YUNITA, SENDI (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG SISTEM PENETAPAN PAKET JASA FOTO PREWEDDING YANG BERBEDA-BEDA (Studi Gustitamedia Negara Ratu, Kotabumi, Lampung Utara). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Perkawinan merupakan salah satu budaya yang dilakukan oleh manusia, antara laki-laki dan perempuan yang bertujuan membentuk suatu keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah. Agama islam memandang pernikahan merupakan perjanjian yang sakral, bermakna ibadah kepada Allah, mengikuti Sunnah Rasulullah dan dilaksanakan atas dasar keiklasan, tanggung jawab dan mengikuti ketentuan ketentuan hukum yang harus dilakukan. Pada era revolusi teknologi yang berkembang pada abad 21, kecangihan-kecanggihan dibidang teknologi serta arus globalisasi yang sangat cepat, menyebabkan banyak sekali perubahan-perubahan dibidang ekonomi, terutama disektor bidang usaha. Pada zaman sekarang, fotografi juga banyak digemari dan dibutuhkan saat akan melakukan dokumentasi sebelum pernikahan atau yang lebih dikenal dengan foto prewedding. Jasa foto preweding di era modern saat ini, berkembang dan tumbuh sangat pesat, kebutuhan jasa foto preweding. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sistem penetapan paket jasa foto preweding dalam tinjauan hukum islam. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, berdasarkan hasil penelitian, Setiap pemilik jasa foto preweding, tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dari penetapan sistem paket jasa foto preweding yang tujuannya untuk menarik konsumen, sistem penetapan paket jasa foto preweding, berlandaskan oleh pemilik suatu penyedia jasa itu sendiri, tanpa adanya campur tangan dari pelaku ekonomi lainnya. Hal tersebut berlandaskan karena kualitas dan perlengkapan yang diberikan oleh pihak pemilik kepada calon pengguna jasa, hal ini dapat dipahami semakin baik kualitas dan lengkapnya fasilitas maka semakin baik tingkat kepercayaan konsumen terhadap penyedia jasa foto preweding. Hukum islam tidak membatasi penetapan paket jasa foto preweding tersebut. Hukum Islam juga, tidak menyalahi aturan setiap muamalah itu adalah mubah (boleh dilakukan) selama tidak ada dalil yang mengharamkan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kedua belah pihak yang melakukan perjanjian atas dasar sewa menyewa dan mendapatkan keuntungan antara kedua belah pihak. Kata Kunci: Sistem Paket, Foto Preweding, Jasa, Hukum Islam. ABSTRACT Marriage is a cultural activity carried out by humans, between men and women with the aim of forming a family that is sakinah mawadah and warohmah. The Islamic religion views marriage as a sacred agreement, meaning worship of Allah, following the Sunnah of the Prophet and carried out on the basis of sincerity, responsibility and following legal provisions that must be carried out. In the era of the technological revolution that is developing in the 21st century, advances in technology and the very rapid flow of globalization have caused many changes in the economic sector, especially in the business sector. Nowadays, photography is also very popular and is needed when documenting before a wedding or what is better known as pre-wedding photos. Pre-wedding photo services in today's modern era are developing and growing very rapidly, the need for pre-wedding photo services. The purpose of this research is to determine the system for determining pre-wedding photo service packages in Islamic law. The research method in this study uses a descriptive research type, based on the research results, each owner of pre wedding photo services, of course, has its own advantages and disadvantages in determining the pre-wedding photo service package system, the aim of which is to attract consumers, the system for determining pre-wedding photo service packages, is based on the owner of a service provider himself, without any interference from other economic actors. This is based on the quality and equipment provided by the owner to prospective service users. It can be understood that the better the quality and complete facilities, the better the level of consumer trust in pre-wedding photo service providers. Islamic law does not limit the determination of pre-wedding photo service packages. Islamic law also does not violate the rules. Every muamalah is permissible (permissible to do it) as long as there is no argument that forbids this activity, regardless of whether the two parties enter into an agreement on the basis of a lease and obtain a profit between both parties. Keywords: Package System, Pre-wedding Photos, Services, Islamic Law.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 10 Jan 2025 02:46 |
| Last Modified: | 10 Jan 2025 02:46 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36928 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


