JAINUDDIN, MAMAN PENAFSIRAN AYAT-AYAT DUKHAN DALAM AL-QUR’AN ( PRESFEKTIF TAFSIR KLASIK DAN TAFSIR SAINS ). EL_AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis.
|
PDF
Download (3MB) |
Abstract
Abstract This study discusses various interpretations of dukhan or smoke in the Qur'an with a focus on Surah Ad-Dukhan verse 10 and Surah Fushillat verse 11, from two perspectives of classical interpretation and scientific interpretation. Classical interpretation, as presented by Ath-Thabari and Ibn Kathir emphasizes contextual and textual understanding based on traditional narration and interpretation, describing dukhan as a warning about the power of Allah SWT and the threat of torture for unbelievers. In contrast, the scientific interpretation presented by Tantawi Jauhari connects dukhan with scientific phenomena such as air pollution, forest fires, or cosmic events to show the harmony between revelation and modern science. This study is a library research-based study. The method used in this study is the comparative method or comparison method (muqaran). The findings of this study The interpretation of Ibn Kathir, Ath�Thabari, and Tantawi Jauhari show that dukhan is a symbol of suffering and hardship. The difference lies in the approach: Ibn Kathir focuses on creation, Ath-Tabari uses the metaphor of water, and Tantawi Jauhari relates it to modern science. This reflects the variation in understanding of the verses of the Qur'an based on historical, literary, and scientific perspectives. Keywords: dukhan, apocalypse, classical and scientific interpretation. Abstrak Penelitian ini membahas berbagai penafsiran tentang dukhan atau asap dalam al-Qur'an dengan fokus pada Surah Ad�Dukhan ayat 10 dan Surah Fushillat ayat 11, dari dua perspektif tafsir klasik dan tafsir sains. Tafsir klasik, seperti yang dipaparkan oleh Ath-Thabari dan Ibnu Katsir menekankan pemahaman kontekstual dan tekstual berdasarkan riwayat dan interpretasi tradisional, menggambarkan dukhan sebagai peringatan tentang kekuasaan Allah SWT dan ancaman siksaan bagi orang-orang kafir. Sebaliknya, tafsir sains yang di paparkan Tantawi Jauhari menghubungkan dukhan dengan fenomena ilmiah seperti polusi udara, kebakaran hutan, atau peristiwa kosmik untuk menunjukkan keselarasan antara wahyu dan ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis library research. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode komparatif atau metode perbandingan (muqaran). Hasil temuan dari penelitian ini penafsiran Ibnu Katsir, Ath-Thabari, dan Tantawi Jauhari menunjukkan bahwa dukhan adalah simbol penderitaan dan kesulitan. Perbedaannya terletak pada pendekatan Ibnu Katsir fokus pada penciptaan, Ath-Thabari menggunakan metafora air, dan Tantawi Jauhari mengaitkannya dengan ilmu pengetahuan modern. Ini mencerminkan variasi pemahaman ayat-ayat al-Qur'an berdasarkan perspektif historis, literatur, dan sains. Kata kunci: dukhan, al-Qur‟an, tafsir klasik dan sains.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 13 Aug 2024 07:10 |
| Last Modified: | 13 Aug 2024 07:10 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34683 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


