PRAKTIK JUAL BELI BUAH DENGAN SISTEM PESANANDALAM PANDANGAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH (Studi di Pasar Way Dadi Sukarame Bandar Lampung)

Mutiara, Tri Nabilla (2024) PRAKTIK JUAL BELI BUAH DENGAN SISTEM PESANANDALAM PANDANGAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH (Studi di Pasar Way Dadi Sukarame Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of COVER, BAB 1, BAB 5, DAPUS.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of FULL SKRIPSI MUTIARA TRI NABILA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Praktik jual beli buah yang ada di Pasar Way Dadi, pada umumnya dilakukan secara tunai, maksudnya adalah ada uang ada barang. Namun beberapa pedagang masih ada yang menggunakan sistem akad salam (pesanan) di mana pembayaran dilakukan di awal, tetapi pengiriman barang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Alasan para pedagang memesan buah terlebih dahulu karena pedagang tidak ingin terlewat saat barang datang ke distributor dari petani kampung. Pedagang sudah percaya dan berlangganan walaupun terkadang mendapatkan barang yang tidak sesuai dengan pesanan, dan berat kilogram buah yang sudah dipesan tidak sesuai serta terdapat beberapa buah yang mengalami kebusukan di dalam peti. Kesalahan�kesalahan ini membuat rugi para pedangang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library reaserch). Pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data digunakan teori salam dan teori khiyar. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, pertama, Praktik jual beli buah dengan sistem pesanan di Pasar Way Dadi dilakukan dengan cara pembeli (agen) akan menyebutkan spesifikasi barang yang dipesan mulai dari jenisnya, mutunya, beratnya, tempat dan waktu penyerahanya. Sedangkan perjanjiannya dituliskan di nota. Jika tidak terjadi kesesuaian barang pesanan dengan spesifikasi yang disepakati di awal, maka penjual akan mengirim ulang buah yang benar, dengan biaya pengiriman ditanggung oleh pembeli (agen). Kedua, Praktik jual beli buah dengan sistem pesanan di Pasar Way Dadi Sukarame Bandar Lampung belum sepenuhnya sesuai dengan hukum ekonomi syari’ah karena ketentuan dan syarat yang belum terpenuhi, salah satunya adalah masih ada yang menggunakan pembayaran dengan uang muka (DP). Seharusnya pembayaran dilakukan secara kontan di awal akad agar sesuai dengan syarat pada akad salam. Sedangkan untuk tindakan biaya pengiriman yang ditanggung oleh pembeli ketika barang akan dikirim ulang jika mendapatkan buah yang tidak sesuai, jika dilihat dari konsep salam belum sesuai, karena penjual tidak boleh mengambil sesuatu dari pembeli terhadap barang yang rusak atau tidak sesuai dengan pesanan. Kata Kunci: Jual beli, Salam (pesanan), Hukum Ekonomi Syari’ah. ABSTRACT The practice of buying and selling fruit at Way Dadi Market is generally done in cash, meaning that if there is money there is goods. However, some traders still use a greeting (order) contract system where payment is made in advance, but delivery of goods will be made at a later date. The reason traders order fruit in advance is because traders don't want to miss out when the goods arrive at distributors from village farmers. Traders have trusted and subscribed even though sometimes they get goods that do not match the order, and the kilogram weight of fruit that has been ordered does not match and there is some rotten fruit in the crate. These mistakes cause losses to traders. This research uses qualitative methods. The type of research is field research and library research. Data collection uses interview methods and documentation. Meanwhile, to analyze the data, greeting theory and khiyar theory were used. The results of this research conclude that, first, the practice of buying and selling fruit using an order system at Way Dadi Market is carried out by the buyer (agent) stating the specifications of the goods ordered starting from the type, quality, weight, place and time of delivery. Meanwhile, the agreement is written in a note. If the ordered goods do not conform to the specifications agreed at the beginning, the seller will resend the correct fruit, with shipping costs borne by the buyer (agent). Second, the practice of buying and selling fruit using an order system at the Way Dadi Sukarame Market in Bandar Lampung is not fully in accordance with sharia economic law because the terms and conditions have not been fulfilled, one of which is that there are still those who use down payment (DP). Payment should be made in cash at the beginning of the contract so that it complies with the terms of the greeting contract. Meanwhile, shipping costs are borne by the buyer when the goods are sent back if they receive items that are not suitable. If we look at the greeting concept, it is not appropriate, because the seller cannot take anything from the buyer for goods that are damaged or do not match the order. Keywords: Buying and selling, Greetings (orders), Syari’ah Economic Law.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 23 Aug 2024 03:55
Last Modified: 23 Aug 2024 03:55
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34919

Actions (login required)

View Item View Item