REZA, TRI UTAMI (2024) OTORITAS PEREMPUAN DALAM TRADISI TUNGGU TUBANG PERSPEKTIF MICHEL FOUCAULT (Studi Desa Way Petai Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Tunggu Tubang adalah gelar yang diberikan secara turun temurun kepada anak perempuan tertua dalam keluarga melalui jalur keturunan Ibu atau disebut juga dengan sistem matrilineal. Gelar ini akan diberikan setelah anak perempuan pertama menikah. Tunggu Tubang memiliki tanggung jawab besar yang harus diemban, dan ia dan anggota keluarga lainnya harus mematuhi hukum adat dalam segala hal. Tradisi Tunggu Tubang diyakini akan diikuti atau diterima oleh seluruh masyarakat adat sebagai kearifan lokal. Tunggu Tubang diyakini menghadirkan kebaikan bagi seluruh anggota masyarakat adat. Akan tetapi dalam prakteknya pemberlakuan tradisi Tunggu Tubang seringkali menghadirkan beberapa persoalan serius. Terutama jika anak perempuan pertama sebagai penerima status Tunggu Tubang bukanlah anak tertua. Sebagai pemeluk agama Islam, sebagian masyarakat adat Semendo menghendaki pengelolaan sistem kekerabatan itu sebagaimana ajaran agama Islam. Dalam hal ini adalah sistem patriarki. Dimana laki-laki memiliki kewenangan yang lebih dari pada perempuan. Oleh karena itu status perempuan Tunggu Tubang sering tidak dianggap keberadaanya. Berangkat dari persoalan ini maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah 1) Apa peran perempuan Tunggu Tubang dalam sistem kekerabatan Semendo?; 2) Bagaimana otoritas perempuan Tunggu Tubang?; 3) Bagaimana otoritas perempuan Tunggu Tubang dalam perspektif Michel Foucault? Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (Field Research), dengan sifat penelitian berupa metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode interpretasi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa peran yang dimainkan Tunggu Tubang menyangkut dalam beberapa aspek kehidupan yaitu, pembagian peran dalam keluarga, ekonomi, budaya dan sosial. Sedangkan otoritas perempuan sebagai Tunggu Tubang ini berakar dari pengakuan dan legitimasi keluarga, serta pendidikan dan pengetahuan yang diperoleh, sehingga menciptakan dinamika kekuasaan yang berbasis konsensus dan partisipasi aktif. Dan otoritas perempuan perspektif Michel Foucualt pada tradisi Tunggu Tubang ini tidak sepenuhnya bersifat mutlak melainkan dinamis. Otoritas Tunggu Tubang memiliki keterbatasan yang dipengaruhi oleh kekuatan diluar dirinya mengingat tradisi ini sangat hormat pada keluarga yang lebih tua darinya. Dan dipengaruhi oleh pengetahuan dan wawasan yang di dapat, serta keyakinan yang masih melekat kuat seolah menjadi ancaman bagi Tunggu Tubang untuk bergerak bebas. Sebab diawasi bayang-bayang karma yang telah diucapkan oleh nenek moyang dan disampaikan secara turun temurun. Dengan demikian tubuh Tunggu Tubang telah tunduk dan larut dalam kekuasaan yang terselubung demi kepentingan kolektif keluarga sendiri. Kata kunci: Otoritas Perempuan, Tunggu Tubang, Michel Foucault. ABSTRACT Tunggu Tubang is a title given from generation to generation to the eldest daughter in the family through the mother's lineage or also known as the matrilineal system. This title will be given after the first daughter marries. Tunggu Tubang has a big responsibility to carry out, and he and other family members must obey customary law in all matters. It is believed that the Tunggu Tubang tradition will be followed or accepted by all indigenous communities as local wisdom. Tunggu Tubang is believed to bring goodness to all members of the indigenous community. However, in practice the implementation of the Tunggu Tubang tradition often presents several serious problems. Especially if the first daughter to receive the status of Tunggu Tubang is not the oldest child. As followers of the Islamic religion, some of the Semendo indigenous people want the kinship system to be managed according to Islamic teachings. In this case it is a patriarchal system. Where men have more authority than women. Therefore, the status of the women of Tunggu Tubang is often not considered. Departing from this issue, the problems to be answered in this research are 1) What is the role of Tunggu Tubang women in the Semendo kinship system?; 2) What is the authority of the women in Tunggu Tubang?; 3) What is the authority of the Tunggu Tubang women from Michel Foucault's perspective? This research is a type of field research, with the nature of the research being qualitative methods. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. The data analysis used in this research is a descriptive method and an interpretation method. In this research, it was found that the role played by Tunggu Tubang concerns several aspects of life, namely, the division of roles in the family, economy, culture and social. Meanwhile, women's authority as Tunggu Tubang is rooted in family recognition and legitimacy, as well as education and knowledge obtained, thus creating a power dynamic that is based on consensus and active participation. And the authority of women from Michel Foucualt's perspective on the Tunggu Tubang tradition is not absolute but dynamic. Wait Tubang's authority has limitations which are influenced by forces outside itself considering that this tradition is very respectful of families older than it. And influenced by the knowledge and insight gained, as well as beliefs that are still strongly attached, it seems to be a threat for Tunggu Tubang to move freely. Because it is monitored by the shadows of karma that have been spoken by the ancestors and passed down from generation to generation. In this way, the body of AWAT Tubang has submitted to and dissolved itself in hidden power for the collective interests of its own family. Keywords: Women's Authority, Tunggu Tubang, Michel Foucault.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 08 Nov 2024 02:18 |
| Last Modified: | 08 Nov 2024 02:18 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36217 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


