subject to zakat. However, there was a lack of understanding among quail farmers about the procedures for zakat payment, distribution, and the amount of zakat that had to be paid. As a result, those who owned quail farms did not fully understand how to pay zakat on their livestock. They had only given zakat in the form of money or quail eggs to the community around their business, without first calculating the proper amount or value. This differed from the guidelines in Islamic jurisprudence (fiqh), which stipulated that zakat on business assets had to be paid when the goods had reached the nishab and haul at the end of the year. The zakat on business assets was 2.5% of the total value of the goods. The problem formulation of this study was: How was the zakat implemented by quail farmers in Subing Karya Village, Seputih Mataram Subdistrict, Central Lampung? What was the perspective of Islamic law on the implementation of zakat for quail livestock in Subing Karya Village, Seputih Mataram Subdistrict, Central Lampung? This research was a field study, with a descriptive analytical nature. The data sources used were primary and secondary data. The data collection methods included observation, interviews, and documentation. Data processing methods consisted of editing and data reduction, followed by qualitative descriptive data analysis with an inductive reasoning approach. Based on the results of the research, conclusions could be drawn. First, in the implementation of zakat on quail farming business in Subing Karya Village, quail farmers, in practice, lacked understanding and knowledge about the provisions of nishab and haul. They gave away their assets without any rules regarding the amount that should be given. Second, the Islamic legal perspective on zakat for quail farming in Subing Karya Village, Seputih Mataram District, Central Lampung, was deemed invalid as it did not comply with the proper regulations. This was because the quail farmers only gave assets in the form of eggs, with measurements determined at their own discretion, as they lacked knowledge and understanding of zakat for quail farming. Meanwhile, the proceeds from quail farming are subject to zakat, which is categorized as trade zakat, as explained in general terms in Surah Al-Baqarah verse 267 and several hadiths. Keywords: Trade Zakat, Quail Farmers, Haul, Nishab.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 06 Feb 2025 04:02 |
| Last Modified: | 06 Feb 2025 04:02 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37291 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


