Alda, Maldalena (2025) METODE KONSELING DALAM MENANGANI PERSELISIHAN PASANGAN SUAMI ISTRI (PASUTRI) DI KUA BUKIT KEMUNING LAMPUNG UTARA. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Pernikahan seringkali tidak terlepas dari konflik/perselisihan yang terjadi didalam rumah tangga antara pasangan suami-istri. Perselisihan terjadi karena adanya ketidakcocokan antara suami dan isteri dalam hal tertentu seperti perselisihan tentang tanggung jawab nafkah dalam keluarga yang berhubungan dengan perekonomian, kurangnya komunikasi/keterbukaan antar pasangan,dan saling menyalahkan satu sama lain yang dapat mengakibatkan terjadinya perceraian,di dalam rumah tangga. Pada keadaan ini sepanjang tahun 2023 terdapat kasus perselisihan di KUA Bukit Kemuning, jumlah perkara perselisihan sebanyak 18 kasus.Adapun permasalahan yang sering dikonsultasikan di KUA Bukit Kemuning yaitu tentang kesalah pahaman antara suami istri,tidak ada kecocokan dalam rumah tangga,faktor ekonomi dan judi. Maka dari itu peran dan upaya pemerintah dalam mengatasi perselisihan adalah dengan menyediakan KUA untuk proses mediasi sehingga mengurangi sengketa perselisihan pasangan suami istri.Rumusan masalah penelitian ini adalah apa metode konseling yang digunakan dalam layanan konseling untuk menangani perselisihan suami istri dan bagaimana pelaksanaan metode konseling dalam menangani perselisihan suami istri di KUA Bukit Kemuning Lampung Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode konseling yang digunakan dalam layanan konseling untuk menangani perselisihan suami istri dan untuk mengetahui cara pelaksanaan metode konseling dalam menangani perselisihan suami istri di KUA Bukit Kemuning Lampung Utara. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseacrh) yang bersifat deskriptif. Penelitian ini terdiri dari 2 konselor keluarga yang telah tersertifikasi dan 4 pasangan konseli yang mengikuti konseling perkawinan di KUA Bukit Kemuning Lampung Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara terstruktur dan metode dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Metode yang digunakan dalam menangani perselisihan suami istri adalah metode directive, metode nondirective, metode elektif , konseling dengan metode pembelajaran langsung, konseling dengan metode dialog, metode penyadaran. Penggunaan metode ini bertujuan untuk memberikan solusi berupa arahan dalam penyelesaian masalahnya guna membantu pasangan suami istri agar mendapatkan pencerahan, sebagai cerminan diri untuk intropeksi diri agar menjadi lebih baik, kuat dan berfikir positif dalam menghadapi permasalahan rumah tangganya. Metode ini menggunakan pendekatan Rasional Emotive iii Terapi melalui konseling individu (face to face).Agar tercapai gambaran diri yang ideal (Ideal Selft) dengan kenyataan diri sebenarnya (Actual Selft ) yang bertujuan untuk membina kepribadian klien secara integral, berfikir jauh dan lebih realistis dalam berfikir dan menghadapi permasalahannya, berdiri sendiri dan mempunyai kemampuan utuk memecahkan masalah sendiri.Pelaksanaan konseling pernikahan di KUA Bukit Kemuning Lampung Utara merupakan suatu proses konseling yang diberikan pada pasangan suami istri yang sedang mengalami perselisihan dalam rumah tangganya, yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan menolong klien agar dapat mengembangkanprilaku yang afektif, dan rasional dalam menghadapi permasalahanya. Secara umum konseling dilakukan dengan cara tatap muka dalam satu sampai tiga kali pertemuan antara konselor dengan klien yang dibagi dalam tiga fase yaitu,membangun rappot,mengeksplorasi masalah,menentukan alternatif pemecahan masalah dan memfasilitasi klien untuk mencapai kemandirian diri dalam mengambil keputusan. Kata Kunci: Metode Konseling,Perselisihan,Suami Istri,KUA ABSTRAK Pernikahan seringkali tidak terlepas dari konflik/perselisihan yang terjadi didalam rumah tangga antara pasangan suami-istri. Perselisihan terjadi karena adanya ketidakcocokan antara suami dan isteri dalam hal tertentu seperti perselisihan tentang tanggung jawab nafkah dalam keluarga yang berhubungan dengan perekonomian, kurangnya komunikasi/keterbukaan antar pasangan,dan saling menyalahkan satu sama lain yang dapat mengakibatkan terjadinya perceraian,di dalam rumah tangga. Pada keadaan ini sepanjang tahun 2023 terdapat kasus perselisihan di KUA Bukit Kemuning, jumlah perkara perselisihan sebanyak 18 kasus.Adapun permasalahan yang sering dikonsultasikan di KUA Bukit Kemuning yaitu tentang kesalah pahaman antara suami istri,tidak ada kecocokan dalam rumah tangga,faktor ekonomi dan judi. Maka dari itu peran dan upaya pemerintah dalam mengatasi perselisihan adalah dengan menyediakan KUA untuk proses mediasi sehingga mengurangi sengketa perselisihan pasangan suami istri.Rumusan masalah penelitian ini adalah apa metode konseling yang digunakan dalam layanan konseling untuk menangani perselisihan suami istri dan bagaimana pelaksanaan metode konseling dalam menangani perselisihan suami istri di KUA Bukit Kemuning Lampung Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode konseling yang digunakan dalam layanan konseling untuk menangani perselisihan suami istri dan untuk mengetahui cara pelaksanaan metode konseling dalam menangani perselisihan suami istri di KUA Bukit Kemuning Lampung Utara. