RELIGIUSITAS DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI MASYARAKAT KELURAHAN KOTA BARU BANDAR LAMPUNG)

FEBRIANA, MAYASARI (2024) RELIGIUSITAS DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI MASYARAKAT KELURAHAN KOTA BARU BANDAR LAMPUNG). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of FEBRIANA_CETAK__135.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of FEBRIANA_CETAK__5_full.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Virus Covid-19 saat ini sedang melanda dunia karena penyebarannya yang sangat cepat keseluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Untuk mencegah semakin meningkatnya penyebaran Covid-19, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) untuk memperkuat kebijakan physical distancing. Kebijakan ini juga diterapkan secara mandiri oleh beberapa daerah di Indonesia, termasuk masyarakat kelurahan Kota Baru Bandar Lampung yang melarang pembatasan pertemuan masal, termasuk kegiatan keagamaan. Akibatnya Masjid dan Mushola di kelurahan Kota Baru ditutup untuk mendukung kebijakan pemerintah. Di masa pandemi Covid�19, masyarakat kelurahan Kota Baru Bandar Lampung beribadah secara mandiri di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagamana masyarakat kelurahan Kota Baru Bandar Lampung memaknai religiusitas di masa pandemi Covid-19. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi agama, dimana fenomenologi agama tidak hanya menjelaskan fenomena yang peneliti amati saja, namun fenomena agama juga dimaknai secara lebih mendalam ketika dialami oleh umat beragama. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan atau (Field Research) dengan sifat penelitiannya adalah kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data, mendeskripsikan, dan menggambarkan mengenai masyarakat kelurahan Kota Baru dalam memaknai religiusitas di masa Pandemi Covid-19. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunkan tiga unsur yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, peneliti menggunakan teori Glock and Stark untuk menunjukkan bahwa pada masa pandemi Covid-19 terjadi perubahan kegiatan keagamaan di kelurahan Kota Baru Bandar Lampung. Pertama, sebelum pandemi Covid-19, seluruh aktivitas keagamaan masyarakat berjalan dengan normal. Kedua, perubahan kegiatan keagamaan yang dilakukan selama pandemi, dalam praktiknya mengalami hambatan, sehingga warga setempat harus mengikuti protokol kesehatan. Ketiga, keagamaan masyarakat kelurahan Kota Baru Bandar Lampung sebelum dan sesudah pandemi Covid�19 terdapat banyak perubahan, yang dimana sebelumnya melakukan ibadah di Masjid berjalan normal, kini setelah adanya pandemi Covid-19 harus di batasi dan di lakukan di rumah. Kata Kunci : Religiusitas, Masyarakat Kota Baru, Pandemi Covid-19.ABSTRACK The Covid-19 virus is currently sweeping the world it is spreading very quickly throughout the world, including Indonesia. To prevent the increasing spread of Covid-19, the government has issued a Large-Scale Social Restrictions (PSBB) policy to strengthen the physical distancing policy. This policy is also implemented independently by several regions in Indonesia, including the Kota Baru Bandar Lampung sub-district community which prohibits restrictions on mass gatherings, including religious activities. As a result, mosques and prayer rooms in the Kota Baru sub-district were closed to support government policy. During the Covid-19 pandemic, the people of Kota Baru Bandar Lampung sub-district worshiped independently at home. The aim of this research is to understand how the people of Kota Baru Bandar Lampung subdistrict interpret religiosity during the Covid�19 pandemic. In this research, the approach used is religious phenomenology, where religious phenomenology not only explains the phenomena that researchers observe, but religious phenomena are also interpreted in more depth when experienced by religious people. The type of research used is field research or (Field Research) with the nature of the research being descriptive qualitative by collecting data, describing and describing the people of Kota Baru sub-district in interpreting religiosity during the Covid-19 Pandemic. Data collection techniques in this research are based on observation, interviews and documentation. The data analysis method in this research uses three elements, namely, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the the results of this research, researchers used the Glock and Stark theory to show that during the Covid-19 pandemic there were changes in religious activities in the Kota Baru Bandar Lampung sub-district. First, before the Covid-19 pandemic, all community religious activities were running normally. Second, changes to religious activities carried out during the pandemic have experienced obstacles in practice, so local residents have to follow health protocols. Third, the religion community of the Kota Baru Bandar Lampung sub-district before and after the Covid-19. pandemic saw many changes, where previously worshiping at the mosque was normal, now after the Covid-19 pandemic it has to be limited and done at home. Keywords : Religiosity, Society of Kota Baru, Pandemic Covid-19.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 13 Aug 2024 03:39
Last Modified: 13 Aug 2024 03:39
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34649

Actions (login required)

View Item View Item