PRAKTIK ZAKAT PADI DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM (Studi di Kelurahan Dayamurni Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat)

ICKSAN, SOFYAN SYAH (2024) PRAKTIK ZAKAT PADI DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM (Studi di Kelurahan Dayamurni Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PERPUS PUSAT BAB 1 DAN 5.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK ICKSAN.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Zakat dalam Islam tidak hanya di lihat dari aspek ibadah namun juga merupakan salah satu sektor di bidang perekonomian umat islam itu sendiri. Aturan membayar zakat telah di atur dalam islam dengan adil dan bijaksana, namun ada yang berbeda dengan Pembayaran zakat pertanian khususnya padi di Kelurahan Daya Murni Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat yaitu terlihat masih belum ada kesadaran bahwa paham tentang zakat padi dan tidak sepahaman terdampak pula pada Implementasi dari zakat padi sangat kurang. Adapun permasalahan penelitian ini yaitu, Bagaimana Praktik Zakat Padi di Desa Dayamurni Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Bagaimana Pandangan Hukum Islam Tentang Praktik Zakat Di Desa Dayamurni Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat. Menurut jenisnya penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) yaitu mencari data langsung ke lapangan dengaan melihat dari dekat objek yang diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis ini dapat disimpulkan bahwa Praktik Zakat Padi di Kecamatan Tumijajar Kelurahan Dayamurni sudah menjalankan kewajiban mengeluarkan zakat hasil pertanian meskipun hanya sekali dalam setahun padahal mereka mengalami panen dua kali dalam setahun. Di tambah juga, keseluruhan dari mereka hanya mengeluarkan zakat tanaman padi saja. Adapun besaran nisab yang digunakan dalam takaran pengeluaran zakat pertanian adalah 7 gunca atau sama dengan 1.050 kg dan juga mengenai besaran nishab zakat pertanian yang mereka gunakan sebagai patokan dalam pelaksanaan zakat yaitu sebesar 1 ton atau. Dan untuk kadar zakat yang mereka gunakan dalam pelaksanaan zakat pertanian adalah sebesar 10%, meskipun semua pertanian yang ada di Kecamatan Tumijajar Kelurahan Dayamurni ini masih memerlukan biaya dalam pengelolaan lahannya. jika dibandingkan dengan ketentuan dalam ekonomi Islam masih adanya ketidaksesuaian dalam praktik yang dijalankan oleh petani. Dalam ketentuan nisab zakat pertanian yang sebenarnya adalah 5 wasaq atau sama dengan 653 kg. Kata Kunci : Zakat, Harta, Hukum Islam. ABSTRACT Zakat in Islam is not only seen from the aspect of worship but is also a sector in the Muslim economy itself. The rules for paying zakat have been regulated in Islam fairly and wisely, but there is something different about paying agricultural zakat, especially rice in Daya Murni Village, Tumijajar District, West Tulang Bawang Regency, namely that there is still no awareness that understanding about zakat on rice and not having the same understanding also has an impact on The implementation of rice zakat is very poor. The problem of this research is, How is the Practice of Zakat on Rice in Dayadunia Village, Tumijajar District, West Tulang Bawang Regency and what is the Islamic Law View regarding the Practice of Zakat in Dayadunia Village, Tumijajar District, West Tulang Bawang Regency. According to the type of research, this includes field research, namely looking for data directly in the field by looking closely at the object being studied. The method used in this research is a qualitative approach using interview, observation and documentation data collection methods. From this analysis it can be concluded that the Rice Zakat Practice in Tumijajar District, Dayawarni Subdistrict has carried out the obligation to pay zakat on agricultural products even though it is only once a year even though they experience harvests twice a year. In addition, all of them only pay zakat on rice plants. The amount of nisab used in measuring agricultural zakat expenditure is 7 gunca or equal to 1,050 kg and also regarding the amount of nisab for agricultural zakat that they use as a benchmark in implementing zakat, it is 1 ton or. And the level of zakat they use in implementing agricultural zakat is 10%, even though all agriculture in Tumijajar District, Dayadunia Village still requires costs for managing the land. When compared with the provisions in Islamic economics, there are still discrepancies in the practices carried out by farmers. In terms of the actual nisab for agricultural zakat, it is 5 wasaq or equal to 653 kg. Keyword: Keywords: Zakat, Assets, Islamic Law.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 12 Sep 2024 07:10
Last Modified: 12 Sep 2024 07:10
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/35289

Actions (login required)

View Item View Item