Yuyun, Puspita (2024) LAYANAN BIMBINGAN ROHANI ISLAM DALAM MENINGKATKAN KETENANGAN JIWA PADA LANSIA DILEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL (LKS) AMANAH BUNDA PRINGSEWU. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi adanya lansia yang mengalami gangguan ketenangan jiwa dilembaga kesejahteraan sosial (LKS) amanah bunda Pringsewu. Ketenangan jiwa merupakan suatu hal yang diinginkan oleh setiap orang. Terutama untuk lansia yang mengalami ketenangan jiwa akibat perasaan tidak tenang jiwa nya dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi ketenangan jiwa tersebut seperti, ingin memiliki solusi untuk setiap permasalahan nya, kurang nya rasa sabar dan ingin memiliki keyakinan dan kepercayaan yang kuat dalam dirinya. Faktor lainnya yang mempengaruhi gangguan ketenangan jiwa lansia adalah lansia yang memiliki perasaan mudah tersinggung, kurang partisipasinya dalam kegiatan, kurang berkomunikasi dengan baik sesama lansia dan sering merasa sedih. Menurut penjelasan diatas rumusan masalah yakni bagaimana proses pelaksanaan layanan bimbingan rohani Islam dalam meningkatkan ketenangan jiwa pada lansia dilembaga kesejahteraan sosial (LKS) amanah bunda Pringsewu. Sehingga Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Amanah Bunda Pringsewu memanfaatkan Bimbingan Rohani Islam untuk mendapatkan ketenangan jiwa para lansia. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan bimbingan rohani Islam dalam meningkatkan ketenangan jiwa lansia dilembaga kesejahteraan sosial (LKS) amanah bunda Pringsewu. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data dalam penelitian ini berjumlah 7 orang, yang terdiri dari 4 lansia , 1 pembimbing rohani Islam , 1 pengurus dan 1 ketua di Lembaga Kesejahteraan Sosial . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan rohani Islam dalam meningkatkan ketenangan jiwa lansia dilembaga kesejahteraan sosial (LKS) amanah bunda Pringsewu dilakukan melalui empat tahap, yaitu: 1) Tahap pembentukan, yaitu lansia dibentuk menjadi sebuah kelompok dengan duduk berbaris yang rapih. 2) Tahap Peralihan, dilakukan dengan mengulas materi pertemuan sebelumnya dan setoran hapalan secara bergiliran. 3) Tahap Inti, bimbingan rohani Islam dilakukan setiap hari sabtu setelah selesai senam selama 1 jam dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab untuk menyampaikan materi keagamaan tentang aqidah, akhlak dan ibadah (thaharah, shalat, do'a dan surat pendek). 4) Tahap pengakhiran, dilakukan dengan dua kegiatan yaitu evaluasi materi yang telah disampaikan dan tindak lanjut dengan pemberian tugas hapalan surat atau doa-doa. Penelitian ini juga menggunakan 4 teknik teknik teori humanistik yaitu: a) Teknik mendengar aktif, Cara para lansia memperhatikan pembimbing yang sedang menjelaskan materi. b) Teknik Mengulang Kembali, cara lansia untuk meminta penjelasan ulang. c) Teknik Memperjelas, Cara merespon lansia yang kebingungan sehingga meminta dijelaskan ulang. d) Teknik Memberikan Dukungan, upaya memerikan penguatan kepada lansia dan memberikan perhatian yang lebih. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan layanan bimbingan rohani Islam dalam meningkatkan ketenangan jiwa lansia telah berhasil dilakukan dan memberikan pengaruh yang positif, dimana kini para lansia menjadi pribadi yang lebih tenang, mampu mengontrol emosi, rajin beribadah dan merasakan adanya ketenangan dalam jiwanya. Kata kunci: Bimbingan Rohanı Islam, Ketenangan Jiwa, Lansia. ABSTRACT This research was motivated by the existence of elderly people who experienced mental disorders at the social welfare institution (LKS) trusted by Mrs. Pringsewu. Peace of mind is something that everyone wants. Especially for the elderly who experience mental peace due to feelings of mental unrest due to several factors that influence mental peace, such as wanting to have a solution to every problem, lack of patience and wanting to have strong confidence and trust in themselves. Other factors that influence the mental peace of the elderly are elderly people who feel irritable, lack participation in activities, do not communicate well with other elderly people and often feel sad. According to the explanation above, the problem formulation is how to implement the process of Islamic spiritual guidance services in improving mental peace in the elderly at the social welfare institution (LKS) mandated by Mrs. Pringsewu. So the Social Welfare Institution (LKS) Amanah Bunda Pringsewu utilizes Islamic Spiritual Guidance to gain peace of mind for the elderly. The aim of this research is to find out how the process of implementing Islamic spiritual guidance improves the mental peace of the elderly in the social welfare institution (LKS) mandated by Mrs. Pringsewu. This type of research is descriptive field research. The selection of informants used purposive sampling technique. The data sources in this study were 7 people, consisting of 4 elderly people, 1 Islamic spiritual guide, 1 administrator and 1 chairman at a Social Welfare Institution. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The data analysis technique uses a data analysis model, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show that the implementation of Islamic spiritual guidance in improving the mental peace of the elderly in the social welfare institution (LKS) mandated by Mother Pringsewu was carried out through four stages, namely: 1) Formation stage, namely the elderly were formed into a group by sitting in neat rows. 2) Transition Stage, carried out by reviewing the previous meeting material and memorizing it in turns. 3) Core Stage, Islamic spiritual guidance is carried out every Saturday after completing 1 hour of exercise using the lecture and question and answer method to convey religious material about aqidah, morals and worship (thaharah, prayer, prayers and short letters). 4) The final stage is carried out with two activities, namely evaluating the material that has been submitted and following up by giving the task of memorizing letters or prayers. This research also uses 4 humanistic theory techniques, namely: a) Active listening technique, the way the elderly pay attention to the instructor who is explaining the material. b) Repetition Technique, the elderly's way of asking for re-explanation. c) Clarification Technique, How to respond to elderly people who are confused and ask to be explained again. d) Techniques for Providing Support, efforts to provide reinforcement to the elderly and provide more attention. The conclusion of this research is that the implementation of Islamic spiritual guidance services in increasing the mental calm of the elderly has been successful and has had a positive influence, where now the elderly are calmer individuals, able to control their emotions, diligent in praying and feeling calm in their souls. Keywords: Islamic Spiritual Guidance, Peace of Mind, Elderly.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 20 Nov 2024 02:42 |
| Last Modified: | 20 Nov 2024 02:42 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36325 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


