MUHAMMAD, RAY NALDHI (2024) TINJAUAN FIQH SIYĀSAH TANFĪŻIYYAH DALAM PENGELOLAAN TAMAN WISATA SERIBU BATU BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG KEPARIWISATAAN (Studi di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tulang Bawang Barat). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Pemerintah daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam bidang kepariwisataan membuat suatu Taman Wisata Seribu Batu yang terletak di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sejak diresmikanya taman wisata Seribu Batu oleh Bupati Tulang Bawang Barat pada tahun 2020 pengelolaanya masih belum sesuai. Berdasarkan kondisi yang ada di Taman Wisata Seribu Batu masih ada beberapa sarana prasarana yang belum memadai. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana pengelolaan Taman Wisata Seribu Batu di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tulang Bawang Barat berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Kepariwisataan dan bagaimana tinjauan Fiqh Siyāsah Tanfīżiyyah dalam pengelolaan Taman Wisata Seribu Batu di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tulang Bawang Barat berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Kepariwisataan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan sifat penelitian deskriptif analitis yaitu data yang diperoleh dari lapangan kemudian disimpulkan lalu dianalisis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pada Pasal 18 ayat 1 huruf a Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Kepariwisataan bahwa peraturan tersebut sudah terlaksana sebagian oleh pemerintah daerah dan pengelolan objek wisata dikarenakan Taman Seribu Batu masih dalam proses pembenahan dari segi sarana prasarananya. Sedangkan tinjauan Fiqh Siyāsah Tanfīżiyyah dari segi aturan yang sudah diberlakukan, pemerintah daerah di Kecamatan Tulang Bawang Barat dalam segi pengelolaan Taman Seribu Batu belum sesuai dengan Siyāsah Tanfīżiyyah. Dalam pandangan Islam, manusia adalah Khalifah di muka bumi yang kedudukannya sebagai seorang pemimpin. Dalam memperhatikan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan rakyat, seorang khalifah juga harus memperhatikan dalam hal keselamatan dan keamanan bagi pengunjung. Pemerintah daerah dan pengelola wisata berkewajiban memberikan kenyamanan, keramahan, perlindungan keamanan, dan keselamatan wisatawan serta memberikan perlindungan hukum bagi para pengunjung Taman Seribu Batu. Kata Kunci: Pariwisata, Taman Seribu Batu, Fiqh Siyāsah Tanfīżiyyah. ABSTRACT The regional government of West Tulang Bawang Regency, in the tourism sector, created a Thousand Batu Tourist Park which is located in Tiyuh Karta, Tulang Bawang Udik District, West Tulang Bawang Regency. Since the inauguration of the Seribu Batu tourist park by the Regent of West Tulang Bawang in 2020, its management has not been appropriate. Based on the existing conditions at Seribu Batu Tourist Park, there are still several infrastructure facilities that are inadequate. The formulation of the problem of this research is how to manage the Thousand Batu Tourist Park in Tiyuh Karta, Tulang Bawang Udik District, West Tulang Bawang Regency based on the Regional Regulations of West Tulang Bawang Regency Number 2 of 2014 concerning Tourism and what is the review of Fiqh Siyāsah Tanfīżiyyah in managing the Thousand Batu Tourist Park in Tiyuh Tulang Bawang Udik District Card, West Tulang Bawang Regency based on West Tulang Bawang Regency Regional Regulation Number 2 of 2014 concerning Tourism. This type of research is field research with the nature of analytical descriptive research, namely data obtained from the field is then concluded and then analyzed. Data analysis was carried out using qualitative methods. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation. The results of the research show that the implementation of Article 18 paragraph 1 letter a of the Regional Regulation of West Tulang Bawang Regency Number 2 of 2014 concerning Tourism is that this regulation has been partially implemented by the regional government and the management of tourist attractions because Seribu Batu Park is still in the process of improving its infrastructure. Meanwhile, reviewing the Siyāsah Tanfīżiyyah Fiqh in terms of the regulations that have been implemented, the local government in Tulang Bawang Barat District in terms of managing Seribu Batu Park is not yet in accordance with the Siyāsah Tanfīżiyyah. In the Islamic view, humans are Caliphs on earth whose position is as a leader. In paying attention to the economy and improving the welfare of the people, a caliph must also pay attention to the safety and security of visitors. Local governments and tourism managers are obliged to provide comfort, friendliness, security protection and safety for tourists as well as provide legal protection for visitors to Taman Seribu Batu. Keywords: Tourism, Thousand Stones Park, Fiqh Siyāsah Tanfīżiyyah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 04 Nov 2024 03:16 |
| Last Modified: | 04 Nov 2024 03:16 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36166 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