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseacrh) yang bersifat deskriptif. Penelitian ini terdiri dari 2 konselor keluarga yang telah tersertifikasi dan 4 pasangan konseli yang mengikuti konseling perkawinan di KUA Bukit Kemuning Lampung Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara terstruktur dan metode dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Metode yang digunakan dalam menangani perselisihan suami istri adalah metode directive, metode nondirective, metode elektif , konseling dengan metode pembelajaran langsung, konseling dengan metode dialog, metode penyadaran. Penggunaan metode ini bertujuan untuk memberikan solusi berupa arahan dalam penyelesaian masalahnya guna membantu pasangan suami istri agar mendapatkan pencerahan, sebagai cerminan diri untuk intropeksi diri agar menjadi lebih baik, kuat dan berfikir positif dalam menghadapi permasalahan rumah tangganya. Metode ini menggunakan pendekatan Rasional Emotive iii Terapi melalui konseling individu (face to face).Agar tercapai gambaran diri yang ideal (Ideal Selft) dengan kenyataan diri sebenarnya (Actual Selft ) yang bertujuan untuk membina kepribadian klien secara integral, berfikir jauh dan lebih realistis dalam berfikir dan menghadapi permasalahannya, berdiri sendiri dan mempunyai kemampuan utuk memecahkan masalah sendiri.Pelaksanaan konseling pernikahan di KUA Bukit Kemuning Lampung Utara merupakan suatu proses konseling yang diberikan pada pasangan suami istri yang sedang mengalami perselisihan dalam rumah tangganya, yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan menolong klien agar dapat mengembangkanprilaku yang afektif, dan rasional dalam menghadapi permasalahanya. Secara umum konseling dilakukan dengan cara tatap muka dalam satu sampai tiga kali pertemuan antara konselor dengan klien yang dibagi dalam tiga fase yaitu,membangun rappot,mengeksplorasi masalah,menentukan alternatif pemecahan masalah dan memfasilitasi klien untuk mencapai kemandirian diri dalam mengambil keputusan. Kata Kunci: Metode Konseling,Perselisihan,Suami Istri,KUA. ABSTRACT Marriage is often inseparable from the conflicts/disputes that occur in the household between husband and wife. Disputes occur because of incompatibility between husband and wife in certain matters such as disputes about living responsibilities in the family related to the economy, lack of communication/openness between spouses, and blaming each other which can lead to divorce, in the household. In this situation throughout 2023 there are dispute cases at KUA Bukit Kemuning, the number of dispute cases is 18 cases. As for the problems that are often consulted at KUA Bukit Kemuning are about misunderstandings between husband and wife, there is no compatibility in the household, economic factors and gambling. Therefore, the role and efforts of the government in resolving disputes is to provide the KUA for the mediation process so as to reduce the dispute of married couples. The formulation of this research problem is what is the counseling method used in counseling services to handle husband and wife disputes and how to implement the counseling method in handling husband and wife disputes at KUA Bukit Kemuning North Lampung. The purpose of this research is to find out the counseling method used in counseling services to handle husband and wife disputes and to find out how to implement counseling methods in handling husband and wife disputes at KUA Bukit Kemuning North Lampung. This research is a descriptive field research (field reseacrh). This research consists of 2 certified family counselors and 4 couples who participated in marriage counseling at KUA Bukit Kemuning North Lampung. Data collection techniques in this study use structured interview methods and documentation methods. From the results of the research, it can be concluded that the methods used in dealing with husband and wife disputes are the directive method, the nondirective method, the elective method, counseling with the direct learning method, counseling with the dialogue method, the awareness method. The use of this method aims to provide solutions in the form of directions in solving problems to help married couples to get enlightenment, as a self-reflection for self�introspection to become better, stronger and think positively in dealing with their household problems. This method uses the Rational Emotive Therapy approach through individual counseling (face to face). In order to achieve an ideal self-image (Ideal Selft) with true self-reality (Actual Selft) which aims to build the client's personality integrally, think far and be more realistic in thinking and facing their v problems, standing alone and having the ability to solve their own problems. The implementation of marriage counseling at KUA Bukit Kemuning North Lampung is a counseling process given to married couples who are experiencing disputes in their household, which aims to relieve tension and help clients to develop affective, and rational behavior in dealing with their problems. In general, counseling is carried out by face-to-face in one to three meetings between counselors and clients which are divided into three phases, namely, building rappot, exploring problems, determining alternative problem solving and facilitating clients to achieve self-reliance in making decisions. Keywords: counseling method, dispute, husband and wife,KUA
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 30 Jan 2025 07:36 |
| Last Modified: | 30 Jan 2025 07:36 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37151 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


