RETORIKA PENYIAR LA NUGRAHA 97,6 FM LAMPUNG DALAM SYI'AR ISLAM

Rifki, Firmansyah (2024) RETORIKA PENYIAR LA NUGRAHA 97,6 FM LAMPUNG DALAM SYI'AR ISLAM. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PERPUS PUSAT BAB 1 DAN 5.pdf] PDF
Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSI RIFKI FIRMANSYAH.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Retorika yang baik akan menjadi modal keberhasilan bagi seorang Dai, tak terkecuali penyiar Radio yang daya tariknya ada pada kemampuan retorika penyiarnya. Hal ini yang harus diperhatikan oleh manajemen Lembaga penyiaran Radio seperti Radio La Nugraha 97,6 FM dalam melakukan syi’ar Islam. Syiar islam merupakan dakwah yang dilakukan dengan tujuan untuk mengajar, atau dalam istilah lain seperti propaganda, pencerahan, Pendidikan, dan pengajaran. Atas dasar itu penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana retorika penyiar radio La Nugraha 97,6 FM Lampung dalam melakukan syiar islam melalui media Radio. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sumber data penelitian berasal dari dokumentasi yang dikumpulkan berupa script atau rekaman dakwah yang dilakukan oleh penyiar Radio La Nugraha 97,6 FM Lampung. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan diantaranya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu model Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisa penelitian bahwa dalam dakwah yang disampaikan oleh Ustadz Syarif Thoibin melaui Radio La NUGRAHA 97,6 FM Lampung, retorika digunakan dengan cermat untuk memberikan pesan tentang mencapai ketenangan jiwa dan kesejahteraan spiritual. Pembukaan yang diawali dengan ungkapan terima kasih dan salam menciptakan suasana yang penuh rasa hormat, sementara penggunaan pujian kepada Allah dan Rasulullah memperkuat hubungan spiritual antara pembicara dan pendengar. Pembicara juga memperkenalkan masalah-masalah yang umumnya dihadapi oleh manusia, kemudian mendefinisikan masalah tersebut dengan mendalam, membantu pendengar untuk mengidentifikasi dengan perasaan dan pengalaman mereka. Kemudian, solusi-solusi yang ditawarkan termasuk berdzikir kepada Allah, keyakinan akan pertolongan-Nya, sikap bersyukur, dan keterlibatan yang mendalam dengan Al-Qur'an. Penggunaan kutipan dari hadis dan ayat Al-Qur'an memberikan otoritas pada pesan tersebut. Pada akhirnya, dakwah ini diakhiri dengan doa yang menciptakan perasaan harapan dan kebahagiaan spiritual. Dengan demikian, dakwah ini berhasil menggunakan retorika untuk menginspirasi pendengar dalam mencari ketenangan jiwa dan kesejahteraan spiritual. Kata Kunci : Retorika, Syiar Islam, Radio. ABSTRACT Good rhetoric will be a source of success for a Dai, including radio announcers whose appeal lies in the announcer's rhetorical abilities. This is something that the management of radio broadcasting institutions such as Radio La Nugraha 97.6 FM must pay attention to when carrying out Islamic syi'ar. Islamic preaching is preaching carried out with the aim of teaching, or in other terms such as propaganda, enlightenment, education and teaching. On that basis this research was conducted. This research aims to find out how the rhetoric of radio broadcaster La Nugraha 97.6 FM Lampung applies in broadcasting Islam through radio media. This research uses a descriptive research method with a qualitative approach, the source of research data comes from documentation collected in the form of scripts or preaching recordings carried out by broadcasters on Radio La Nugraha 97.6 FM Lampung. The author's data collection techniques include interviews, observation and documentation. The analysis technique used is the Miles & Huberman model through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of research analysis, in the preaching delivered by Ustadz Syarif Thoibin via Radio La NUGRAHA 97.6 FM Lampung, rhetoric was used carefully to convey messages about achieving mental peace and spiritual well-being. An opening that begins with expressions of thanks and greetings creates a respectful atmosphere, while the use of praise for Allah and the Messenger of Allah strengthens the spiritual connection between speaker and listener. The speaker also introduces problems commonly faced by humans, then defines those problems in depth, helping listeners to identify with their feelings and experiences. Then, the solutions offered include dhikr of Allah, belief in His help, an attitude of gratitude, and deep involvement with the Koran. The use of quotes from hadith and verses of the Qur'an gives authority to the message. In the end, this preaching ends with a prayer that creates feelings of hope and spiritual happiness. Thus, this da'wah successfully uses rhetoric to inspire listeners to seek peace of mind and spiritual well-being. Keywords: Rhetoric, Islamic Sharia, Radio.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 16 Dec 2024 04:02
Last Modified: 16 Dec 2024 04:02
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36600

Actions (login required)

View Item View Item