REYCINTA, UTAMI PUTRI (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TANTANGAN ISTRI DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH MAWADDAH WARAḤMAH DENGAN SUAMI MUALAF (Studi Kasus Terhadap Tiga Pasangan Suami Istri di Kecamatan Way Tenong Lampung Barat). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Terciptanya keluarga sakinah mawaddah waraḥmah adalah impian setiap pasangan yang menikah. Dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 221 Islam secara terang-terangan melarang pernikahan beda agama. Hal inilah yang membuat beberapa orang pindah agama untuk bersama pasangannya, seperti fenomena yang terjadi di Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat seorang wanita yang memutuskan untuk menikah dengan mualaf. Dalam pernikahan, suami wajib memimpin, mendidik dan melindungi istri , kaum pria sebagai kepala, sedangkan wanita sebagai badannya. Berbeda hal nya saat kita memiliki pasangan mualaf pastinya disini istri akan memiliki tantangan dari berbagai aspek dan tentu ini bukanlah hal yang mudah. Permasalahan pada penelitian ini bagaimana tantangan istri dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah waraḥmah dengan suami mualaf pada Kecamatan Way Tenong Lampung Barat? bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap tantangan istri dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah waraḥmah dengan suami mualaf?. Teori yang digunakan konsep perkawinan dalam Islam, konsep keluarga sakinah mawaddah waraḥmah , Mualaf, dan Pandangan Empat Mazhab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder, dengan sampel yang berjumlah 10 orang. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa tantangan istri dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah waraḥmah di Kecamatan Way Tenong Lampung yaitu sering bertengkar dan berselisih paham, karena perbedaan pendapat, kebiasaan, dan keyakinan. Kemudian tantangan pasangan mualaf ini sangat bergantung pada kesabaran, pengertian, dan komitmen bersama untuk mendalami ajaran Islam. Berdasarkan KMA Nomor 3 Tahun 1999, kategori keluarga sakinah dalam pernikahan tiga pasangan mualaf ini telah memenuhi tolak ukur keluarga sakinah I, II dan III. Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun yang memenuhi kriteria untuk kategori keluarga sakinah III plus. Sedangkan dalam tinjauan hukum Islam, meskipun setiap mazhab memiliki pendekatan yang berbeda, Islam tetap menekankan pentingnya kesabaran, komunikasi yang baik, dan pendidikan agama sebagai kunci utama dalam mengatasi tantangan- tantangan yang ada. Pandangan empat mazhab inipun memberikan panduan hukum terkait status pernikahan dalam situasi ini. Kata kunci : Sakinah, Mawaddah, Waraḥmah , Mualaf, Tantangan Istri. ABSTRACT The creation of a sakinah mawaddah waraḥmah family is the dream of every married couple. In Q.S. Al-Baqarah verse 221 of Islam openly prohibits interfaith marriages. This is what makes some people change religions to be with their partners, such as the phenomenon that occurred in Way Tenong District, West Lampung Regency, a woman who decided to marry a convert. In marriage, the husband is obliged to lead, educate and protect the wife, the man is the head, while the woman is the body. It's different when we have a partner who is a convert, of course the wife will have challenges from various aspects and of course this is not an easy thing. The problem in this research is what are the challenges of wives in creating a sakinah mawaddah waraḥmah family with a husband who has converted to Islam in Way Tenong District, West Lampung? How does Islamic law review the wife's challenges in creating a sakinah mawaddah waraḥmah family with a Muslim husband? The theories used are the concept of marriage in Islam, the concept of the sakinah mawaddah waraḥmah family, converts, and the views of the four schools of thought. This research uses qualitative methods with the type of field research. Data collection was carried out through interviews and documentation. The data sources used consist of primary data and secondary data, with a sample of 10 people. The results of the research state that the challenge for wives in creating a sakinah mawaddah waraḥmah family in Way Tenong District, Lampung, is that they often fight and disagree, because of differences in opinions, habits and beliefs. Then the challenges of this couple of converts really depend on patience, understanding and mutual commitment to deepening the teachings of Islam. Based on KMA Number 3 of 1999, the sakinah family category in the marriages of these three Muslim convert couples has met the sakinah family benchmarks I, II and III. However, until now, no one has met the criteria for the Sakinah III plus family category. Meanwhile, in reviewing Islamic law, even though each school of thought has a different approach, Islam still emphasizes the importance of patience, good communication and religious education as the main keys in overcoming existing challenges. The views of these four schools of thought also provide legal guidance regarding marital status in this situation. Keywords: Sakinah, mawaddah, waraḥmah , Muallaf, Role of the Wife.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 31 Jan 2025 03:46 |
| Last Modified: | 31 Jan 2025 03:46 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37191 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


