Nelis, Astuti (2024) PENERAPAN UNDANG UNDANG AGRARIA ( AGRARISCHE WET ) DI LAMPUNG TAHUN 1870 – 1942. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penerapan Undang Undang Agraria ( Agrarische Wet ) di Lampung Tahun 1870 – 1942 Oleh : Nelis Astuti Penerapan Agrarische Wet di Lampung pada tahun 1870 merupakan bagian dari kebijakan agraria yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda di Hindia Belanda. Kebijakan ini bertujuan untuk mengatur kepemilikan dan penggunaan tanah, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi ekonomi dan mendorong masuknya investasi asing, terutama dalam sektor perkebunan. Di Lampung, penerapan Agrarische Wet berdampak signifikan terhadap struktur sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Tanah-tanah adat yang sebelumnya dimiliki secara komunal oleh masyarakat adat banyak yang dialihkan menjadi tanah-tanah konsesi bagi para investor Eropa. Hal ini menyebabkan perubahan besar dalam sistem kepemilikan tanah dan memicu konflik antara masyarakat adat dengan pemerintah kolonial serta pihak swasta yang memperoleh konsesi tanah. Meskipun tujuan awal kebijakan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan keuntungan ekonomi, implementasinya sering kali diwarnai oleh praktik-praktik yang merugikan masyarakat lokal dan menyebabkan ketidakadilan agraria yang berkelanjutan. Dampak dari adanya agrarische wet di Lampung salah satunya menghilangkan hak hak tanah tradisional karena tergerus hak hak kolonial dan juga menimbulkan konflik dengan masyarat lokal terkait kepemilikan tanah ( eigendom ), serta menyebabkan ekploitasi ekonomi yang signifikan karena adanya sistem tanam paksa yang merubah kiblat struktur ekonomi yang harus fokus pada produksi ekpor. Kata Kunci : Agrarische wet 1870, Lampung, Kolonial. iii ABSTRACT implementation of the Agrarian law 1870-1942 in lampung By : Nelis Astuti The implementation of Agrarische Wet in Lampung in 1870 was part of the agrarian policies enacted by the Dutch colonial government in the Dutch East Indies. This policy aimed to regulate land ownership and usage, intending to enhance economic efficiency and attract foreign investment, particularly in the plantation sector. In Lampung, the enforcement of Agrarische Wet had significant impacts on the social and economic structures of the local communities. Communal lands traditionally owned by indigenous communities were frequently converted into concession lands for European investors. This shift led to substantial changes in the land ownership system, triggering conflicts between indigenous communities, the colonial government, and private entities granted land concessions. Although the policy was initially aimed at boosting agricultural productivity and generating economic benefits, its implementation often involved practices detrimental to local communities, perpetuating agrarian injustices. This study explores the impacts of Agrarische Wet's implementation in Lampung, encompassing legal, social, and economic aspects, and examines how this policy shaped agrarian dynamics in the region until the post-colonial period. Keyword : Agrarische wet 1870, lampung,kolonial
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sejarah Peradaban Islam |
| Divisions: | Fakultas Adab > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 11 Oct 2024 08:04 |
| Last Modified: | 11 Oct 2024 09:15 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35823 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


