PRAKTIK BAGI HASIL KEBUN KOPI DALAM TINJAUAN FIKIH MUAMALAH (Studi di Desa Talang Jawa Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus)

MELANI, LARA YUNINGSIH (2024) PRAKTIK BAGI HASIL KEBUN KOPI DALAM TINJAUAN FIKIH MUAMALAH (Studi di Desa Talang Jawa Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of BAB I, II & DAPUS.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI MELANI LARA YUNINGSIH.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Kerja sama bagi hasil yang diadakan antara pemilik atau seseorang yang memiliki hak sebuah kebun dengan pihak lain yang disebut “penggarap” yang berdasarkan sebuah perjanjian dimana penggarap diperkenankan untuk menyelenggarakan usaha pertanian di atas tanah pemilik, dengan pembagian hasilnya antara kedua belah pihak. Namun penggarap (pengelola kebun) merasa tidak diuntungkan dengan pembagian tersebut. Dari permasalahan inilah peneliti tertarik untuk meneliti terkait praktik bagi hasil pertanian Kebun kopi di Desa Talang Jawa Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus. Rumusan Masalah dalam dalam penelitian ini adalah : (1)Bagaimana praktik bagi hasil kebun kopi di Desa Talang Jawa Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus? (2)Bagaimana tinjauan fikih muamalah terhadap praktik perjanjian bagi hasil kebun kopi di Desa Talang Jawa Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus? Tujuan penelitian ini adalah Untuk meneliti dan mengetahui praktik bagi hasil kebun kopi dan menganalisis tinjauan fikih muamalah terhadap praktik perjanjian bagi hasil kebun kopi di Desa Talang Jawa Kecamatan Pulang Panggung Kabupaten Tangggamus. Penelitian ini menggunakan metode dengan jenis penelitian lapangan (Field research). Dengan pendekatan deskriptif berupa data�data atau lisan dan orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data yang ditemukan adalah sumber data primer. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan dua temuan yaitu (1) Praktik musaqoh atau kerjasama bagi hasil perkebunan kopi dilakukan antara pemilik dan penggarap/pengelola kebun kopi dilakukan secara lisan (tidak tertulis) dan tanpa saksi hanya didasari saling percaya, sedangkan batasan waktunya ditentukan dalam praktiknya sampai 5 tahun. pembagian hasil disepakati dengan sistem paroan sesuai adat kebiasaan yang ada pada masyarakat setempat.(2) Pandangan hukum Islam tentang kerjasama bagi hasil dalam penggarapan kebun kopi dengan memakai akad musâqah yang dilakukan oleh pemilik kebun dan penggarap kebun di Desa Talang Jawa tidak sesuai dengan hukum Islam Hal ini tidak diperbolehkan dalam hukum Islam karena merusak syarat-syarat dalam perjanjian kerjasama. Kata Kunci : Bagi Hasil, Kebun Kopi, Fikih Muamalah iv ABSTRACT Production sharing cooperation is held between the owner or someone who has the rights to a plantation and another party called a "cultivator" which is based on an agreement where the cultivator is allowed to carry out an agricultural business on the owner's land, with the results being divided between the two parties. However, the cultivator (plantation manager) feels that he will not benefit from this distribution. It is from this problem that researchers are interested in researching agricultural production practices related to coffee plantations in Talang Jawa Village, Pulau Panggung District, Tanggamus Regency. The formulation of the problem in this research is: (1) What is the practice of sharing the results of coffee plantations in Talang Jawa Village, Pulau Panggung District, Tanggamus Regency? (2) What is the muamalah jurisprudence review of the practice of coffee plantation profit sharing agreements in Talang Jawa Village, Pulau Panggung District, Tanggamus Regency? The aim of this research is to research and understand the practice of profit sharing from coffee plantations and analyze the muamalah fiqh review of the practice of production sharing agreements on coffee plantations in Talang Jawa Village, Pulang Panggung District, Tangggamus Regency. This research uses a field research type method. With a descriptive approach in the form of data or verbal and people and behavior observed. The data sources found are primary data sources. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. The results of this research reveal two findings, namely (1) The practice of musaqoh or cooperation in sharing the results of coffee plantations carried out between the owner and cultivator/manager of the coffee plantation is carried out orally (not in writing) and without witnesses based only on mutual trust, while the time limit is determined in practice to 5 year. The distribution of results is agreed with a paroan system in accordance with the customs existing in the local community. (2) The view of Islamic law regarding cooperation in sharing profits in cultivating coffee plantations using a musâqah agreement carried out by plantation owners and gardeners in Talang Java Village is not in accordance with Islamic law. This is not permitted in Islamic law because it violates the terms of the cooperation agreement.. Keywords: Profit Sharing, Coffee Plantation, Fikih Muamalah

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 07 Oct 2024 07:51
Last Modified: 07 Oct 2024 07:52
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35709

Actions (login required)

View Item View Item