YESINIA, DESTIANI (2024) MAKNA SIMBOLIS TRADISI TINGKEBAN PADA MASYARAKAT JAWA TRANSMIGRAN (Studi Pada Tradisi Tingkeban di Desa Karang Endah Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Tradisi Tingkeban merupakan salah satu ritual penting dalam budaya Jawa yang dilakukan oleh masyarakat transmigran di Desa Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya memahami makna simbolis dari tradisi Tingkeban dalam konteks kehidupan masyarakat yang mengalami pergeseran budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan menganalisis makna simbolis yang terkandung dalam ritual Tingkeban serta dampaknya terhadap identitas budaya masyarakat Jawa transmigran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan antropologi dengan jenis penelitian kualitatif, yang melibatkan observasi dan wawancara mendalam dengan informan, termasuk tokoh adat dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tingkeban tidak hanya berfungsi sebagai upacara selamatan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan identitas budaya masyarakat Jawa di perantauan. Simbol-simbol yang terdapat dalam ritual ini, seperti makanan dan doa, memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan harapan dan perlindungan bagi ibu dan bayi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tradisi Tingkeban memiliki peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat Jawa transmigran, serta menjadi media untuk mengekspresikan rasa syukur dan harapan akan keselamatan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian budaya dan pemahaman tentang tradisi lokal di Indonesia. Kata kunci: Tradisi Tingkeban, makna simbolis, masyarakat Jawa, transmigran. ABSTRACT The Tingkeban tradition is an important ritual in Javanese culture carried out by the transmigrant community in Karang Endah Village, Terbanggi Besar District, Central Lampung Regency. The background to this research focuses on the importance of understanding the symbolic meaning of the Tingkeban tradition in the context of community life experiencing a cultural shift. The aim of this research is to explore and analyze the symbolic meaning contained in the Tingkeban ritual and its impact on the cultural identity of the transmigrant Javanese community. The research method used is a antrophology approach with a qualitative type of research, which involves observation and in-depth interviews with informants, including traditional leaders and local communities. The research results show that the Tingkeban tradition not only functions as a celebration ceremony, but also as a means to strengthen the social ties and cultural identity of Javanese people overseas. The symbols contained in this ritual, such as food and prayer, have deep meaning related to hope and protection for mother and baby. The conclusion of this research confirms that the Tingkeban tradition has an important role in maintaining the cultural values and identity of the transmigrant Javanese community, as well as being a medium for expressing gratitude and hope for safety. It is hoped that this research can contribute to the development of cultural studies and understanding of local traditions in Indonesia. Key words: Tingkeban tradition, symbolic meaning, Javanese people, transmigrants.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 11 Dec 2024 03:16 |
| Last Modified: | 11 Dec 2024 03:16 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36549 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


