STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA (STUDI DI DESA GUNUNG AGUNG KABUPATEN LAMPUNG TENGAH)

FINA, RAHMASARI (2024) STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA (STUDI DI DESA GUNUNG AGUNG KABUPATEN LAMPUNG TENGAH). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of bab 1 2 dapus.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI  FINA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Pembangunan infrastruktur desa merupakan aspek krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Namun, dalam pelaksanaannya seringkali model pembangunan tersebut tidak melibatkan secara aktif partisipasi masyarakat desa, yang seharusnya menjadi salah satu poin utama yang diatur dalam peraturan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terkait. Observasi langsung dilakukan untuk menangkap pola interaksi sosial sehari-hari, sedangkan wawancara mendalam digunakan untuk menggali persepsi dan pengalaman subjek penelitian terkait fenomena yang diteliti. Analisis dokumen dilakukan untuk memahami konteks historis dan budaya masyarakat. Hasilnya pemerintah menyusun strategi dalam proses penyusunan Program kampung diawali dari musyawarah kampung yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, RT/RW. Pemerintah Kampung, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) maupun lembaga lembaga yang berada di Kampung Gunung Agung dalam rangka penggalian gagasan. Dari penggalian gagasan tersebut dapat diketahui permasalahan yang ada di Kampung dan kebutuhan apa yang diperlukan oleh masyarakat sehingga aspirasi seluruh lapisan masyarakat bisa tertampung. Sebagai wakil dari masyarakat Badan Permusyawatan Kampung (BPK) berperan membantu pemerintah Kampung dalam menyusun program aktif Pembangunan. Pemerintah Kampung beserta Badan Permusyawatan Kampung (BPK) untuk merumuskan Program Pembangunan Kampung, dalam hal ini menyusun pembangunan apa yang sifatnya mendesak dan harus dilakukan dengan segera dalam artı menyusun skala prioritas. Ini menunjukkan bahwa di Desa Gunung Agung, evaluasi dan pengendalian fokus pada pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pengawasan dimulai sejak tahap perencanaan, dengan melibatkan masyarakat dalam musyawarah desa. Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dibentuk untuk memastikan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proyek-proyek tersebut. Hasil pengawasan menunjukkan adanya peningkatan aksesibilitas melalui infrastruktur seperti jalan rabat beton, namun juga mengungkap kebutuhan perbaikan infrastruktur lainnya. Secara keseluruhan, pendekatan transparan dan partisipatif ini memastikan bahwa pembangunan desa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Kata kunci: Strategi, Pembangunan, Desa. ABSTRACT Village infrastructure development is a crucial aspect in improving the welfare of rural communities. However, in its implementation, this development model often does not actively involve village community participation, which should be one of the main points regulated in the regulation. The research method used is field research with a qualitative approach. Data was collected through direct observation, in-depth interviews, and analysis of related documents. Direct observations were carried out to capture patterns of daily social interactions, while in-depth interviews were used to explore the research subjects' perceptions and experiences regarding the phenomena under study. Document analysis was carried out to understand the historical and cultural context of the community. As a result, the government developed a strategy in the process of preparing the village program, starting with a village deliberation which was attended by community leaders, religious leaders, RT/RW. Village Government, Village Consultative Body (BPK) and institutions in Gunung Agung Village in order to explore ideas. From exploring these ideas, we can find out what problems exist in the village and what needs are needed by the community so that the aspirations of all levels of society can be accommodated. As a representative of the community, the Village Consultative Body (BPK) plays a role in assisting the Village government in preparing active development programs. The Village Government together with the Village Consultative Body (BPK) to formulate the Village Development Program, in this case formulating what development is urgent and must be carried out immediately in the sense of establishing a priority scale. This shows that in Gunung Agung Village, evaluation and control focus on infrastructure development to improve the quality of life of the community. Supervision begins at the planning stage, by involving the community in village deliberations. The Activity Implementation Team (TPK) was formed to ensure transparency and community participation in these projects. Monitoring results show an increase in accessibility through infrastructure such as concrete rebate roads, but also reveal the need for other infrastructure improvements. Overall, this transparent and participatory approach ensures that village development runs well and provides optimal benefits for the community. Keywords: Strategy, Development, Village.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pemikiran Politik Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Pemikiran Politik Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 21 Oct 2024 04:15
Last Modified: 21 Oct 2024 04:15
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35954

Actions (login required)

View Item View Item