Dea, Nopela (2024) TINJAUAN FIQH SIYĀSAH TANFIḌZIYYAH TENTANG IMPLEMENTASI PASAL 35 UNDANG-UNDANG NOMOR 03 TAHUN 2020 TENTANG PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA (Studi di Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Penambangan pasir bahan galian C tanpa izin menyebabkan masyarakat menjadi resah, karena aktivitas penambangan liar. Aktivitas penambang liar dapat mengakibatkan kelongsoran dan mengikis penggiran sungai di area persawahan warga di hulu Sungai Warkuk. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana implementasi Pasal 35 Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara di Pekon Buay Nyerupa dan bagaimana tinjauan fiqh siyāsah tanfiḍziyyah tentang implementasi Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara di Pekon Buay Nyerupa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi Pasal 35 Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara di Pekon Buay Nyerupa dan untuk mengetahui tinjauan fiqh siyāsah tanfiḍziyyah terhadap implementasi Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara di Pekon Buay Nyerupa Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan (field reaserch), dengan sifat penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara langsung antara peneliti dengan narasumber dan dokumentasi, kemudian hasilnya dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini maka kesimpulan yang dapat diambil adalah Implementasi Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batubara mengenai perizinan pertambangan di Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau belum berjalan sesuai dengan Undang-Undang. Hal ini karena masih ada masyarakat yang melakukan penambangan pasir secara liar dan secara ilegal hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi dari pemerintah atas peraturan perundangan yang berlaku. Tinjauan fiqh siyāsah tanfiḍziyyah implementasi Pasal 35 Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara di Pekon Buay Nyerupa dilihat dari siyāsah tanfiḍziyyah belum sesuai dengan siyāsah tanfiḍziyyah, melihat pelaksanaan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2020 belum dijalankan secara optimal. Hal ini karena pertambangan pasir di Pekon Buay Nyerupa masih beroperasi akibat pertambangan tersebut membuat kerusakan pada lahan sawah dan tanah perkebunan dan juga pemilik tambang pasir tidak menyelesaikan syarat-syarat yang diajukan untuk mengurus izin pertambangan. Kata Kunci: Fiqh Siyāsah, Pertambangan Mineral Dan Batubara, Pertambangan Pasir. ABSTRACT The unauthorized mining of C excavation material sand has caused the community to become restless, due to illegal mining activities. The activities of illegal miners can cause landslides and erode river banks in the rice fields of residents in the upper reaches of the Warkuk River. The problems in this study are how the implementation of Article 35 of Law Number 03 of 2020 concerning Mineral and Coal Mining in Pekon Buay Nyerupa and how the fiqh siyāsah tanfiḍziyyah review of the implementation of Article 35 of Law Number 3 of 2020 concerning Mineral and Coal Mining in Pekon Buay Nyerupa. The purpose of this study is to find out the implementation of Article 35 of Law Number 03 of 2020 concerning Mineral and Coal Mining in Pekon Buay Nyerupa and to find out the fiqh siyāsah tanfiḍziyyah review of the implementation of Article 35 of Law Number 3 of 2020 concerning Mineral and Coal Mining in Pekon Buay Nyerupa. The research used is a type of field research (field reaserch), with the nature of descriptive research. Data collection was carried out by observation, direct interviews between researchers and sources and documentation, then the results were analyzed qualitatively. Based on the analysis in this study, the conclusion that can be drawn is that the implementation of Article 35 of Law Number 3 of 2020 concerning mineral and coal mining regarding mining licensing in Pekon Buay Nyerupa, Sukau District has not been in accordance with the Law. This is because there are still people who carry out illegal and illegal sand mining, this is due to the lack of socialization from the government on applicable laws and regulations. The fiqh siyāsah tanfiḍziyyah review of the implementation of Article 35 of Law Number 03 of 2020 concerning Mineral and Coal Mining in Pekon Buay Nyerupa seen from siyāsah tanfiḍziyyah is not in accordance with siyāsah tanfiḍziyyah, seeing that the implementation of Article 35 of Law Number 03 of 2020 has not been carried out optimally. This is because sand mining in Pekon Buay Nyerupa is still operating as a result of the mining causing damage to rice fields and plantation land and also the owner of the sand mine does not complete the requirements submitted to obtain a mining permit. Keywords: Fiqh Siyāsah, Mineral and Coal Mining, Sand Mining.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Sep 2024 07:24 |
| Last Modified: | 18 Sep 2024 07:24 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35363 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


