IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM PENANAMAN AKHLAKUL KARIMAH DAN RELEVANSINYA DI ERA DISRUPSI PENDIDIKAN PADA PESERTA DIDIK MTS DARUL HUDA BUKIT KEMUNING LAMPUNG UTARA

Nurlaila, Luthfi Hariroh (2024) IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM PENANAMAN AKHLAKUL KARIMAH DAN RELEVANSINYA DI ERA DISRUPSI PENDIDIKAN PADA PESERTA DIDIK MTS DARUL HUDA BUKIT KEMUNING LAMPUNG UTARA. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of Skripsi 1-2.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of Skripsi Nurlaila Luthfi Hariroh_.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Guru akidah akhlak memiliki peran penting dalam menanamkan akhlak peserta didik. Melalui pembelajaran akidah akhlak yang komprehensif dalam menanamkan akhlakul karimah peserta didik, guru mempunyai tanggung jawab dalam menentukan tujuan pembelajaran. Guru membimbing dan mengarahkan peserta didik agar memiliki akhlak yang baik serta membiasakan berakhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Perlunya penanaman akhlakul karimah di era disrupsi pendidikan saat ini, karena nampak adanya kesenjangan antara pembelajaran akidah akhlak dalam menanamkan akhlakul karimah pada peserta didik dengan keadaan akhlak peserta didik. Selain era disrupsi membawa perubahan besar dalam cara belajar dan mengajar yang dapat menggunakan teknologi dalam pembelajaran supaya lebih menyenangkan dan interaktif. Era disrupsi juga memiliki dampak negatif dari dunia digitalnya yang menjadi hambatan dan tantangan dalam menanamkan akhlakul karimah peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang proses pembelajaran guru akidah akhlak dalam menanamkan akhlakul karimah peserta didik, metode penanaman akhlakul karimah pada peserta didik, serta hambatan dan tantangan penanaman akhlakul karimah di era disrupsi pendidikan pada peserta didik MTs Darul Huda Bukit Kemuning Lampung Utara. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data yang bersifat naratif dari sumber primer dan sekunder. Proses pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion and verification). Dan untuk uji keabsahan data, menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran guru akidah akhlak dalam menanamkan akhlakul karimah peserta didik di kelas VIII MTs Darul Huda Bukit Kemuning meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memanfaatkan teknologi yang ada di sekolah pada era disrupsi pendidikan saat ini. Metode penanaman akhlakul karimah peserta didik di MTs Darul Huda Bukit Kemuning, metode keteladanan yaitu guru sebagai roll model bagi peserta didik memberi teladan yang baik pada peserta didik disekolah, baik didalam maupun diluar kelas serta di media sosialnya melalui ucapan,sikap,penampilan dan perbuatan baik yang dapat ditiru peserta didik.Kemudian video dari internet dihubungkan dengan teori akidah akhlak yang diajarkan dikelas sebagai contoh teladan yang memberikan energi positif. Metode pembiasaan umumnya seperti membaca Al-Qur‟an, jadwal harian shalat lima waktu, shalat dhuha dan dzuhur berjamaah, menerapkan budaya 5S (senyum, sapa,salam,sopan,dan santun). Khususnya,kegiatan muhadhoroh yang dilakukan satu bulan sekali sebagai penguatan mental dan juga bentuk menanamkan akhlakul karimah peserta didik. Dan program Cerita Inspiratif Pagi (CIP), yang dilaksanakan seminggu sekali dihari kamis setelah shalat dhuha berjamaah, dipimpin oleh guru dan peserta didik secara bergantian. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada di sekolah,menampilkan video sebagai cerita inspiratif,kegiatan ini menjadikan peserta didik lebih faham mana yang lebih baik dan dapat pelajaran bermanfaat dari setiap cerita atau kisah yang disampaikan. Metode Teguran guru berikan pada peserta didik untuk merenungkan kesalahan yang dilakukan dan dapat menjauhkan perilaku buruk tersebut. Dan teguran tidak hanya disampaikan kepada peserta didik, diera disrupsi saat ini dengan media yang ada seperti whatsapp dan lainnya,guru memberitahukan orang tua dirumah mengenai perilku peserta didik sebagai bentuk kerja sama guru dengan orang tua dalam menanamkan akhlakul karimah. Hambatan dan tantangan dalam penanaman akhlakul karimah diMTs Darul Huda Bukit Kemuning,diantaranya yakni krisis keteladanan yang dipengaruhi lingkungan dan pergaulan yang kurang baik serta beberapa peserta didik mudah meniru apa yang mereka lihat dari media sosialnya. Pengaruh teknologi media internet dan media sosial