KONFLIK SOSIAL PETAMBAK UDANG BUMI DIPASENA DENGAN PERUSAHAAN DIPASENA CITRA DARMAJA (DCD) DI RAWAJITU TIMUR TULANG BAWANG (1990-2000)

Satria, Banar Wahyuda (2025) KONFLIK SOSIAL PETAMBAK UDANG BUMI DIPASENA DENGAN PERUSAHAAN DIPASENA CITRA DARMAJA (DCD) DI RAWAJITU TIMUR TULANG BAWANG (1990-2000). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 SATRIA.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of SKRIPSI SATRIA BANAR WAHYUDA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRACT Social Conflict between Bumi Dipasena Shrimp Farmers and Dipasena Citra Darmaja (DCD) Company in East Rawajitu Tulang Bawang (1990-2000) Bumi Dipasena, which initially was a peatland, is located between Tulang Bawang Regency and Mesuji Regency. Bumi Dipasena stretches over an area of 98,000 hectares near the coast of Mesuji. This area is a representation of a small non-oil and gas industrial town. This area only has one access route in the form of a canal (small river) that connects one land to another. The Bumi Dipasena area is one of the ventures of businessman Sjamsul Nursalim. The conflict between the Bumi Dipasena farmers and the Dipasena Citra Darmaja company occurred due to a lack of transparency in management with the farmers. Initially, the farmers were afraid to express their objections to the company, but over time they united and strategized to assert their rights promised by Dipasena Citra Darmaja. The prolonged conflict finally reached its climax with the departure of the company Dipasena Citra Darmaja from the Bumi Dipasena area. Bumi Dipasena, no longer under the auspices of anyone, eventually became independent by establishing its own organization called P3UW, which will continue to serve as a platform for all farmers in Bumi Dipasena. This thesis is created with the aim of explaining the conflict that occurred in Bumi Dipasena between the farmers and the company Dipasena Citra Darmaja. The formation of the P3UW organization and the resolution of the conflict in Bumi Dipasena. This research uses historical research methods in the form of data collection from sources such as archives and contemporary documents. Records found in local government archives and secondary sources as comparisons and other sources to strengthen the theory, then the author uses the source verification step, which is the comparison of one source with another, ultimately presented in an explanatory manner. The results of this research explain that the conflict in Bumi Dipasena can occur due to the mistakes made by the Dipasena Citra Darmaja company, which lacks transparency in management issues to the farmers. All the methods and efforts made by the farmers included reporting to the district government, lobbying the provincial government, and even staging a demonstration in front of the iii presidential palace. The farmers did all of this with a sense of solidarity because they had an organization that would protect them called P3UW. This organization, which consists of all the farmers in Bumi Dipasena, fosters a very high sense of togetherness, and it bore fruit with the departure of the company Dipasena Citra Darmaja from the Bumi Dipasena area. The conclusion from this is that the farmers, who are individuals, united under the name P3UW, were finally able to drive out the large company with the hope that they could be free from oppression and also obtain their rights. Keywords: Conflict, farmers, Dipasena Citra Darmaja company, P3UW, Bumi Dipasena. iv ABSTRAK Satria Banar Wahyuda : Konflik Sosial Petambak Udang Bumi Dipasena dengan Perusahaan Dipasena Citra Darmaja (DCD) di Rawajitu Timur Tulang Bawang (1990-2000) Bumi Dipasena yang awalnya merupakan sebuah lahan gambut, yang terletak diantara kabupaten Tulang Bawang dan kabupaten Mesuji. Bumi Dipasena terhampar dengan luas 98.000 hektar di dekat pesisir Mesuji. Wilayah ini merupakan gambaran dari kota kecil kawasan industri non-migas. Kawasan ini hanya memiliki satu jalur akses berupa kanal (sungai kecil) yang menghubungkan daratan satu ke daratan lainnya. Kawasan Bumi Dipasena ini merupakan salah satu hasil garapan dari pembisnis Sjamsul Nursalim. Konflik petambak Bumi Dipasena dengan perusahaan Dipasena Citra Darmaja terjadi disebabkan adanya ketidak-transparan manajemen dengan pihak petambak. Awalnya petambak yang takut untuk menunjukan keberatan mereka dengan pihak perusahaan, lama kelamaan akhirnya mereka bersatu dan mengatur strategi untuk melayangkan hak mereka yang dijanjikan oleh perusahaan Dipasena Citra Darmaja. Perseteruan yang berkepanjangan tersebut akhirnya mencapai klimaksnya dengan perginya perusahaan Dipasena Citra Darmaja dari kawasan Bumi Dipasena. Bumi Dipasena yang tidak lagi bernaung dengan siapa pun lagi akhirnya menjadi mandiri dengan mendirikan organisasi sendiri bernama P3UW yang akan terus menjadi wadah bagi semua petambak yang ada di Bumi Dipasena. Skripsi ini dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan bagaimana konflik yang terjadi di Bumi Dipasena antara petambak dengan perusahaan Dipasena Citra Darmaja. Pembentukan organisasi P3UW dan akhir dari konflik yang ada di Bumi Dipasena. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah berupa pengumpulan data sumber berupa arsip dan dokumen yang se-zaman. Catatan yang ada di arsip pemerintahan daerah dan juga sumber sekunder sebagai pembanding dan sumber lainnya untuk menguatkan teori, kemudian penulis menggunakan langah verifikasi sumber yaitu penyocokan sumber satu dengan sumber lainnya yang akhirnya disajikan secara eksplanasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwasanya konflik Bumi Dipasena bisa terjadi karena kesalahan dari pihak perusahaan Dipasena Citra Darmaja yang tidak transparasi masalah manajemen kepada petambak. Segala cara dan upaya yang dilakukan petambak dengan cara mengadu ke pemerintah kabupaten, melobi pemerintah v provinsi hingga berdemo di depan istana negara. Petambak melakukan semua itu dengan rasa solid karena mereka memiliki organisasi yang akan menjaga mereka bernama P3UW. Organisasi yang berisikan seluruh petambak Bumi Dipasena ini memupuk rasa kebersamaan yang sangat tinggi, dan membuahkan hasil dengan perginya perusahaan Dipasena Citra Darmaja dari kawasan Bumi Dipasena. Simpulan dari hal ini adalah petambak yang merupakan perorangan bersatu padu dengan nama P3UW akhirnya bisa mengusir peruhaan besar dengan harapan agar mereka bisa bebas dari kekangan dan juga mendapatkan haknya. Kata Kunci : Konflik, petambak, perusahaan Dipasena Citra Darmaja, P3UW, Bumi Dipasena

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sejarah Peradaban Islam
Divisions: Fakultas Adab > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 05 Feb 2025 07:59
Last Modified: 05 Feb 2025 08:08
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37279

Actions (login required)

View Item View Item