Frans, Seco Arseda (2024) PROSES PEMILIHAN KEPALA DESA DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI POLITIK DI DESA REJOSARI KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (1MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Pemilihan kepala desa atau yang sering disebut pilkades merupakan perwujudan pengembalian “hak-hak dasar” rakyat dalam memilih pemimpin desa. Pilkades secara langsung merupakan momentum besar dan dalam proses membangun demokrasi di Indonesia berskala desa. Demokrasi dalam konteks pemilihan kepala desa (pilkades) dapat dipahami sebagai pengakuan keanekaragaman serta sikap politik partisipatif dari masyarakat dalam bingkai demokratisasi pada tingkat desa. Komunikasi politik secara umum dapat dimaknai dalam kerangka politik sebagai upaya peran atau aktor dalam mencapai tujuan. Berpolitik pada dasarnya adalah berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami proses pemilihan Kepala Desa dalam Perspektif Komunikasi Politik Di Desa Rejosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Dalam penulisan skripsi ini menggunakan penelitian bersifat deskriptif menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun teknik yang dilakukan dalam penelitian ini secara triangulasi (gabungan dari obeservasi, wawancara dan dokementasi), data yang akan diperoleh cenderung data yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunikasi politik yang digunakan dalam proses pemilihan Kepala Desa di Desa Rejosari menggunakan komunikasi poliik interpersonal. Dan adapun media yang digunakan dalam komunikasi politik yaitu media massa dan media cetak. Dan untuk strategi yang diguakan para calon kepala desa yaitu ketokohan, menciptakan kebersamaan. Adapun cara yang digunakan untuk menciptakan kebersamaan yaitu dengan membuat kegiatan pengajian, senam bersama, dan olahraga bersama. Kata Kunci: Pemilihan Kepala Desa, Komunikasi Politik. ABSTRACT The election of the village head or what is often called the village head election is a manifestation of returning the people's "basic rights" in choosing village leaders. Direct village elections are a big momentum in the process of building democracy in Indonesia on a village scale. Democracy in the context of village head elections (pilkades) can be understood as recognition of the diversity and participatory political attitudes of the community within the framework of democratization at the village level. Political communication can generally be interpreted within a political framework as an effort by roles or actors to achieve goals. Politics is basically communicating. The aim of this research is to understand the process of selecting Village Heads from a Political Communication Perspective in Rejosari Village, Natar District, South Lampung Regency. In writing this thesis, descriptive research was used using qualitative research methods. The technique used in this research is triangulation (a combination of observation, interviews and documentation), the data that will be obtained tends to be qualitative data. The results of this research show that the political communication used in the Village Head election process in Rejosari Village uses interpersonal political communication. And the media used in political communication are mass media and print media. And the strategy used by village head candidates is character, creating togetherness. The methods used to create togetherness are by holding recitation activities, joint exercise and joint sports. Keywords: Village Head Election, Political Communication.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 24 Dec 2024 04:41 |
| Last Modified: | 24 Dec 2024 04:41 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36772 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