yang digunakan dengan kurang bijak sehingga dapat mempengaruhi perilaku peserta didik. Dan kurangnya pemahaman konsep akhlak,yaitu pemahaman secara menyeluruh tentang konsep akhlak. Kata Kunci:Pembelajaran,Guru Akidah Akhlak,Akhlakul Karimah,Era Disrupsi. iv ABSTRACT The moral aqidah teacher has an important role in instilling students' morals.Through comprehensive moral aqidah learning in instilling students' morals,the teacher has the responsibility to determine learning objectives.Teachers guide and direct students to have good morals and get used to akhlakul karimah in everyday life.It is necessary to instill akhlakul karimah in the current era of educational disruption,because there appears to be a gap between learning moral aqidah in instilling akhlakul karimah in students and the state of morals students. Apart from the era of disruption bringing major changes in the way of learning and teaching which can use technology in learning to make it more fun and interactive.The era of disruption also has a negative impact from the digital world which becomes an obstacle and challenge in instilling morals and character in students. This research aims to provide a comprehensive picture of the learning process of teachers of morals in instilling morals in students,the method of instilling morals in students,as well as the obstacles and challenges of instilling morals in the era of educational disruption in students at MTs Darul Huda Bukit Kemuning,North Lampung.The descriptive qualitative research method is used to collect narrative data from primary and secondary sources.The data collection process uses observation,interview and documentation techniques.The data is analyzed descriptively using data reduction,data display,conclusion drawing and verification.And for testing data validity,using source triangulation. The results of the research show that the moral aqidah teacher's learning process in instilling akhlakul karimah students in class VIII MTs Darul Huda Bukit Kemuning includes planning, implementation and evaluation by utilizing technology available in schools in the current era of educational disruption.At MTs Darul Huda Bukit Kemuning, the exemplary method is that the teacher as a role model for students provides a good example to students at school,both inside and outside the classroom and on social media through words,attitudes,appearance and good actions that students can emulateThen videos from the internet are connected to the theory of moral beliefs taught in class as role models that provide positive energy.General habituation methods include reading the Koran,daily prayer schedules five times a day,midday and noon prayers in congregation,implementing the 5S culture (smile, greet,greetings, polite and courteous).In particular,muhadhoroh activities which are carried out once a month as mental strengthening and also a form of instilling good morals in students.And the Morning Inspirational Story (CIP) program,which is held once a week on Thursday after the Dhuha prayer in congregation, led by the teacher and students in turns.By utilizing technology available in the school, showing videos as inspirational stories, this activity makes students understand better which one is better and can learn useful lessons from each story or story that is conveyed.Teacher's method of warning to students to reflect on mistakes made and to avoid bad behavior.And warnings are not only given to students,in the current era of disruption with existing media such as WhatsApp and others,teachers notify parents at home about student behavior as a form of cooperation. teachers and parents in instilling good morals.Obstacles and challenges in instilling good morals at MTs Darul Huda Bukit Kemuning, including the role model crisis which is influenced by the environment and bad relationships and some students easily imitate what they see on social media.The influence of technology.Internet media and social media are used less wisely so that they can influence student behavior.And there is a lack of understanding of the concept of morals, namely a comprehensive understanding of the concept of morals. Keywords: Learning,Moral Creed Teacher,Noble Morals,Era of Disruption.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 20 Aug 2024 07:16
Last Modified: 20 Aug 2024 07:16
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34837

Actions (login required)

View Item View Item