RENA, DWI PUSPITA (2024) PELAKSANAAN KEGIATAN KEPUTRIAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI 1 PURBOLINGGO LAMPUNG TIMUR. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangin oleh masih banyaknya siswi�siswi yang berperilaku tidak mencerminkan perempuan muslimah, sebab siswi-siswi sekarang kebanyakan mempunyai adanya sikap fanatik, meningkatnya perilaku merusak diri, kurang sopan terhadap orang tua dan guru, penggunaan bahasa yang kasar dan lain sebagainya. Akibatnya dari perbuatan tercela yang dilakukan oleh siswi-siswi sekarang mengakibatkan hancurnya kehidupan pribadi merusak tatanan kehidupan masyarakat, menimbulkan kecemasan sosial karena dapat menimbulkan generasi yang tidak baik, sebab anak yang diharapkan sebagai kader penerus bangsa tergelincir ke arah perilaku yang negatif. Upaya untuk mengatasi masalah ini dengan mengadakan kegiatan keputrian. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (fiel research). Kemudian sumber data yang digunakan dari data primer dan skunder. Untuk teknik pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan tiga langkah; pertama, reduksi data (data reducation); kedua, penyajian data (display data); dan ketiga, penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk menguji keabsahan datanya peneliti menggunakan tringulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah 1) Pelaksanaan Kegiatan keputrian dalam membentuk karakter religius peserta didik nilai tauhid cukup efektif karena tauhid merupakan kepercayaan, maka bisa dilihat dari siswinya sangatlah aktif dan juga antusias serta dengan hati yang ikhas dalam mengikuti kegiatan keputrian yang ada disekolah. Mereka sudah menyadari karena kegiatan keputrian ini bisa untuk membentuk dan juga menambahkan ketauhidan yang ada di dalam diri mereka, seperti mereka berdoa setiap memulai sesuatu itu berarti sudah ada dalam dirinya tentang ketauhidan di dalam diri mereka, tanpa mereka sadari. Kegiatan keputrian juga dapat menambahkan tentang keimanan peseta didik serta membuat mereka lebih mengatahui tentang wanita. 2) Pelaksanaan kegiatan keputrian dalam membentuk karakter religius peserta didik nilai ibadah yang diterapkan di SMA Negeri 1 Purbolinggo ini adalah peserta didik perempuan senantiasa melaksanakan ibadah sholat dzuhur dan ashar secara berjamaah di iii masjid sekolah, sudah melakukan pembiasan sholat dhuha di masjid apabila ada waktu luang, membaca Al–Qur’an sebelum proses belajar mengajar dilakukan, dan juga membaca al-qur’an secara bersama– sama sebelum memulai kegiatan keputrian juga peserta didik akan senantiasa melakukan sedekah infaq dihari jum’at. 3) Pelaksanaan Kegiatan keputrian dalam membentuk karakter religius nilai akhlak yang di terapkan di SMA Negeri 1 Purbolinggo Lampung Timur yaitu 5S (salam, senyum, sapa sopan dan juga santun) kemudian dalam pelaksanaan kegiatan keputrian ini untuk nilai akhlaknya ini sudah cukup baik dan juga bagus. Dalam kegiatan ini mereka yang belum pernah mengetahui atau belum pernah mengikuti kegiatan keputrian akan diberitahu dan juga diajarkan harus mempunyai sikap sopan santun, jujur, tidak boleh membicarakan orang lain, dan juga saling tegur sapa dengan ibu guru pembina keputrian ataupun guru yang lain, kemudian juga menutup aurat. Kata kunci: Kegiatan Keputrian, Karakter Religius iv ABSTRACT This research is motivated by the fact that there are still many female students whose behavior does not reflect that of Muslim women, because most female students now have fanatical attitudes towards female students, increasing self-destructive behavior, being disrespectful towards parents and teachers, using harsh language and so on. As a result, the disgraceful actions committed by female students now result in the destruction of personal lives, destroying the order of life in society, causing social anxiety because it can give rise to a bad generation, because children who are expected to be the nation's next cadres slip towards negative behavior. Efforts to overcome this problem by holding princess activities. In this research, researchers used qualitative research methods with a qualitative descriptive approach. This research is a type of field research. Then the data sources used are primary and secondary data. For data collection techniques, researchers used interviews, observation and documentation. The data obtained was then analyzed descriptively using three steps; first, data reduction (data reduction); second, data presentation (data display); and third, drawing conclusions. Meanwhile, to test the validity of the data, researchers used source triangulation. The results of this research are 1) The implementation of princess activities in forming the religious character of students with the value of monotheism is quite effective because monotheism is a belief, so it can be seen from the female students who are very active and enthusiastic and with a sincere heart in participating in princess activities at school. They are already aware that this feminine activity can form and also add to the monotheism that exists within them, as if they pray every time they start something, it means that monotheism already exists within them, without them realizing it. Princess activities can also increase students' faith and make them know more about women. 2) The implementation of women's activities in shaping the religious character of students, the values of worship applied at SMA Negeri 1 Purbolinggo, are that female students always carry out midday and Asr prayers in congregation at the school mosque, have done the regular Duha prayer in the mosque when they have free time, reading the Al-Qur'an before the teaching and learning process is carried out, and also reading the Al-Qur'an together before starting v princess activities. Students will always do alms infaq on Fridays. 3) Implementation of princess activities in forming religious character, the moral values that are applied at SMA Negeri 1 Purbolinggo, East Lampung, namely 5S (greeting, smiling, greeting politely and politely) then in implementing these princess activities the moral values are quite good and good. In this activity, those who have never heard of or have never participated in princess activities will be informed and also taught that they must have good manners, be honest, not talk about other people, and also greet each other with the female teacher, the female teacher or other teachers, then also cover up. Keywords: Princess Activities, Religious Character
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 26 Aug 2024 07:04 |
| Last Modified: | 26 Aug 2024 07:04 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34958 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


