Dewi, Putriana Chalia (2024) PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU MENGGUNAKAN TEKNIK BEHAVIORAL CONTRACT UNTUK MENGATASI PERILAKU MEMBOLOS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 7 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (1MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian dengan judul "pelaksanaan layanan konseling individu menggunakan teknik behavioral contract untuk mengatasi perilaku membolos peserta didik di SMP Negeri 7 Bandar Lampung" ini dilatar belakangi oleh terdapatnya permasalahan peserta didik yang memiliki perilaku membolos. Perilaku membolos yakni perilaku peserta didik yang tidak masuk ke sekolah agar tidak mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas dan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti peserta didik mengalami ketertinggalan dalam materi pembelajaran, malas mengerjakan tugas, dan menurunnya prestasi belajar serta nilai akademik peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan layanan konseling individu oleh guru bimbingan konseling menggunakan teknik behavioral contract untuk mengatasi perilaku membolos peserta didik di SMP Negeri 7 Bandar Lampung. Objek dalam penelitian ini terdiri dari dua orang peserta didik yang terindikasi memiliki perilaku membolos. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 7 Bandar Lampung, dapat disimpulkan bahwa: Dalam pelaksanaan layanan konseling individu yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. (1) Pada tahap perencanaan layanan konseling terbagi menjadi tiga tahapan, pertama melihat absensi dan catatan kasus peserta didik, kedua mengatur waktu pertemuan dengan peserta didik dan menyiapkan RPL, ketiga memanggil peserta didik ke ruang bimbingan konseling dan merancang bantuan yang akan dilakukan. (2) Sedangkan pada tahap pelaksanaan layanan konseling terbagi menjadi empat tahapan pelaksanaan, yakni tahap awal, tahap pertengahan (tahap kegiatan inti), tahap akhir, dan tahap evaluasi proses konseling. Pelaksanaan layanan konseling individu pada akhirnya dapat membantu mengatasi perilaku membolos peserta didik yang ditunjukkan dengan adanya perubahan perilaku pada diri peserta didik menjadi lebih baik, sehingga setelah dilakukannya layanan konseling individu peserta didik tidak lagi memiliki perilaku membolos dan lebih disiplin dalam mematuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah, tidak lagi keluar kelas pada saat jam pelajaran, disiplin dalam mengumpulkan tugas, lebih bertanggung jawab terhadap pendidikannya serta terjadinya peningkatan dalam prestasi belajarnya. Kata Kunci: Layanan Konseling Individu, Teknik Behavioral Contract, Perilaku Membolos ii ABSTRACT The research with the title "Implementation of Individual Counseling Services Using Behavioral Contract Techniques to Overcome Student Truancy Behavior at SMP Negeri 7 Bandar Lampung" is based on the existence of problems of students who have truancy behavior. Truancy behavior is the behavior of students who do not enter school so as not to participate in learning activities in the classroom and can cause various negative impacts, such as students lagging behind in learning materials, laziness in doing assignments, and declining learning achievement and academic grades of students. This study uses a qualitative descriptive research design that aims to find out how the implementation of individual counseling services by counseling guidance teachers using behavioral contract techniques to overcome the truancy behavior of students at SMP Negeri 7 Bandar Lampung. The object in this study consisted of two students who were indicated to have truant behavior. The data collection techniques in this study were obtained through observation, interviews, and documentation. Based on the results of research that has been conducted at SMP Negeri 7 Bandar Lampung, it can be concluded that: The implementation of individual counseling services carried out by counseling guidance teachers consists of several stages, namely the planning stage and the implementation stage. (1) At the planning stage, counseling services are divided into three stages: first, looking at students' attendance and case records; second, arranging meeting times with students and preparing a service implementation plan; and third, calling students to the counseling guidance room and designing the assistance to be carried out. (2) Meanwhile, the implementation stage of counseling services is divided into four stages of implementation, namely the initial stage, the middle stage (core activity stage), the final stage, and the evaluation stage of the counseling process. The implementation of individual counseling services can ultimately help overcome the behavior of skipping students, which is shown by a change in behavior in students for the better, so that after the implementation of individual counseling services, students no longer have disruptive behavior and are more disciplined in complying with the rules and regulations that apply at school, no longer leaving class during class hours, discipline in collecting assignments, being more responsible for their education, and increasing their learning achievements. Keywords: Individual Counseling Services, Behavioral Contract Techniques, Truancy Behavior
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 22 Nov 2024 07:10 |
| Last Modified: | 22 Nov 2024 07:10 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36359 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


