SISTEM PENETAPAN UPAH PEKERJA ANGKUT BARANG DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Pasar Tradisional Manggris Dusun Manggris, Desa Madukoro Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara)

KHAIRUNNISA, SALSABILA (2024) SISTEM PENETAPAN UPAH PEKERJA ANGKUT BARANG DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Pasar Tradisional Manggris Dusun Manggris, Desa Madukoro Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT BAB 1 DAN 5.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI KHAIRUNNISA SALSABILA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Dalam ajaran islam upah mengupah harus sesuai dengan syariat Islam, baik dari syarat maupun rukunnya. Upah mengupah yang tidak memenuhi rukun dan syarat akan berakibat tidak sahnya upah mengupah yang dilakukan. Upah mengupah pekerja angkut barang merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh penyewa jasa di Pasar Tradisional Manggris Dusun Manggris, Desa Madukoro Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara, yang mana aktivitas upah mengupah ini disebabkan oleh sebagian penyewa jasa butuh terhadap pemilikkan manfaat atas jasa sedangkan pihak yang menyewakan jasa membutuhkan harga atau pembayaran atas pemberian manfaat suatu jasa, bukan barangnya tetapi manfaatnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana upah pekerja angkut barang dalam tinjauan hukum ekonomi syariah di Pasar Tradisional Manggris dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap upah pekerja angkut barang di Pasar Tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upah pekerja angkut barang dalam tinjauan hukum ekonomi syariah di Pasar Tradisional Manggris dan untuk mengetahui tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap upah pekerja angkut barang di Pasar Tradisional Manggris. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang berdasarkan kenyataan di lapangan dalam keadaan yang sebenarnya. Sifatnya penelitian ini adalah bersifat deskriptif normatif yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan objek yang diteliti. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi di Pasar Tradisional Manggris. Setelah data terkumpul maka peneliti melakukan analisis kualitatif dengan menggunakan metode berfikir induktif dan deduktif. Berdasarkan hasil penelitian di Pasar Tradisional Manggris. Mengenai praktik Upah mengupah antara pemilik barang dan pekerja angkut barang dimana perjanjian upah mengupah dilakukan secara lisan dan kesepakatan, akan tetapi pada saat pelaksanaan Upah mengupah terdapat ketidaksesuaian dengan perjanjian diawal yaitu salah satu pekerja angkut barang meminta upah lebih kepada pemilik barang tanpa diketahui dan disetujui oleh pekerja angkut barang yang lain. Tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap upah pekeja angkut barang di Pasar Tradisional Manggris adalah tidak sah atau bathil. Karena terdapat ketidaksesuaian pelaksanaan upah mengupah dengan perjanjian yang telah disepakati, selain itu terdapat pihak yang merasa dirugikan. Kata Kunci: Upah-Mengupah, Hukum Ekonomi Syari’ah. ABSTRACT In Islamic teachings, wage payment must conform to Islamic law, both in its conditions and pillars. Wages that do not meet these conditions and pillars are considered invalid. Wage payment for goods transportation workers is an activity carried out by service renters at the Traditional Market of Manggris, Dusun Manggris, Madukoro Village, Kotabumi Utara Sub-district, North Lampung Regency. This activity occurs because some service renters need the benefits of the service, while those renting out the service require payment for the service’s benefits, not the goods themselves. The problem in this study is to examine how the wages of goods transportation workers are reviewed under Sharia economic law in the Traditional Market of Manggris, and how Sharia economic law views these wages. The objective of this research is to understand the wages of goods transportation workers from the perspective of Sharia economic law and to assess Sharia economic law’s perspective on these wages. This study is a field research based on actual conditions in the field. Its nature is descriptive-normative, aimed at describing the researched objects. The data sources include primary and secondary data. Data collection techniques involve observation, interviews, and documentation at the Traditional Market of Manggris. Once the data is collected, qualitative analysis is performed using inductive and deductive reasoning methods. Based on the research findings at the Traditional Market of Manggris, the practice of wage payment between goods owners and transportation workers, where the agreement is made verbally and agreed upon, showed discrepancies during implementation. For instance, one transportation worker requested a higher wage from the goods owner without the knowledge or approval of other transportation workers. According to Sharia economic law, the practice of wage payment in this case is considered invalid or void due to discrepancies between the implementation and the initial agreement, with some parties feeling disadvantaged. Keywords: Wage Payment, Sharia Economic Law.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 20 Sep 2024 07:37
Last Modified: 20 Sep 2024 07:37
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35402

Actions (login required)

View Item View Item