IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA PADA PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI LAMPUNG

BAGAS, HENDRAWAN (2024) IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA PADA PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI (COVER-BAB I - II -V & DAPUS).pdf] PDF
Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Moderasi beragama merupakan sikap dan tingkah laku sekaligus memahami bagaimana kita mempraktikkan keyakinan sesuai dengan keadaan dan saling menghargai dalam perbedaan serta mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang. Bahwa kita sadari, problem moderasi beragama perlu dapat perhatian khusus karena rendahnya literasi beragama sehingga umat mudah terombang ambing oleh isu yang dapat memecah belah kesatuan umat beragama. Dan Muhammadiyah memposisikan organisasi ini sebagai organisasi keagamaan yang menjunjung tinggi nilai Nasionalisme dengan prinsip darul ahdi wa syahadah yang berarti suatu negeri yang penuh dengan kedamaian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif atau penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional karya Talcott Parsons sebagai teori utama dan teori dari Robert King Merton dan Emil Durkheim sebagai teori tambahan. Prosedur pengumpulan data untuk mendukung penelitian ini dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan beberapa narasumber yang sudah ditentukan dan peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, skripsi dan sumber-sumber lain yang relevan guna menunjang penelitian sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Moderasi beragama yang diterapkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung relevan dengan apa yang ada di dalam indikator teori struktural fungsional yaitu adaptation, goal attainment, integration dan latency. Keempat indikator diatas relevan dengan implementasi yang dilakukan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung mengenai moderasi beragama. Dalam amaliahnya, Muhammadiyah lebih dominan pada kebutuhan masyarakat karena orientasinya jelas melalui Amal Usaha Muhammadiyah. Karena Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat memposisikan sebagai modernis dan reformis dalam ranah sosial dan masyarakat. Terkhusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung dalam mengimplementasikan moderasi beragama baik di dalam organisasi maupun keunikan yang sudah diterapkan bisa peneliti simpulkan bahwa 4 pilar yang ada dalam moderasi beragama menjadi senjata dari sikap ekstrimisme serta mampu menampilkan Islam yang sejalan dengan perkembangan zaman. Kata Kunci : Implementasi, Struktural Fungsional, Deradikalisasi. ABSTRACT Religious moderation is an attitude and behavior as well as understanding how we practice our beliefs according to circumstances and respect each other's differences and practice religious teachings in a fair and balanced manner. We are aware that the problem of religious moderation needs special attention because religious literacy is low so that people are easily swayed by issues that can divide the unity of religious communities. And Muhammadiyah positions this organization as a religious organization that upholds the values of Nationalism with principles darul ahdi wa syahadah which means a country full of peace. The method used in this research is qualitative methods or field research. This research uses Talcott Parsons' functional structural theory as the main theory and theories from Robert King Merton and Emil Durkheim as additional theories. Data collection procedures to support this research include interviews, observation and documentation. Primary data was obtained through interviews with several predetermined sources and researchers used purposive sampling techniques. Secondary data is obtained from books, journals, theses and other relevant sources to support research according to facts in the field. Religious moderation is applied Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung relevant to what is in the functional structural theory indicators, namely adaptation, goal attainment, integration dan latency. The four indicators above are relevant to the implementation carried out Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung regarding religious moderation. In its practice, Muhammadiyah is more dominant in the needs of society because its orientation is clear through Amal Usaha Muhammadiyah. Because Muhammadiyah as a community organization positions itself as modernist and reformist in the social and community realm. Especially Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung in implementing religious moderation both within organizations and in the uniqueness that has been implemented, researchers can conclude that the 4 pillars of religious moderation become weapons against extremism and are able to display Islam in line with current developments. Keywords : Implementation, Structural Functional, Deradicalization.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 27 Dec 2024 07:42
Last Modified: 27 Dec 2024 07:42
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36798

Actions (login required)

View Item View Item