ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP SISTEM PESANAN JAHITAN PAKAIAN (Studi Pada Rumah Jahit Ibu Yani di Desa Negara Tulang Bawang Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara)

DIANA, AFISTA (2024) ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP SISTEM PESANAN JAHITAN PAKAIAN (Studi Pada Rumah Jahit Ibu Yani di Desa Negara Tulang Bawang Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI BAB 1 DAN 5.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK DIANA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

ABSTRAK Pesanan atau memesan suatu barang merupakan salah satu bentuk bermuamalah yang umum dan sudah sangat sering dilakukan di masyarakat, seperti salah satu transaksi pesanan jahitan pakaian yang terjadi di Rumah Jahit Ibu Yani Desa Negara Tulang Bawang Kecamatan Bunga Mayang kabupaten Lampung Utara. Praktik pesanan di dalam hukum Islam di sebut dengan istishna, dalam bermuamalah wajib hukumnya memenuhi prinsip-prinsip muamalah, apabila melukukan pemesanan suatu barang maka harus memenuhi rukun dan syarat istishna seperti yang sudah di tetapkan di dalam fiqih muamalah, apabila tidak memenuhi rukun dan syarat istishna atau tidak memenuhi prinsip muamalah maka dapat mengakibatkan praktik pesanan tersebut menjadi tidak sah. Permasalahan yang terjadi di Rumah Jahit Ibu Yani Desa Negara Tulang Bawang kecamatan Bunga Mayang ini adalah barang pesanan yang tidak sesuai dengan kriteria barang yang di pesan dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap praktik pesanan yang tidak sesuai dengan barang yang di pesan tersebut. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian lapangan (field research) dan sifat penelitiannya adalah deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan sumber data di ambil dari sumber data primer dan sumber data skunder. Dalam penentuan popolasi dan sampel menggunakan teknik posposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil dari penelitian di Rumah Jahit Ibu Yani di Desa Negara Tulang Bawang Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten lampung Utara praktik pesanan tersebut tidak memenuhi rukun dan syarat Istisna̅’, bahwasanya konsumen telah menjelaskan kriteria barang yang ia pesan ketika akad dan penjahit menyetujui atas apa yang telah dijelaskan oleh konsumen, namun pada realitanya ketika penyerahan barang, barang tersebut tidak sesuai dengan apa yang konsumen jelaskan kepada penjahit, konsumen tidak puas dan merasa kecewa, konsumen ingin membatalkan transaksi tersebut namun penjahit tetap memaksa konsumen untuk membayar lunas barang pesanan tersebut, sehingga hal-hal tersebut membuat konsumen menjadi tidak ridha. Dalam pandangan hukum Islam praktik pesanan jahitan pakaian yang terjadi di Rumah jahit Ibu Yani tidak sesuai dengan apa yang telah dijelaskan sebelumnya praktik pesanan tersebut tidak sah karena tidak memenuhi prinip-prinsip muamalah. Kata Kunci : Pesanan, Jahitan Pakaian, Hukum Islam. ABSTRACT Ordering or ordering an item is a common form of muamalah and is very often done in society, such as one of the transactions for orders for sewing clothes that occurred at Ibu Yani's Sewing House, Negara Tulang Bawang Village, Bunga Mayang District, North Lampung Regency. The practice of ordering in Islamic law is called istishna, in muamalah it is obligatory to comply with the principles of muamalah, if you order an item you must fulfill the pillars and conditions of istishna as stipulated in muamalah fiqh, if it does not fulfill the pillars and conditions of istishna or not complying with the muamalah principle can result in the practice of the order becoming invalid. The problem that occurred at Ibu Yani's Sewing House, Negara Tulang Bawang Village, Bunga Mayang subdistrict, was that the goods ordered did not match the criteria for the goods ordered and how Islamic law views the practice of orders that do not match the goods ordered. This research is included in the type of field research and the nature of the research is analytical descriptive using a qualitative approach. The technique for determining data sources is taken from primary data sources and secondary data sources. In determining the population and sample using positive sampling techniques. Data collection methods use observation, interview and documentation techniques. Based on the results of research at Ibu Yani's Sewing House in Negara Tulang Bawang Village, Bunga Mayang District, North Lampung Regency, the consumer has explained the criteria for the goods he ordered during the contract and the tailor agrees to what the consumer has explained, but in reality when the goods are delivered, the goods do not match what the consumer explained to the tailor, the consumer is dissatisfied and feels disappointed, the consumer wants to cancel the transaction but the tailor still forces the consumer to pay in full for the ordered goods, so these things make the consumer unhappy. In the view of Islamic law, the practice of ordering clothes stitching that occurs at Ibu Yani's sewing house is not in accordance with what has been explained previously. This ordering practice is invalid because it does not fulfill the principles of muamalah. Keywords: Orders, Clothing Sewing, Islamic Law.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 12 Aug 2024 02:22
Last Modified: 12 Aug 2024 02:22
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34582

Actions (login required)

View Item View Item