WISATA RELIGI PETILASAN SAPTA RENGGO DAN PERILAKU KEAGAMAAN MASYARAKAT (Studi di Pekon Karang Rejo Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus)

SAIPULLAH, NURIMAN (2024) WISATA RELIGI PETILASAN SAPTA RENGGO DAN PERILAKU KEAGAMAAN MASYARAKAT (Studi di Pekon Karang Rejo Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PERPUS PUSAT BAB 1 DAN 5.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK SAIPULLAH   4.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Jual beli adalah suatu perjanjian tukar menukar dengan melepaskan hak milik secara sukarela antara kedua belah pihak dengan syarat kerelaan. Jual beli dalam Islam dapat dinyatakan sah apabila terpenuhinya rukun dan syarat. Di antaranya adalah subjek yang melakukan transaksi harus dengan kehendak atau keinginan sendiri tanpa adanya paksaan. Dalam akad jual beli harus berdasarkan kerelaan tanpa adanya unsur paksaan dan unsur ketidak jelasan karena dapat merugikan salah satu pihak. Penelitian ini bagaimana praktek yang dilakukan dalam keadaan terdesak yang terjadi di Kelurahan Labuhan Dalam Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung dan bagaimana perspektif hukum Islam mengenai praktik jual beli dalam keadaan terdesak. Sebab tidak adanya ketentuan fatwa yang mengatur para pedagang yang melakukan transaksi jual-beli dalam keadaan terdesak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik jual beli yang dilakukan dalam keadaan Terdesak di Kelurahan Labuhan Dalam dan memahami bagimana pandangan hukum Islam mengenai jual beli dalam keadaan terdesak. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang mana pengumpulan data dilakukan dengan metode field research yaitu wawancara, Metode ini dilakukan dengan cara peneliti sebagai penanya menyiapkan pertanyaan terkait dengan pokok-pokok penelitian yang kemudian ditujukan kepada Pelaku yang terlibat dalam jual beli terdesak di Kelurahan Labuhan Dalam Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung. Dari hasil penelelitian yang dilakukan, diketahui bahwa faktor utama bagaimana praktek jual beli terdesak terjadi yaitu ekonomi, karena kurang nya penghasilan yang didapatkan oleh pelaku yang terlibat jual beli terdesak mengharuskan mereka terpaksa menjual barang-barang berharganya demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan dalam perspektif hukum Islam memandang jual beli tersebut sah, dikarenakan memenuhi syarat sahnya jual beli karena pihak penjual melakukan transaksi tanpa adanya paksaan dari orang lain dan tidak merasa diancam. Serta diperkuat pula dengan adanya hadis yang mengatakan bahwa berdasarkan Hadits Rasulullahualaihwassalam, yang mana jual beli dalam keadaan terdesak boleh dilakukan agar meringkan orang yang sedang dalam kesulitan. Sehingga terbukti bahwa praktik jual beli di kelurahan Labuan dalam Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung ini sah menurut persepektif hukum Islam. Kata Kunci: Jual Beli, Terdesak, Perspektif Hukum Islam. ABSTRACT Sale and purchase is an exchange agreement with the voluntary release of ownership rights between both parties on condition of willingness. Buying and selling in Islam can be declared valid if the pillars and conditions are met. Among them is that the subject who carries out the transaction must do so with his own will or desire without any coercion. The sale and purchase agreement must be based on willingness without any elements of coercion or elements of ambiguity because it could be detrimental to one of the parties. This research is about the practices carried out in urgent situations that occur in Labuhan Dalam Village, Tanjung Senang District, Bandar Lampung City and what is the perspective of Islamic law regarding the practice of buying and selling in urgent situations. Because there are no fatwa provisions governing traders who carry out buying and selling transactions in a state of urgency. This research aims to determine the practice of buying and selling carried out in urgent situations in Labuhan Dalam Subdistrict and understand the Islamic legal view regarding buying and selling in urgent situations. This study is a qualitative research in which data collection was carried out using the field research method, namely interviews. This method was carried out by the researcher as a questioner preparing questions related to the main points of the research which were then addressed to perpetrators involved in distressed buying and selling in Labuhan Dalam Village, Tanjung District. Happy City of Bandar Lampung. From the results of the research carried out, it is known that the main factor in how the practice of distress buying and selling occurs is economic, because the lack of income obtained by the actors involved in distress buying and selling requires them to be forced to sell their valuables in order to fulfill their daily needs and in perspective Islamic law views the sale and purchase as legal, because it fulfills the requirements for a valid sale and purchase because the seller carries out the transaction without any coercion from other people and does not feel threatened. And it is also strengthened by the hadith which says that based on the Hadith of Rasulullahualaihwassalam, buying and selling in times of need may be done to relieve people who are in trouble. So it is proven that the practice of buying and selling in Labuan sub-district in Tanjung Senang District, Bandar Lampung City is legal from an Islamic legal perspective. Keywords: Buying and Selling, Urgency, Islamic Law Perspective.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 13 Aug 2024 07:41
Last Modified: 13 Aug 2024 07:41
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34690

Actions (login required)

View Item View Item