DIAH, SAFITRI (2024) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SUAMI YANG TIDAK MAKSIMAL DALAM MEMENUHI NAFKAH KEHIDUPAN KELUARGA (Studi di Kampung Pasir Gintung Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Kewajiban suami dalam menafkahi istri dan anak, baik dari segi sandang, pangan, papan, maupun kebutuhan lainnya, merupakan tanggung jawab utama dalam sebuah perkawinan. Namun dalam kenyataannya banyak suami yang masih tidak maksimal dalam memenuhi nafkah keluarganya seperti yang terjadi di kampung pasir gintung. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakmaksimalan tersebut antara lain kondisi ekonomi, rendahnya kesadaran akan tanggung jawab keluarga, serta adanya masalah dalam pekerjaan atau sumber penghasilan. Permasalahan dalam penelitian ini ialah Pertama Bagaimana Praktik Suami Yang Tidak Maksimal Dalam Memenuhi Nafkah Kehidupan Keluarga di Kampung Pasir Gintung Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung? kedua Bagaimana Tinjauan Hukum Islam Terhadap Suami Yang Tidak Maksimal Dalam Memenuhi Nafkah Kehidupan Keluarga di Kampung Pasir Gintung Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian ini bersifat deskriptif-analisis. Dalam hal ini data maupun informasi bersumber dari interview atau wawancara, dan dokumentasi dengan pihak yang bersangkutan di Kampung Pasir Gintung Tanjung Larang Pusat Kota Bandar Lampung. Data dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, Praktik Suami Yang Tidak Maksimal Dalam Memenuhi Nafkah Kehidupan Keluarga ini merupakan, ketidakmaksimalan suami dalam memenuhi nafkah kehidupan keluarga , baik akibat pendapatan yang rendah, pekerjaan yang tidak stabil, maupun pengangguran dapat berdampak negative pada hubungan rumah tannga. Tinjauan hukum Islam Terhadap Suami Yang Tidak Maksimal Dalam Memenuhi Nafkah Kehidupan Keluarga. Dalam tinjauan hukum Islam, suami yang tidak maksimal dalam memenuhi nafkah keluarga dianggap telah melanggar salah satu kewajibannya sebagai kepala keluarga. Jika suami tidak memenuhi kewajiban nafkah, maka akan ada beberapa konsekuensi hukum Islam, antara lain pelanggaran terhadap kewajiban agama, hak istri untuk meminta nafkah yang layak, dan tanggung jawab suami terhadap kesejahteraan keluarga. Kata kunci : Nafkah , Hukum Islam. ABSTRACT The husband's obligation to provide for his wife and children, both in terms of clothing, food, shelter, and other needs, is the main responsibility in a marriage. However, in reality, many husbands are still not optimal in fulfilling their family's livelihood, as happened in Pasir Gintung village. Factors that influence this inadequacy include economic conditions, low awareness of family responsibilities, and problems in employment or sources of income. The problems in this study are First, How is the Practice of Husbands Who Are Not Maximal in Fulfilling Family Life Expenses in Pasir Gintung Village, Tanjung Karang Pusat District, Bandar Lampung City? Second, How is the Islamic Law Review of Husbands Who Are Not Maximal in Fulfilling Family Life Expenses in Pasir Gintung Village, Tanjung Karang Pusat District, Bandar Lampung City? The method used in this research is field research. This research is descriptive-analytical. In this case, data and information are sourced from interviews or interviews, and documentation with the parties concerned in Kampung Pasir Gintung Tanjung Larang Pusat Bandar Lampung City. The data is analysed qualitatively. Based on the results of this study, the practice of husbands who are not maximal in fulfilling family life is, the husband's inability to fulfil family life, either due to low income, unstable work, or unemployment can have a negative impact on family relationships. Islamic law review of husbands who are not optimal in fulfilling family life. In the review of Islamic law, husbands who are not optimal in fulfilling family maintenance are considered to have violated one of their obligations as head of the family. If the husband does not fulfil the obligation of maintenance, there will be several consequences of Islamic law, including violation of religious obligations, the wife's right to ask for proper maintenance, and the husband's responsibility for family welfare. Keywords: Nafkah, Islamic Law.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 24 Dec 2024 07:50 |
| Last Modified: | 24 Dec 2024 07:50 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36781 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


